[Hujan di Stasiun Tua]
Hujan turun hari ini, di sebuah stasiun tua Jakarta.
Bejana penuh akan air mata langit saat senja.
Langit tidak lagi memendar sore ini, cahayanya terhalang untuk merangsak turun.
Alunan panggilan kedatangan kereta bersahut dengan lagu indie yang kudengarkan.
Waktu terus berjalan, berdetik tiada henti, namun tak juga lukisan penuh warna menghiasi cakrawala.
Ya, ia adalah pelangi. Kehadirannya kerap kali membuat orang tersenyum bahagia.
Kamu mungkin satu dari sekian banyak hal yang dapat membuatku tersenyum tanpa paksa.
Layaknya sanubari yang mengerti apa yang ada di dalam dada.
Aku tak pernah memintamu untuk membalas cinta.
Sebab terkait rasa, kita tidak boleh memaksa.
Setiap orang wajib untuk memilih dan dipilih dengan kehendaknya sendiri.
Selamat sore, untukmu nan jauh disana.
Dariku, pria yang mencintaimu.








