Kita memang tak sering untuk bersapa.
Tak pernah berencana untuk bersua.
Kita masih duduk di meja yang berbeda.
Masih belum ada waktu untuk berjumpa.
Aku seorang lelaki yang baru mengenalmu secara singkat.
Memperhatikanmu tanpa telat, nan berencana menghilangkan sekat.
Telah ku persiapkan sebuah bahu dan telinga yang cukup kuat.
Teruntukmu.
Tertanda,
Aku.













