Kau tercenung menyadari fakta bahwa kau mereguk coklat panas itu terlalu cepat, namun kau paham, jika kau membiarkan waktu melahapnya lebih dulu, yang akan kau kenal tinggallah dingin serta hambar pada kecap. Awan berarak menyibak air mata kanak-kanak, sementara lelah siap menyambut di cakrawala perak. Aku paham. Air bening di gelas itu tak dapat lagi kembali pulang. Kau telah terlanjur menyeduhnya dengan sebungkus coklat sehitam arang, yang malam nanti akan berubah wujud menjadi arak.
09/01/2019















