Salah dua sebab sibuk, yaitu (1) memang banyak kegiatan dan (2) gara-gara bersantai di waktu yang bukan seharusnya alias lalai.
- sibukmu yang mana?

Andulka
AnasAbdin

Kiana Khansmith

PR's Tumblrdome
almost home

titsay
🪼
dirt enthusiast

Love Begins

祝日 / Permanent Vacation
wallacepolsom

oozey mess
we're not kids anymore.
No title available
TVSTRANGERTHINGS
styofa doing anything
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
h
cherry valley forever
YOU ARE THE REASON
seen from Brazil

seen from United States
seen from South Africa
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@supermaxima
Salah dua sebab sibuk, yaitu (1) memang banyak kegiatan dan (2) gara-gara bersantai di waktu yang bukan seharusnya alias lalai.
- sibukmu yang mana?
Peka tapi bermuka dan/atau bermulut lempeng itu berat*. Eh, gak selalu sih. Kadang aja.
- *karena beda tipis sama penampakannya bodo amat.
Undangan
"Bentar lagi kita pisah, ya? Akunya tolong jangan dilupain. Kalau udah siap undangan, kabarin!"
"Gak, ah! Aku gak mau ngabarin."
"Eh, kok?!"
"Iya, soalnya aku mau nama kita yang ada di undangan itu."
"Sembarangan! Ngaco kamu!"
"Bener, tau! Namaku di dalam, namamu di luar. Kan aku ngundang kamu, gak cuma ngabarin."
"Asdfghjkzl"
***
ZA | Otista, 19 Februari 2018
Kalau cukup berani, nanti pas ada yang tanya-tanya buat nagih undangan, coba tanya balik "namamu mau ditulis di dalam apa luar?" Kalau berani, ya coba aja. Risiko tanggung sendiri! Haha
Pernah penasaran gak sih sama orang-orang yang senantiasa update daily life mereka di lini masa? Mereka ngapain sih? Do they really enjoy it?
- Kalau pernah, mungkin sudah saatnya menjawab pertanyaan "kok bisa sesering itu mantengin update-an orang lain? Sendirinya ngapain?"
Menikmati sendiri, tapi tidak ingin ditinggal pergi
Bicaraku boleh jadi melukai hatimu Diamku boleh jadi menyayat hatimu Segala tindakku boleh jadi menyakiti hatimu Kamu tahu itu, kan? Aku tidak bisa menjanjikan apapun Bersamaku, tidak berarti kita tersenyum bersama Bersamaku, tidak berarti kita tertawa bersama Bersamaku, tidak berarti kita bahagia bersama Kamu tahu itu, kan? Kamu mantap menjawab iya Lantas, mengapa masih menetap? Hanya seulas senyum jawabmu setelahnya Aku tidak mengerti, tapi juga enggan bertanya lagi Aku sedikit takut jika ternyata kamu bersiap pergi *** ZA | Otista, 14 Januari 2018 Terima kasih orang-orang (terdekatku) yang hingga hari ini masih bertahan membersamai.
Menurutmu? (2)
"Menurutmu, mengapa tidak banyak orang yang jujur mengutarakan perasaannya? Khusunya perasaan memuji dan mengagumi."
"Mungkin malu."
"Mengapa malu? Kalau memang tidak berani mengatakan langsung, toh masih ada cara lainnya, kan? Entah lewat tulisan maupun tindakan."
"Ng... Harus ya? Menurutmu, mengapa rasa kagum harus disampaikan?"
"Itu namanya apresiasi! Sebuah penghargaan. Aku yakin kamu sendiri pernah mendapatkannya. Bukan kah menyenangkan?"
"Ya, mungkin."
"Mungkin?"
"Bisa jadi itu hanya perasaanku seolah diapresiasi, padahal si pemberi pesan tidak bermaksud demikan."
"Mendengar semua ucapanmu, aku berani bertaruh kamu sangat jarang memuji orang lain. Benar, kan?"
"Menurutmu?"
"Ck! Ayolah, kamu tidak perlu seawas itu. Asalkan tulus, tidak ada salahnya sesekali menerima dan memberi pujian. Trust me, it hurts no one. Justru dengan kamu menolak pujian itu sendiri yang berisiko menyakiti hati orang lain. Dengan porsi yang pas, aku percaya pujian bisa memupuk semangat baru. Kamu harus mencobanya!"
"Akan kuusahakan, terima kasih."
"Sama-sama. Selamat kamu sudah memulainya!"
"Kapan?"
"Baru saja. 'Terima kasih' merupakan bentuk apresiasi yang paling sederhana. Mudah, kan?"
"Mudah-mudahan. Aku masih berusaha. Terima kasih."
***
ZA | Jakarta, 08 Januari 2017.
Skenario 2.
Menurutmu?
"Menurutmu, mengapa tidak banyak orang yang jujur mengutarakan perasaannya? Khusunya perasaan memuji dan mengagumi."
"Mungkin malu."
"Mengapa malu? Kalau memang tidak berani mengatakan langsung, toh masih ada cara lainnya, kan? Entah lewat tulisan maupun tindakan."
"Hmm, kurasa tidak sesederhana itu. Interaksi antarmanusia selalu rumit, terlebih jika kedua pihak berbeda frekuensi."
"Maksudmu?"
"Contohnya kita; kamu dapat dengan mudah menerima dan mengutarakan pesan secara verbal dan langsung, sedangkan aku tidak."
"Jadi, kamu malu?"
"Ng.. Kurasa istilah 'malu' pun kurang tepat. Menurutku, aku telah mengutarakan pesan-pesan yang ingin kusampaikan dengan caraku. Hanya saja, mungkin memang tidak banyak yang memahami."
"Kalau begitu, mengapa kamu tidak menyampaikannya dengan cara yang dipahami banyak orang?"
"Sudah kukatakan, interaksi manusia itu rumit. Lagipula, seperti yang kamu tahu aku tidak pernah berniat mencuri perhatian khalayak. Menurutku, bertemu dengan orang-orang sefrekuensi sudah cukup meskipun jumlahnya tidak banyak."
"Jadi, kita sefrekuensi?"
"Menurutmu?"
"Ya ampun! Aku butuh jawaban bukan pertanyaan! Harusnya kamu tinggal jawab iya atau tidak. Selesai."
"Hahaha, kamu sendiri sepertinya tidak bisa menjawabnya. Rumit, kan?"
***
ZA | Jakarta, 07 Januari 2017.
Skenario 1.
Idealnya, selalu ada yang harus mengalah. Bukan ada yang harus selalu mengalah.
Masalahnya, kadar penting sesuatu tidaklah sama di setiap mata (sehingga berujung pada ada yang merasa selalu mengalah)
Egois itu beneran kodratnya manusia, ya?.-.
Cita-cita sih gak mau jadi orang egois, tapi rasa-rasanya juga gak sanggup jadi orang selfless ._.
Balance
"Serius amat sih lu?"
"Bisa jadi."
"Kok bisa jadi sih?! Udah pasti lah itu!"
"Menurutmu."
"Ha?! Apaan sih?"
"Bisa jadi aku memang seserius anggapanmu, atau ini soal frekuensi selow, humor, jokes, dan semacamnya dari kita yang beda."
"Hm, bisa jadi. Tapi gue terlanjur ngecap lo orang serius."
"Ya sudah, bebas."
"Tuh, kan! Lurus amat sih, lo!"
***
Pernah penasaran gak sih, kenapa ya kita bisa sreg sama si A tapi biasa aja sama si B? Karena A stands for asik, B stands for b aja- apadeh haha. Kalau inget-inget teori klasik sih, ujung-ujungnya pasti berkaitan sama keseimbangan. Dan, menurutku ini relate di banyak aspek kehidupan, termasuk urusan pertemanan ini.
Canggihnya kita ini, manusia seolah punya sistem autobalance masing-masing gitu. Kita bisa menyesuaikan diri tergantung situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kalau istilah biologinya, adaptasi sebagai salah satu mekanisme bertahan hidup. Keren ya? MasyaAllah, pokoknya!
Nih ya, satu orang aja bisa jadi punya lebih dari satu 'image'- tergantung lingkar pertemanan. Sepakat, kan? Di circle 1, si A bisa jadi terkenal bawel dan ceriwis tapi di circle 2 malah terkesan irit bicara. Jangan lupa juga kalau jumlah circle yang dimiliki seseorang itu jumlahnya ada sebanyak n. Jadi, ada benernya juga quotes beken dari Frank Ocean, "Don't get confuse between my personality and my attitude. My personality is who I am, my attitude depends on who you are."
Kalau begitu, berarti personality sesorang tetap misterius sampai kapan pun dong? Iya, gak, sih? Hanya yang bersangkutan dan Tuhan yang tahu.
Dah, sekian.
***
ZA| Jakarta, 03 Januari 2018
- Tulisan opini agak panjang tanpa draft pertama di tahun baru, silakan dikoreksi jika ada yang menyimpang. Terima kasih.
- Dan di antara doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: أَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِى الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ “Aku memohon rasa takut kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi maupun nampak”.[HR Ahmad, 18351 dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni].
You never walk on my shoe, so you don't know what I've been through.
Terlihat indah, terdengar menakutkan.
- kembang api.
I go nowhere but my porch so I can see them colouring the sky: beautiful. When I close my eyes, I only see black and hear they sound like the firing guns and exploding bombs in a war: horrible.
Fireworks | Jakarta, 010115. (via supermaxima)
31.12.2017. I do the same, not exactly but almost.
"Why it is growing instead of blooming?"
"Simple. Every survive plant must be growing. But, not every plant is created to bloom (by having flowers)."
"Okay, then?"
"Just grow yourself! You might not have beautiful flowers, but your lush green leaves would shade us."
Sebuah janji kepada diri sendiri: you have to grow wherever you are!
- it might be not easy, but you have to try. You did once, and you need to do it again and again. Blooming is not your target, growing is! Blooming is your bonus.
Rantaunya Si Anak Rumahan
Dilahirkan di Alabio, sebuah desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Ia menetap di sana sejak 1995. Empat tahun berselang, 1999 sang Ayah dipindahtugaskan ke Kecamatan Juai -yang dulu masih termasuk HSU, sekarang Balangan. Tidak terlalu lama, pada 2001 kehidupannya kembali berpusat di Alabio.
Sekitar tahun 2002/2003, ia kembali berpindah tempat tinggal. Kali ini tidak terlalu jauh, masih dalam kabupaten yang sama, HSU. Hanya sementara, sebab tempat tinggal pun masih berstatus milik orang lain.
Baru 2004/2005, ia akhirnya menetap pada sebuah rumah yang berstatus milik kedua orangtuanya. Berpindah sedikit-menyeberang jembatan, Alamatan ke Kota Raja. Di tempat inilah kehidupannya berporos hingga 2007.
Tiga tahun berlalu, kehidupannya berkutat di tanah Sunda. Kota kembang. Bukan tanah jawa pertamanya tapi kota pertama di luar Kalimantan yang menjadi tempat tinggalnya. Rumah kedua. Pun demikian, Cianjur, Jakarta dan Surabaya menghadiahinya cerita tatkala 2012.
2013 menjadi gerbang untuk menyambut tempat tinggalnya yang baru, Jakarta! Empat tahun dihabiskan dengan berkutat di bagian timurnya, Otista. Jangan salah! Dalam rentang itu, terselip kisahnya di beberapa wilayah. Sempat ia menyambangi Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Serang, Malang, bahkan Bali dan Lombok. Oh ya! Jangan lupakan kesempatan yang tiba-tiba saja terbuka untuk bertolak ke Mekkah dan Madinah. MasyaAllah!
2017 sebentar lagi berakhir, tetapi kisah rantau ini sepertinya justru akan membuka lembaran baru. Bismillaah, laa hawla wa laa quwwata illa billah.
***
ZA | Otista, 22 Desember 2017
There are people who care about you more than yourself do.
- iya, ada. Jazakumullah khairan katsir wa jazakumullah khairan jaza.
Be busy! Then you'll have no time to be panic, sad, worry, overthink, etc.
- hopefully there will be no regret in the future.
Mana yg katanya percaya sama 2:216?! 10:107?!