#Ngelindur 06: Checkpoint. Game vs Reality
Seperti permainan, ada beberapa momentum dalam hidup yang membuat kita terasa seakan memulai awal baru. Atau yang biasa dikenal sebagai restart. Namun, tidak sepenuhnya memulai dari awal. Melainkan memulai babak yang baru. Jika dalam sebuah permainan kita memulai kembali dari checkpoint yang sudah kita lewati saat kita gagal dalam suatu fase. Jika dalam hidup ini kita justru memulai dengan checkpoint baru. Jika dalam permainan checkpoint tersebut berfungsi sebagai titik kembalinya si karakter dalam suatu fase atau level. Dalam hidup yang kita jalani ini, checkpoint hanya sebagai suatu titik ketika kita bisa melihat kembali awal suatu fase yang telah kita lalui.
Secara teknis keduanya sangat berbeda. Jika dalam permainan tadi, kita benar-benar bisa mengulang segala momen dan memperbaikinya. Dalam kenyataannya, kita tidak bisa mengulang momen-momen tersebut. Kita hanya mengambil pelajaran dari momen tersebut. Namun, ada kesamaan fungsi antara dua hal tersebut. Yaiitu fungsi evaluasi dan refleksi. Menjadikan check point sebagai sebuah titik untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan dan mengambil pelajaran darinya. Lalu mulai membentuk rencana untuk melewati tantangan yang akan kita hadapi di depan.
Lalu, apa perbedaan lainnya? Jika dalam permainan, segala kesalahan yang kita perbuat dalam sebuah fase bisa benar-benar “dihilangkan” efeknya. Cukup mengulang kembali dari check point yang telah kita lewati sebelumnya dan.. voila! Semua kesalahan tadi lenyap tanpa jejak! Sementara dalam hidup, tiap apa yang kita lakukan memiliki dampak yang permanen. Meskipun bisa berdampak sangat amat kecil bahkan hingga kita tidak menyadarinya. Dampak dari “kesalahan” yang telah kita lakukan dalam sebuah fase tersebut tidak bisa “dihilangkan” sepenuhnya.
That’s why we, as human being really love game! Cause, we can just go crazy and makes so many mistakes without have to deal with its consequences! Tapi, kita hidup dalam dunia nyata. Dunia dimana semua punya sebab akibat. Dimana check point hanyalah sebuah titik yang bisa kita lihat kembali. Tidak bisa diulang. Oleh karena itu kita punya batasan dalam melakukan sesuatu. Namun, haruskah itu membuat kita menjadi ragu dalam mengambil keputusan?















