im so happy for you!!!!! good luck for this new journey!!!
No title available
No title available

Janaina Medeiros
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

#extradirty
we're not kids anymore.
tumblr dot com

祝日 / Permanent Vacation
Today's Document
🪼
Xuebing Du
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
h
occasionally subtle

Love Begins

oozey mess
Show & Tell
YOU ARE THE REASON
seen from Pakistan
seen from Austria

seen from France
seen from Philippines

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Pakistan

seen from Australia

seen from Bangladesh

seen from Argentina
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@start-from-something
im so happy for you!!!!! good luck for this new journey!!!
Meja makan
Aku tumbuh besar di sebuah rumah yang tidak memiliki meja makan dengan kursi di sekelilingnya. Meja makan kami kecil. Satu sisi menempel tembok, satu sisi menempel lemari, satu sisi berada di jalan masuk ke dapur. Hanya ada satu sisi yang bisa berhadapan dengan kursi.
Meja makan kami kecil, sehingga meja makan hanya dipakai untuk menaruh makanan. Rice cooker, lauk pauk, sayuran, keranjang buah, perintilan (bawang goreng, kering kentang, etc), dan pure-it. Di atas meja makan, ada sebuah rak dinding tempat menaruh sendok-garpu dan obat-obatan.
Meja makan kami kecil, hanya bisa dipakai makan oleh satu orang. Sehingga keluarga kami tidak pernah barang satu kali pun makan bersama mengelilingi meja makan. Kami makan dimana-mana; di ruang keluarga depan tv, di ruang tamu, duduk di anak tangga, atau kadang di kamar sambil menonton atau bekerja.
Terkadang ada juga momen makan bersama di ruang keluarga, kami duduk di karpet, piring ditaruh di atas toples isi kerupuk atau peyek supaya posisinya nyaman. Tapi, biasanya pun nggak semuanya. Hanya aku dengan adik, atau dengan Abi, jarang sekali komplit. Kecualiii, kalau beli makanan besar seperti pizza dan makan bersama-sama.
Aku suka sekali makan bersama di meja makan. Selain untuk makan, seringkali meja makan juga dipakai untuk mempererat hubungan, bonding, mereka bilang. Makan sambil berbincang, menatap mata satu sama lain, berbagi cerita dan tawa.
Hari ini, aku mengajak keluarga untuk makan siang di luar. Duduk mengelilingi meja makan dan makan bersama. Ngobrol. Bercerita tentang masa-masa Ummi & Abi ketika baru menikah dan harus segera berangkat ke Eropa supaya Abi menyelesaikan studinya. Rasanya seru. Dan hangat, tentunya.
Aku merindukan momen ini, dan makan siang tadi menjadi salah satu alasan bahagiaku hari ini.
Sore tadi membahas tentang 5 bahasa cinta sama orang tua. Bahasan yang tidak mudah & tidak nyaman, bahasan yang membuatku lebih tersadar bahwa memahami bahasa cinta satu sama lain itu sangat penting dalam hubungan, hal yang harus dikomunikasikan sejak awal. Bisa jadi, itu termasuk salah satu pondasi sebuah hubungan.
Ketidakpahaman kita tentang bahasa cinta satu sama lain bisa menimbulkan banyak persoalan. Kita bisa jadi berasumsi bahwa pasangan tidak menyayangi kita, begitupun sebaliknya. Kita jadi bisa berpikir bahwa di hubungan hanya kita yang berjuang memenuhi kebutuhan pasangan, padahal sebenarnya tidak demikian.
Aku ingin aku dan pasanganku kelak bisa sama-sama membuat satu sama lain merasa dicintai, disayangi, dihargai, diapresiasi, dan dianggap penting. Aku tidak mau aku "bingung" ketika ditanya apa perlakuan pasanganku yang membuatku merasa disayangi. Aku ingin menjadi orang yang bisa mengkomunikasikan apa yang aku suka dan apa yang aku tidak suka.
Semoga Allah pertemukan.
sore tadi ngobrol sama ummi.
"mi, aku suka mikir deh. sekarang kan aku sering main sama kaisa (keponakanku, 2 th), kaisa juga sering nyariin aku. aku sering bacain dia buku, nyuapin dia makan, bareng-bareng sama dia, nanti kalo dia udah besar, dia inget ngga ya?"
ummi ketawa, aku melanjutkan.
"aku mikirin itu aja rasanya sedih, padahal buat aku itu memori yang manis. gimana ya perasaan orang tua waktu anaknya tumbuh besar? anak yang dulu maunya sama ortuuu terus, makin besar bisa apa-apa sendiri, jauh dari orang tuanya..."
ummi ketawa lagi, lalu bilang "yaaa.. emang begitu. makanya kamu jangan sibuk sendiri..." deg.
kalau dipikir-pikir tuh, sedih juga ya... aku tadi jadi terbersit, anak tuh sama orang tua, sedeket itu sama orang tua, apa-apa minta bantu orang tua, cuma sebentar. ketika anak udah kuliah, merantau, pasti bisa apa-apa sendiri. walau yaa, pasti ada aja momen-momen dimana butuh bantuan orang tua. contohnya, dulu di jogja, setiap nyeri haid aku telepon ummi sambil nangis. tapi sehari-hari yaa udah bisa sendiri, kalau ada kesulitan ya berusaha buat nyelesaiin sendiri.
susah ya jadi orang tua tuh. semoga Allah memberiku kesiapan ketika tiba waktunya :"
melodi hujan di satu januari
aku yakin nggak hanya aku yang bermimpi bangun pagi di tanggal satu januari, kemudian melakukan aktivitas produktif, memulai kebiasaan baru, melaksanakan resolusi-resolusi tahun baru yang sudah direncanakan sejak desember.
kalau mimpimu itu berhasil, selamat! kamu hebat.
tanggal satu ini aku bangun jam tujuh, terlepas dari sedang datang bulan jadi nggak perlu bangun subuh (alasan saja, sih), semalam aku juga tidur jam setengah 2 pagi. ya gimana mau bangun pagi kalau tidurnya aja jam segitu ya :´)
kemudian bangun, cek hp bentar, bayar tagihan-tagihan karena ini tanggal 1 (hahaha), lalu beresin kasur. then... lets do this one new habit! aku memutuskan untuk memulai plank rutin di pagi hari. challenge aja sih, tadi baru bisa 15 detik (tahun 2020 bisa 1 menit tapi lalu gak suka plank lagi), semoga ke depannya bisa rutin dan nambah durasinya. setelah itu aku olahraga ringan sambil dengerin podcast.
menjelang siang, hujan turun. badan kedinginan, bersin-bersin, pusing, gatal-gatal juga, kayaknya sih efek alergi. akhirnya memutuskan untuk minum obat yang efek sampingnya: ngantuk! awalnya mikir, duh... gagal deh mau produktif. wkwkw.
alih-alih produktif, aku malah nonton The Big 4 di Netflix, film Indonesia yang katanya menduduki peringkat 1 global di Netflix akhir-akhir ini. I could say that the movie is pretty good. filmnya penuh tembak-tembakan yang cukup sadis. satu hal yang kusadari hari ini adalah aku sudah cukup berani menonton film demikian, dulu takut setengah mati waktu nonton The Raid, bahkan nggak sanggup menyelesaikan filmnya sampai 30 menit pertama. it was... 10 years ago. I've grown up!
meski nggak begitu produktif, tetep aja sih megang beberapa kerjaan hari ini. masih dengan pusing dan bingung yang sama. selalu berdoa sama Allah supaya dimudahkan untuk berpikir dan dilapangkan untuk memutuskan.
hari ini hari yang cukup baik. alhamdulillah. hujan turun-reda-turun-reda meski nggak deras, tapi cukup membawa hawa sejuk yang bikin males mandi seharian karena dingin hahaha. dasar alasan saja aku.
good night, everyone!
hi again, tumblr!
halo, tumblr. apa kabar? lama sekali kita tidak berjumpa. kalau kamu adalah sebuah ruangan, pasti kamu sudah dipenuhi dengan debu dan sarang laba-laba. perlu dibersihkan berkali-kali sampai benar-benar bersih. tak apa, izinkan aku menulis di sini lagi ya?
ini adalah tulisan pertama dan terakhirku di tahun 2022. kenapa ya aku sama sekali tidak menyempatkan diri untuk menyapamu tahun ini? sok sibuk sekali diri ini.
hari ini adalah hari terakhir di tahun 2022, tahun yang penuh dengan hal menakjubkan. ada sedih, panik, marah, insecure, takut, lelah, khawatir, kecewa, frustrasi, burn out. tapi ada juga senang, syukur, cinta, bangga, berani, tenang, percaya diri, takjub, tantangan, dan lainnya. sebenarnya, setiap tahun selalu seperti roller coaster. setiap tahun selalu ada tantangan beratnya, meski bentuknya beda-beda.
tahun ini aku belajar bahwa banyak hal yang nggak berjalan seperti rencana kita dan itu nggak apa-apa. Meski awalnya merasa kecewa dan sebal, tapi sebenarnya ya nggak apa-apa. Aku bersyukur juga bahwa aku selalu bersama orang yang menguatkanku dan mendukungku. Yang selalu berkata bahwa aku telah memberikan usaha yang terbaik dan itu lah yang paling penting. Bahwa selalu ada hikmah yang bisa aku ambil di setiap kejadian yang tidak sesuai dengan apa yang kumau.
tahun ini tentang keberanian, berani memulai sesuatu yang nggak pernah dilakukan sebelumnya dan mencoba siap menghadapi risiko yang menerjang. berani memutus kontak dengan orang-orang yang sudah seharusnya aku cut off sejak lama. berani berkenalan dengan banyak orang, berkolaborasi, mendapat pengalaman baru. berani memutuskan hal-hal yang meski aku takut, aku ternyata bisa dan ended up baik-baik saja.
aku ingin mengapresiasi diriku sendiri.
fafa, kamu hebat. kamu bisa meraih banyak hal, kamu menghadapi masalah dengan baik. kamu sudah bisa semakin sabar. kamu berani. kamu sudah melewati hari-harimu dengan usaha terbaikmu. akan selalu ada orang yang lebih hebat dari kamu di luar sana, tapi kamu juga nggak kalah hebat dengan mereka. kamu berhasil melalui tahun ini dengan baik!
aku menanti segala petualangan yang akan kuhadapi tahun depan. semoga Allah senantiasa memberiku kekuatan untuk hidup dan menjalani semuanya. semoga 2023 bisa mendekatkanku kepada Allah. aamiin.
sidang skripsi
pada jam segini tanggal 13 dua bulan lalu, aku sudah membenamkan diriku di dalam selimut. tidur secepat mungkin karena takut besoknya kesiangan.
besoknya sidang skripsi. iya, skripsi.
sehari sebelumnya baru dikabarkan oleh dosen komite kalau sidang tanggal 14.
"segera kerjakan revisinya supaya bisa sidang hari kamis." begitu katanya.
seminggu sebelumnya, tanggal 6, aku baru mengirim naskah komplit skripsi ke email prodi, mendaftarkan diri untuk sidang, dengan perasaan gak karuan, harap-harap cemas. aku berada di tengah-tengah, antara ingin sesegera mungkin menyelesaikan ini semua dan juga bingung dengan kemampuanku untuk sidang.
enam hari sebelumnya, tanggal 31 desember, aku menangis lama sekali karena naskah tidak kunjung final. revisi lagi revisi lagi. padahal, targetku itu tanggal 1 januari sudah harus mendaftarkan sidang.
tidak apa, aku sama sekali tidak menyesalinya. semua ini ternyata berujung baik. semua ini ternyata ada hikmahnya. semua perjuanganku terbayar dengan sangat indah.
setahun tidak pulang ke rumah di tengah pandemi, mengerjakan skripsi sendirian, melawan kemalasan yang seperti sudah mengakar dalam diri, berbulan-bulan merasa kesepian karena emang bener-bener sepi rasanya, berbulan-bulan mengulangi rutinitas yang sama. bangun pagi, sarapan, skripsian, makan siang, skripsian lagi, begitu seterusnya. ditambah lagi dengan segala perasaan insecure karena nggak lulus-lulus.
tapi ternyata, alhamdulillah tsumma alhamdulillah, sidang berjalan sangat lancar, tidak terbata-bata, bisa menjawab semua pertanyaan dosen, dan mendapat nilai yang nyaris sempurna. aku teringat di akhir sesi, dosen pembimbingku mengatakan, "selamat ya, faizah, nilai kamu sangat bagus, perjuanganmu sebanding dengan hasilnya".
:') i can't thank her enough altough there are times when she annoyed me a lot. hehe.
saat hari sidang, rasanya beban-beban itu terangkat. senang sekali rasanya :') ga berhenti-berhenti bersyukur. bangga sekali dengan diri sendiri :') ternyata aku bisa lho berjuang kayak gitu. dulu sempet mikir apa aku ini bisa lulus dari sastra arab? now i know the answer.
lalu, apa yang aku lakukan setelah sidang dan menyelesaikan segala embel-embel yudisium? tentu saja mencari tiket pulang ke rumah :')
terima kasih ya Allah, sudah mengizinkan fafa untuk merasakan ini semua. terima kasih, fafa, sudah mau berjuang sampai sini. masih banyak perjuangan yang harus kamu hadapi. jangan lupa perbanyak doanya ke Allah, ya.
Lembaran Baru
Tidak perlu semua orang tahu bagaimana perjuanganmu di tahun 2020, apa saja yang kamu korbankan, darimana saja asal semangatmu kembali ada, dan semua keringat juga doa yang kamu selalu usahakan. Sejatinya 2021 hanyalah melanjutkan apa yang sudah kamu mulai, mengakhiri semua yang tidak pasti menjadi sebuah kepastian, menyelesaikan semua kewajiban dari soal hati sama diri. Nyatanya, kamu memang akan terus berjalan bukan? Entah pada tahun ini akan ada ujian yang sama dengan tahun sebelumnya, atau duri yang lebih tajam dari yang pernah ada.
Yang membedakan hanya bagaimana caramu lebih dewasa dalam menyelesaikan, soal hati dan nafsu yang sudah bisa kamu kendalikan, dan pada pikiran yang sudah lebih matang dari sebelumnya. Untuk apa hadirnya waktu jika bukan untuk berubah lebih baik? Untuk apa hadirnya ujian jika bukan untuk melatih?
Kamu sudah hebat dengan semua gemuruh yang berhasil kamu tenangkan, untuk waktu yang terus berjalan ini jangan sampai lupa bahwa hidupmu adalah perjalanan menuju Rabb mu.
Menata hati dan diri.
@jndmmsyhd
Teman Baik, Teman yang Bagaimana?
Di bangku Madrasah Aliyah, saya belajar satu pepatah Arab yang unik. Ia singkat, berbunyi, "shadîquka man abkâka lâ man adhakaka."
"Temanmu adalah yang bisa membuatmu menangis, bukan yang membuatmu tertawa." Bukan, maksudnya bukanlah orang yang pandai membuat kita sedih dan berduka. Bukan yang pintar mengerjai kita sampai kita kehabisan kata. Bukan yang profesional membuat hati kita kecewa.
Kalimat satu itu dalam sekali. Teman sejati dalam hidup, sejatinya adalah yang mampu memberikan ruang introspeksi bagi kita. Menjadi reminder dan alarm otomatis yang kita butuhkan saat sedang melenceng atau berbelok terlalu jauh.
Kalimatnya barangkali sederhana. Nasihatnya barangkali biasa saja. Tapi ia sampaikan itu di saat yang tepat, bahkan tanpa kita meminta. Itu teman yang kita butuhkan. Teman yang tidak ragu untuk bilang, "kayaknya kurang tepat deh" dengan kesimpulan yang matang, daripada yang terus membuat kamu tertawa saja, meskipun itu juga penting, lho.
Dan makna utama dari kata mutiara itu sebenarnya adalah: teman sejati ialah mereka yang mampu membuat kita menangis karena ingat dosa-dosa kita. Yang membuat kita sadar jika kita lupa pada Allah dalam waktu yang lama.
Jika kamu punya teman seperti itu, jangan tinggalkan ya. Mungkin beberapa waktu mereka ngeselin, namanya juga manusia. Ehe.
A friend who understands your tears is much more valuable than one who only knows your smiles.
aku kangen ummi.
akhir-akhir ini sering kepikiran dan tersadar kalau ummi udah nggak muda lagi. tahun depan umurnya 53. udah punya menantu dan cucu. terus tahun depan juga umurku 22. kadang suka nggak sadar kalau seiring kita bertambah tua, orang tua kitapun juga bertambah tua. ya gak sih?
ummi, yang sejak bulan oktober (atau september ya?) suka ngisi shopeepay ke akun shopeeku untuk kebutuhan belanja rumah, atau buat beli buku. ummi, yang selama pandemi ini belajar lagi buat bercocok tanam di rumah. ummi, yang terus belajar untuk memahami dan mengikuti perkembangan anak-anaknya, terutama perkembangan fatih yang makin canggih kehidupannya.
ummi yang selalu mengizinkan anak-anaknya untuk merantau supaya bisa survive kalau-kalau nanti ummi udah nggak ada. ummi yang selalu mengerti ketika mentalku kenapa-napa. ummi yang super sabar punya anak kayak aku yang keras kepalanya setengah mati. ummi yang.... ah terlalu banyak. and it’s such a privilege to have a mother like her. a big privilege.
ummi, semoga kita cepat bertemu lagi, its been almost a year since the last time I hugged you.
curhat tentang sesuatu atau sambat itu memang paling enak ke orang yang juga sudah pernah menjalankan fase yang saat ini kita jalani supaya orang yang kita ajak bicara ngga hanya ber-oooh atau manggut-manggut aja, tapi bisa memberi saran yang bisa jadi jalan keluar kita.
sama halnya dengan skripsi.
sebagai mahasiswa sastra arab, rasanya aku ngga bisa ‘plong’ kalau curhat, sambat, atau nanya ke teman yang bukan anak sastra arab juga. apalagi kalo anak sains. anak soshum yang bukan bahasa aja kadang ngga ngerti juga. kadang suka gemes dan geregetan aja sama orang-orang yang ngga paham tapi terus-terusan nanya progres skripsiku, nyuruh segera selesai, padahal ih cobaaa deh sini kerjain skripsinya :(
tapi kalau cerita ke sesama anak sastra arab tuh rasanya plong banget karena mereka ngerti gimana strugglenya ini semua, kesulitan-kesulitan yang pernah dihadapi kurang lebih sama, dan otomatis dia bisa ngasih jalan keluar yang pernah dia ambil sebelumnya dan berhasil.
semalam nanya ke salah satu teman, niatnya nanya kaidah nahwu aja tapi jadi curhat kemana-mana, dan dia juga ngasih jalan keluar yang ngga pernah aku kepikiran sebelumnya. aku ngerasa ‘normal’ ketika aku cerita kesulitanku dan dibalas dengan ‘iya emang gitu fa semiotik, di situ lah struggle-nya, aku juga kemarin gitu, lalu aku blablabla <insert solution>’.
terharuuuu banget kalau nanya ke teman dan mereka emang dengan sukarela memberikan waktunya untuk membantu aku :’) alhamdulillah teman-temanku baik-baik. apalagi sampe niat nyari teks lengkap objek skripsiku di internet dan ikut berpikir buat bantu aku.
masa-masa skripsi ini emang kayaknya masa tersulit dalam perkuliahan karena musuhnya jelas-jelas adalah diri sendiri.
ayo semangat, fafa dan semuanya yg lagi skripsian :D
senin minggu keempat
capek. dah gitu aja. wkwkw
hari ini berjalan tidak sesuai rencana, tapi ngga papa, aku bersyukur sama yang terjadi hari ini.
rencanaku hari ini awalnya di kos aja, ngerjain skripsi dan bekerja dari kos. lalu tetiba jam setengah 8 pas banget abis masak sarapan, dichat dosen dan mau ngga mau harus ke kampus untuk nyelesein urusan itu. buru-buru mandi dan alhamdulillah udah masak jadi bisa bawa bekal makan siang ke kampus.
sampai kampus, urusan sama dosen selesai, lanjut laptopan sendiri di ruang baca sampai usri datang. ba’da dzuhur dan makan siang, usri dichat salah satu dosen untuk beli makan siang buat beberapa dosen yang lagi syuting di studio dan buat aku sama usri. tadinya mau pake grabfood aja tapi apa daya ngga ada promo yang oke. akhirnya aku sama usri naik motor beli makan.
jam 3 dichat adik tingkat, diminta untuk menemani dia yang selama pandemi ini tinggal di rumah dosbingku untuk dua hari. kaget, bingung, bisa ga ya. bisa deh. akhirnya langsung balik ke kosan karena udah mendung banget. mandi, beres-beres, cus berangkat rumah dosen yang jaraknya 7 km dari kos dengan ngebut dan nyalip-nyalip karena udah gerimis.
alhamdulillah tadi pagi masak jadi bisa bawa bekal
alhamdulillah tadi dibawain ayam ungkep frozen sama usri yang bisa dijadiin lauk buat di kos
alhamdulillah tadi dibeliin makan siang sama dosen yang kumakan sore
alhamdulilah tadi bisa ngebut dengan selamat sampai rumah dosen karena kejar-kejaran sama hujan
alhamdulillah bisa ketemu dosbing lagi setelah sebulan nggak berjumpa dan alhamdulillah kesehatan beliau sudah cukup membaik
senin ini emang ngga berjalan sesuai rencanaku yang ingin berdiam di kos aja, tapi ternyata banyak yang bisa disyukuri hari ini :’)
tentang privasi
tiba-tiba mau nulis ini karena tadi lihat whatsapp statusnya Ita tentang privasi nomor telepon yang 100% aku setuju.
lalu kepikiran, hidup di zaman serba canggih seperti sekarang ini rasa-rasanya susah sekali mau punya privasi atau jangan-jangan memang kita yang tanpa sengaja ‘membuka-buka’ privasi kita? melalui unggahan di instagram, cuitan di twitter, atau sekadar sambat di whatsapp status.
well, gimanapun privasi orang itu beda-beda sih. bagiku privasi, belum tentu bagi kamu privasi. misalnya hari ulang tahun, ada orang-orang yang memang ingin memasang tanggal lahirnya di media sosial supaya orang-orang tahu, tapi ada juga yang tidak ingin banyak orang yang tahu tanggal lahirnya. itu aku. wkwkwk.
kalau tadi statusnya Ita itu tentang nomor telepon. pernah nggak sih tiba-tiba ada yang hubungin kamu karena ada perlu sesuatu lalu ternyata dia dapet nomor kamu dari si X dan si X ini nggak bilang ke kamu kalau mau membagikan nomormu. aku pernah, dan yaaa jujur risih. karena bagiku, nomor telepon itu privasi dan nggak bisa sembarangan orang yang tahu. kalau bagi kalian enggak, ya nggak papa.
kadang suka kepikiran, aku yang bukan siapa-siapa aja kalau diusik privasinya ngerasa nggak nyaman ya, nggak kebayang gimana kehidupan para publik figur yang rasanya bener-bener nggak punya privasi. segala lika liku kehidupannya, masalahnya, hartanya, banyak orang yang tau. ditambah dengan banyaknya akun-akun lambe yang nyebarin. jujur suka bingung banget sama orang-orang yang ngikutin akun-akun gituan apalagi kadang akun lambe tuh followers-nya sampai ratusan ribu. wkwkwkw.
aduh ini tulisannya nggak berarah, maaf ya, emang asal nulis aja, biarkan tulisannya mengalir, haha.
di kehidupan media sosial memang rasanya semuanya jadi abu-abu, udah nggak ada lagi yang hitam putih. informasi ABCD yang saling tumpuk sampe gatau mana yang bener. kadang juga segala sesuatu tentang privasi jadi bias. ngga bisa bedain mana lagi yang privasi dan lebih baik ngga dibagikan ke khalayak umum dan mana yang bukan privasi sehingga sah-sah aja dibagikan.
lagi-lagi, apa yang disebut privasi itu tergantung orangnya.
yah, semoga kita tetep bisa mengontrol diri apa yang baik kita bagikan ke khalayak umum dan mana yang bukan dan yang paling penting semoga kita selalu bisa menghargai privasi orang lain, nggak nyinyirin orang lain yang emang ngga membagikan sesuatu yang kita bagikan, nggak menganggap orang lain ‘ngga update’ hanya karena feeds dia beda seperti kita. apa-apa yang tidak dibagikan itu, baginya mungkin privasi.
selamat akhir minggu~
Hujan adalah pertentangan Antara kebenaran untuk mengembalikan Dan kejujuran ingin menyimpan Tidak ada utuh dimiliki Jarak, waktu, apalagi hidup Kecuali batas-batas Kebenaran tak bisa hilang Kejujuran selalu menang Menangkan!
- Mutia Prawitasari dalam Teman Imaji
just remember, “poverty” is a social construct. when the economy collapses, the farms don’t disappear. goods don’t vanish from the stores. poverty is created through exclusion. it is violence. so when you see articles about how the pandemic could “plunge billions into poverty,” please remember that it’s not the virus that’s creating poverty.
if i have a warehouse stored full of grain, and a drought wipes out your crops, it’s not the climate that’s making you starve, it’s me with my refusal to share my stockpile.
hujan malam-malam
aku mulai menulis ini jam 23.14, di tengah-tengah mengerjakan skripsi. jiahahaha.
biasanya jam segini udah siap-siap tidur karena emang lagi ngurangin tidur malam-malam agar bisa bangun lebih pagi. tapi tadi siang aku ketiduran dan sebelum magrib juga ketiduran (huft) jadi ngerasa bersalah aja gitu kalo tidur cepet karena tadi udah tidur :(
akhir-akhir ini jogja lebih sering hujan dibanding hari-hari sebelumnya. masih belum tiap hari sih. dua hari lalu hujan dari siang sampai malam. lalu hari senin mendung dan hujan deras siang-maghrib. lalu hari ini panas sekali, tapi ternyata menjelang tengah malam hujan juga.
lah. ternyata kalo diinget-inget hujannya udah tiap hari yak. hahaha. tapi belum yang seharian penuh mendung dan gloomy gitu maksudku. #ngomongsendiri
tiba-tiba kepikiran, ketika hujan datang, ada banyak pilihan respon yang bisa kita ambil.
kita bisa menggerutu karena hujan membuat kita tidak bisa berpergian, atau kalau berpergian juga ribet karena harus pakai jas hujan, bawa sandal jepit, bawa kaus kaki ganti, belum lagi kalau kena cipratan dari kubangan. kadang kesal juga kalau kamar kita bocor dan ketika hujan harus siap sedia ember dan kain pel, juga menyingkirkan barang-barang berharga supaya nggak basah. belum lagi kalau baru ngejemur pakaian lalu hujan, siapa yang nggak bete coba ya? aku pun cukup bete kemarin ketika baru jemur jam 9, lalu jam 11 hujan :” alhamdulillah pagi sampai siang tadi terang jadi cucianku kering semua.
atau kita bersyukur masih dikasih hujan, alhamdulillah beberapa daerah yang sudah kekeringan bisa kembali mendapatkan air. alhamdulillah karena hujan cuaca jadi tidak terlalu panas sehingga kaum-kaum tanpa kipas sepertiku jadi nggak keringetan-keringetan amat. alhamdulillah karena hujan jadi ada tambahan backsound yang menenangkan saat tidur. hujan tuh kan air dari langit yang sering banget Allah sebutkan di Alquran ya, yang pastinya manfaatnya banyak banget, terutama dari hujan ditumbuhkan tumbuhan-tumbuhan yang akan kita makan di kemudian hari. alhamdulillah tinggal di Indonesia yang masih sering dikasih hujan, yang nggak sekering di timur tengah atau belahan bumi lainnya yang jarang hujan. alhamdulillah kadang-kadang kalau habis hujan ada pelangi yang sangat cantik dipandang.
jangan lupa persiapkan musim hujan-kit mu, jaket, kaus kaki, sweater, minuman hangat, makanan berkuah. jaga kesehatan dan jangan lupa baca doa ketika hujan turun.
in the midst of figuring things out
lately ive been thinking about so many things, been reading so many topics, been paying attention to how everything works and realizing that some people are changing. and thats ok.
some people my age are moving to their new chapter of life. graduating, job seeking, working, and some doing nothing. some still struggling to graduate. some still struggling to even find what do they wanna do with their life. and then there’s me, sitting on my desk, figuring everything.
have you ever thought that you just want to be an ordinary person? like, i see a lot of people are competing and fighting hard to be a cool person. working in a famous or big company, having a good position, earning a lot of money, being known by a lot of people, branding themselves that good when i know how they are in the reality.
i know its not fair to compare how do they look on social vs how they actually behave in real life. but the truth is; most of what people post on social are lies. just be honest to yourself, how many people who dares to post their vulnerabilities to the social media? and are you one of them?
its almost a year since i deleted my personal instagram account for the second time. first time was in the beginning of 2019 and the second time was last march. i do still have an instagram account without my identity on it and i just use it to gain my knowledge. i dont even follow my friends. sometimes there’s still a desire to make a new one and posting everything like I used to do before. sharing my writing, my life, making everyone know that my life is like this and like that. but i just cant, the personal data issue that ive been dealing all this time made me can’t do it.
but i cant lie to myself that whenever i go to my friends’ profile just to see what they’re up to or just checking them out, i still get that comparation feeling which is clearly bad for myself. some of you might say that comparation is good to motivate us, but for me comparation is good to make me feel like a trash, again.
so here i am, just trying to live my life, focus on what i want to do, focus on pursuing where do i want to continue my life after graduate (which is not happening yet). maybe im scared of taking risks, maybe i dont want to struggle more, or maybe i just realllly want to be an ordinary person. i just dont want people know me because of my position or my privileges, or because my family. i just want people to know me because of myself.
im a human and i keep growing everyday. so please just dont mock me if in the next few years you find me not thinking like this anymore. lol.
this is just a random thought in the morning and its ok if you think that this is a nonsense.
have a good monday, everyone.