
PR's Tumblrdome
sheepfilms

⁂
d e v o n

No title available
almost home

Kiana Khansmith

titsay

★
todays bird
Misplaced Lens Cap
Cosimo Galluzzi
hello vonnie
tumblr dot com
Not today Justin
trying on a metaphor
dirt enthusiast
No title available
styofa doing anything

No title available
seen from France

seen from Türkiye
seen from Germany

seen from France
seen from United States

seen from France

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from India
seen from Sweden

seen from South Africa

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
@superzenstarlight
•ᴥ•Practicing My Confession II Jinyoung [Part 1]•ᴥ•
If you’re an introvert, follow @introvertunites.
and it’ll feel awkward...
160819 Gangnam Fansign I KEN Fly - do not edit
_B1A4OFFICIAL: B1A4 3rd Album [Good Timing] Title ‘거짓말이야’ #B1A4 #거짓말이야 Coming Soon 2016. 11. 28 AM 00:00
cr: 쟈니마루ⓙ ♡ please do not edit.
do not edit | © cupid’s bow
[ENG SUB] 151122 SEVENTEEN Happy Birthday Woozi V App! - (cr: CYPHER CYKO!)
[ENG SUB] 151120 SEVENTEEN V APP Ep.1 - (cr: SVTdiamond Subs)
Karena Setiap Cerita Ada 'Tuk Menjadi Pembelajaran Bagi Pembacanya
VIXX OT6 wallpapers requested by anon
please like/reblog if you save
Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar. Sekali kau bisa mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apa pun wujud kehilangan, kau akan siap menghadapinya. Jika pun kau akhirnya tidak memiliki, besok lusa kau akan memperoleh pengganti yang lebih baik.
*Novel "RINDU", Tere Liye
Hello!! I remember I read something (a while ago) about learning korean and you gave some links; but now i can't fin it... I'm soo sorry, but can you help me? Which were those links? I want to start learning :) I'll take this chance to thank you all for your hard work! You're amazing!!!
You are welcome!! yes i remember, you can read the ask/answer with the links here also since then i have set up a chatgroup/page using kakaogroup for those learning korean where you can chat and ask questions while studying :) you can join using this link
-Admin R
ps if you want to ask me anything regarding korean studies this is my twitter acc fastest way to get an answer ^_^
-Inspirasi Pagi-
Pagi ini setelah gua menjalankan aktivitas rutin bersih-bersih rumah, gua mantengin siaran salah satu stasiun tv swasta favorit gua. Dan Ibu yang udah selesai dengan urusan ponselnya duduk di sebelah gua sambil ngemilin bakpia kacang ijo yang baru aja dibelinya di Malang semalem. Setelah si Ibu selesai ngemil, beliau mulai mengoceh, tapi ocehannya bukan ocehan ala ibu-ibu tukang gossip. This is something different. Serasa lebih sarat makna dan itu yang paling gua suka kalau Ibu udah mulai nyerocos tentang apa yang baru saja ia alami.
Jadi, selama tiga hari kemaren, mulai dari hari selasa hingga hari kamis, beliau ditugaskan untuk mendatangi sebuah workshop yang diadakan di kota yang terkenal dengan produksi apelnya, yaitu Malang. Workshopnya berisi tentang kepenulisan karya ilmiah gitu-gitu. Tapi yang mau gua bahas disini bukan hasil workshopnya karena gua sendiri juga nggak tahu apa-apa tentang hasil workshopnya. wkwkwkwk.
Nah, ibu gua berangkat bareng dua guru lainnya yang berasal dari kabupaten yang sama. Keduanya sama-sama perempuan, yang satu guru di salah satu kecamatan di kota gua dan satu lagi merupakan salah satu guru di SMA gua. Tapi sayangnya gua nggak pernah diajari beliau. Heheheh. :D
Ibu guru yang dari kecamatan ini-walaupun ibu gua juga guru kecamatan sih, sebenernya- punya seorang suami. Dan dari sinilah inti tulisan ini gua mulai. Eiiitttsss, sebelum itu, gua mau memperingatkan dulu. Gua bukan mau ngomongin masalah rumah tangga si ibu guru tersebut dengan suaminya. But a great inspiration behind that.
Yang ingin gua share adalah tentang behind story dari si suami dari ibu guru tersebut. Supaya gua lebih enak nulisnya maka gua ubah jadi si Bapak Dosen. Yap, suami dari ibu guru tersebut adalah seorang dosen di sebuah kampus ternama dan beken di Surabaya sana.
Kalian tahu? Bapak dosen tersebut merupakan seorang lulusan dari sebuah SMA kecamatan yang saat ini jadi tempat ibu gua ngajar. Dulu, semasa sekolahnya Bapak Dosen ini jarang masuk sekolah. Tapi herannya, nilai-nilainya semasa sekolah dulu bisa dikategorikan bagus. Nah, lo. Ada kan ya, orang yang dia dikenal sering nggak masuk dan cap jelek lainnya tapi bisa ngalahin anak-anak yang belajar mati-matian sampe lupa makan dan kawan-kawannya. Nah, beliau salah satunya.
Terus, setelah beliau lulus SMA, beliau diterima di salah satu perguruan tinggi ternama di Bogor lewat jalur PMDK. Mungkin kalau istilah beken sekarang itu lewat jalur bidikmisi. Saat tahu kalau anaknya diterima di universitas ternama tersebut, orang tua beliau bingung. Mereka bingung bagaimana cara untuk membiayai beliau berangkat ke Bogor. Pasalnya, beliau merupakan anak kecamatan yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Hingga pada akhirnya, seperti orang tua kebanyakan yang ingin menyekolahkan anaknya hingga bisa meraih kesuksesan, orang tua beliau mencari pinjaman uang sebagai uang saku beliau untuk berangkat ke Bogor.
Sebulan di Bogor, beliau bukan lantas hidup lebih nyaman karena sudah mendapatkan beasiswa tersebut. Akan tetapi justru kehidupannya di luar bayangan kita. Selama sebulan pertama di Bogor, beliau tidur di masjid lantaran belum punya biaya untuk menyewa kos. Tetangga sekitar masjid yang heran kemudian bertanya apa yang beliau bawa dari kota asal ke kota rantau. Beliau menjawab bahwa beliau hanya diberi bekal ikan asin. Nah, dari ikan asin itulah kemudian beliau mendapatkan uang untuk menyambung hidup di kota rantau.
Kehidupan perkuliahannya pun penuh dengan perjuangan. Beliau tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli diktat kuliah. Tapi beliau tak kehabisan akal, beliau berinisiatif untuk meminjam buku dari teman kuliahnya. Jadi, setelah kuliah selesai, beliau akan mengunjungi kosan temannya. Pada saat malam hari, saat teman kuliahnya tidur, saat itulah beliau mulai meminjam buku diktat tersebut.
Itu sekelumit tentang perkuliahan, lalu untuk mengisi perut? Gua menemukan fakta yang sedikit mengejutkan. Jadi, uang beasiswa yang beliau dapat akan langsung beliau kirimkan sepenuhnya kepada kedua orang tuanya di kampung. Nah, pada saat temen kuliah beliau membeli makanan, temen-temen beliau akan membeli nasi dengan lauk semacam ayam dan sebagainya yang kalau dikonversikan di jaman sekarang biasanya harga nasi dengan lauk ayam itu seharga 9ribu ke atas. Dan ternyata teman-teman beliau terkadang tidak memakannya sampai habis dan malah membuangnya ke tempat sampah. Nah, beliau mengambil celah dari sini. Maksudnya, saat malam hari, saat temannya tidur tersebut, selain beliau meminjam buku di saat itu, beliau juga merogoh tempat sampah dan memakan sisa makanan temannya yang tidak habis tersebut. Nahkaaannn... Read it again guys.Dia pernah makan sisa makanan temannya yang dibuang di tempat sampah. What a surprising fact!!!!
Singkat cerita beliau berhasil lulus dari pendidikan S1nya yang ditempuh selama 3,5 tahun dengan predikar Cumlaude. Kemudian mendapatkan beasiswa S2 dan memiliki kesempatan untuk kuliah di Jepang selama beberapa bulan di sana. Beliau juga dapat menyelesaikan pendidikan S2nya 1,5 tahun dengan predikat Cumlaude. Lepas dari jenjang S2 beliau melanjutkan pendidikan S3nya yang kemudian juga mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di negeri kanguru, Australia. Dan tentunya beliau menamatkan pendidikan S3 dengan predikat Cumlaude. What A genius man!!!-Gua yang denger cerita ini cuman bisa cengo. He’s a genius from uptown!-
Naaaah, itu tadi kisah tentang pendidikan beliau. Mulai dari beliau yang notabene berasal dari keluarga yang tidak mampu hingga pada akhirnya menjadi seorang dosen dengan riwayat pendidikan terakhir S3 yang semuanya cumlaude.
Tapi sayangnya cerita beliau tidak hanya sampai di situ saja. Selesai menempuh pendidikan hingga tingkat S3 tak lantas membuat beliau berhenti belajar dan berkarya. Beliau merupakan salah satu orang yang mempunyai dedikasi tinggi untuk bidang penelitian. Dari cerita ibu gua yang bisa gua tangkap, gua menyimpulkan beliau itu punya jiwa peneliti sejati. Bayangkan saja, saat dia menjadi dosen, beliau mempunyai dua mobil yang masuk kategori bagus. Eits, bukannya mau cerita kenyamanan beliau setelah menjadi seorang dosen, tapi beliau berani mengorbankan mobilnya untuk membeli sawah yang nantinya akan dijadikan tempat untuk penelitian.
Jadi, beliau melakukan semua penelitiannya dengan biaya beliau sendiri atau istilahnya penelitian mandiri. Uang untuk penelitiannya dari mana? Beliau mendapatkan uang untuk melakukan penelitiannya sendiri salah satunya dari aset pribadi yang beliau miliki, salah satunya mobil.
Kata si Ibu, di salah satu desa di kota tempat gua dibesarkan ini, beliau memiliki lahan untuk pembuatan garam dengan geomembran yang notabene merupakan lahan yang dibelinya untuk menyalurkan hasrat penelitian. Selain itu beliau juga memiliki budidaya rumput laut sendir, petak-petak sawah sendiri. Yang semuanya itu dia beli semata-mata untu melakukan penelitian. Nah, disamping memiliki passion yang tinggi dalam hal penelitian, beliau juga memiliki dedikasi tinggi untuk menyejahterakan masyarakat di sekitar tempat dia tinggal. So, rasanya duit yang ilang buat penelitian nggak sebanding sama apa yang telah dicapainya.
Ada satu hal yang lucu dan unik dari Bapak Dosen satu ini. Beliau paling suka mengenakan sarung. Ya, sarung. Jadi, sebuah sarung bagi beliau seperti sebuah item fashion yang wajib dikenakan. Ada suatu cerita, beliau yang saat itu tengah di pantain dan tengah berurusan dengan rumput lautnya itu tiba-tiba diingatkan oleh pejabat pemerintah setempat untuk menghadiri rapat dengan bupati yang akan segera dimulai. Maka dengan santainya beliau langsung cus ke gedung pendapa bupati untuk menghadiri rapat tersebut. Guess what kind of clothes which he wore? Ya, dia mengenakan kaos, sarung dan sepasang sandal jepit. Guys, I’m not kidding. That’s the reality.
Beliau yang berpenampilan seperti itu ditambah lagi sebuah pikep (kendaraan bak terbuka) yang dia kendarai sempat membuatnya dihalangi oleh petugas penjaga dan tidak boleh masuk ke dalam pendapa. Si petugas tersebut beralasan kalau bapak bupati sedang tidak ada. -Not surprised for the security respon. Yaiyalah si Om penjaganya nggak ngebolehin masuk, hla tampilan beliau unik kayak gitu- Singkat cerita, akhirnya beliau diperbolehkan masuk ke dalam pendapa dan mengikuti rapat setelah menghubungi kepala disperindag dan mengajaknya untuk segera mengikuti rapat.
Beliau selalu heran jika sang istri melarangnya mengenakan sarung kemana-mana. Saat sang istri melarang, pertanyaan beliau selalu sama, “Emang salah ya kalau pakai sarung? Emangnya kalau pake sarung terlihat seperti merendahkan sesuatu?”. –Bapak, bukan masalah salah atau nggaknya sih, Pak. Tapi tentang pantas tidaknya.(u-u)-#tepok jidat
Nah, kurang lebih seperti itulah sekelumit kisah dari Bapak Dosen. Banyak hal yang bisa diambil kesimpulan. Mulai dari bagaimana beliau bisa bertahan hidup saat merantu di tempat orang untuk menempuh pendidikan, bagaimana dedikasi beliau untuk berbakti pada kedua orang tuanya, untuk memajukan masyarakat daerah sekitar tempat tinggalnya dan untuk penelitian, serta bagaimana beliau selalu bisa down to earth meskipun berentetan titel sarjana telah didapatkannya.
Gua berharap, dengan gua membagikan kisah nyata ini ke kalian, kita semua termasuk gua bisa selalu bersyukur atas apa yang Tuhan berikan pada kita melalui orang tua kita. Gua berharap, kita semua-termasuk gua- bisa selalu bersemangat untuk belajar dan mendedikasikan diri mengabdi pada bangsa.
Sebuah perubahan besar dimulai dari sebuah usaha kecil yang selalu berkelanjutan. Saat usaha kecil itu membuahkan hasil, hasil tersebut yang nantinya akan mengguncang dunia dan merubah wajah negara kita menjadi lebih baik lagi.
Semoga sebuah cita-cita yang digaungkan oleh salah seorang guru besar saya untuk mewujudkan Indonesia Emas dapat benar-benar tercapai. Aamiin.
Thanks for reading. Maafkan kalau banyak kekurangan dalam tulisan gua ini. Semoga menginspirasi. And Bye~
~PpyonG~
Saat pengen nulis mumpung dapet inspirasi. Eh, begitu buka laptop langsung ke'distract' sama fanfic. Argh, let me cryyyyy~~~ TT^TT
Kan kesyeeeeellllll >-<
Kalau semua orang pacaran, maka bukan berarti kita ikut-ikutan pacaran. Lebih baik sibuk sekolah, bekerja keras, meniti karir, melakukan hal positif. Daripada nambah dosa dan sakit hati. Ingat, emas itu mahal karena langka. Coba kalau seperti batu, banyak banget jumlahnya. Tapi satu ton batu jelas masih mahalan 10 gram emas. Jadilah barang langka, tidak ikut-ikutan, maka kalian juga akan bernilai jual mahal. *Tere Liye
Semoga selalu bisa menjaga hati. Karena semua ‘kan indah pada waktunya. :D
I'm sorry. I don't know how to respond. Cuz I'm bad at it. :'(