Perempuan dengan berbagai peran.
Masih ingatkah engkau? Perempuan yang kau pilih, yang telah kau pindahkan tanggung jawab atas ayahnya kepadamu adalah perempuan dengan sejuta peran.
Perempuan itu adalah putri satu-satunya dari kedua orangtuanya. Perempuan itu adalah kakak perempuan bagi adiknya. Dia bagai ibu kedua untuk adiknya. Dia adalah sahabat ibunya, satu-satunya tempat berkeluh kesah yang aman bagi ibunya. Dia adalah putri ayahnya, yang manja, yang dewasa, yang penuh kasih sayang, dia bagai tetes embun dalam keluarganya.
saat menikah denganmu, peran itu tidak hilang, justru menjadi bertambah. dia adalah istri, yang berusaha menjadi tempat pulang bagi suaminya. dia adalah ibu, tempat buah hatinya bertumbuh kembang.
maka dari itu bersabarlah.
begitu banyak peran yang harus ia jalani, dan perempuan itu masih banyak belajar. dia tidak lupa dengan kewajibannya. dibesarkannya anaknya dengan penuh kasih sayang, tidakkah kau merasakannya? perempuan itu sedang mengumpulkan pendar-pendar cahayanya yang mulai redup. mengumpulkan cita yang sekarang entah dimana. tidakkah engkau ingin berada di sampingnya? menjadi bahu untuknya bersandar saat ia lelah dan hilang arah?














