what goes around, comes back around
Share you’re kindness
Cosimo Galluzzi
h
Show & Tell
hello vonnie
noise dept.
𓃗
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
The Stonewall Inn
$LAYYYTER
tumblr dot com

PR's Tumblrdome
Interview Vampire Daily

if i look back, i am lost
I'd rather be in outer space 🛸
★
art blog(derogatory)

shark vs the universe

blake kathryn

Love Begins

seen from Italy

seen from Germany
seen from Kenya
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Vietnam

seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from Belgium
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Italy
seen from Colombia
seen from Netherlands

seen from Argentina
@syarainspire
what goes around, comes back around
Share you’re kindness
“Memberi selagi bisa, berbagi selagi ada”
Jangan menjadi manusia yang merugi, kematian hanya meninggalkan nama di dunia, dan semua amal perbuatan akan dicatat oleh malaikat
Cerita sedikit; kalau udah ketemu anak-anak yang masih punya semangat gini sometimes bikin saya jadi malu (banyak-banyak bersyukur) keadaan tidak membuat mereka pasrah untuk menjemput mimpi. So, jangan banyak mengeluh dan merasa kurang. Kali ini saya yang belajar dari kalian, karena usia bukan menjadi halangan untuk memberikan inspirasi kehidupan
Wahai laut yang temaram, apalah arti memiliki? Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami. Wahai laut yang lengang, apalah arti kehilangan? Ketika kami sebenarnya menemukan saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak saat menemukan. Wahai laut yang sunyi, apalah arti cinta? Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun? Wahai laut yang gelap, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.
Gurutta, Rindu
Ingatan Tentang Kalian
Dalam ranah yang mereka sebut keabadian Aku bersemayam ingatan tentang kalian Kudekap dan kuucap namamu satu demi satu Sebelum lautan cahaya melarutkan kita dan waktu Walau tiada aksara di sana Walau tiada wujud yang serupa Tanpa pernah tertukar aku menemukan semua Seperti engkau semua menemukanku Empat, lima, dan enam Berapa pun bayaknya kita tersempal Perlahan lebur menjadi tunggal Dua, satu, dan kosong Bersama kita lenyap menjadi tiada Dalam ranah yang mereka sebut kehidupan, Aku dan kalian menangis dan merenggang di antara ruang Aku dan kalian tersesat dalam belantara nama dan rupa Masikah kau mengenali aku? Masikah aku mengenalimu?
-Dee dalam tulisannya-
Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. Tidak cuma sebelah. Dan, cermin itu sangat dekat
Life is about we helping each others
"Bodoh adalah ketika kita berdiam diri, sementara diluar sana banyak hal yang dapat kita lakukan"
Apa yang patut kita banggakan, manusia tampak begitu kecil, apalagi di hadapan-Nya.
Puncak Mt. Prau (19 Oktober 2014), saya sangat dekat dengan langit namun kaki ini masih berpijak di bumi
Penyakit Hati
Holla night, setelah sekian lama tumblr dipenuhi sama semut-semut yg lagi seneng main di sela-sela huruf *heran. Lets writting again :)
Penyakit hati?
iyah, kalau lagi patah hati, jadi sakit nih dada berasa sesak. Sakitnya disini kakakk (sambil pegang dada).
Penyakit hati?
iyah, ketika organ hati tidak berjalan sesuai dengan fungsinya. *sok anak kedokteran ajah hahaa
Penyakit hati?
Penyakit hati yang dimaksud adalah penyakit yang kadang membuat manusia buta (tidak mau melihat keadaan lingkungan sekitar), tuli ( semua saran hanya dianggap angin lalu, yg penting saya itu BENAR), bisu ( bicara enggan, emosi lebih besar dibandingkan akal dan pikiran). Mungkin kalian pernah mengidap penyakit ini *upss waspada yah guys* dan saya juga pernah mengalami. Iri, dengki, sombong, adalah beberapa penyakit hati yg patut diwaspadai.
Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)
sungguh penyakit ini lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena penyakit hati dapat mengakibatkan kesengsaraan di neraka abadi.
quote by me:
"lihatlah keatas kau nampak kecil dihadapan-Nya, apa yg patut engkau banggakan hanya amalan ibadah yg membedakan seseorang di hadapan Allah SWT. Lihatlah kebawah, sungguh perbanyak-banyaklah bersyukur akan nikmat dan karunia yg telah kita dapatkan"
Semoga kita terus berusaha untuk menjadi insan yg lebih baik lagi. :) :) :)
Allah has created us being a little family. I extend gratitude for every single moment with you all. Now, my best brother should go first, take care and keep healthy. Always putting Allah Subhanahu wa Ta'ala first in your life!! 😢👵👨👧👴👋
Ready to finding dory 🐠🌊 #lombok #gilitrawangan #visitindonesia #13cm
Ini semua hanya sebuah waktu, dimana Allah telah memberikan waktu yang TEPAT mungkin diluar dari rencana kita. Dan benar waktu itu tepat hadir ketika saya menadahkan kedua tangan ditiap malamnya, dan kini Allah memberikan jawaban atas semua cerita dan harapan yang saya panjatkan kepada-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemberi harapan kita, cukuplah hanya kepada Allah kita bergantung, karena Ia tidak pernah mengingkari janjinya.
Jika pujian selalu engkau harapkan, akan jauh hatimu dari ketenangan. Sungguh pujian orang atas diri yang diungkapkan itu sumber bencana, jadikan atas Allah dan menghanguskan amal dengan riya. Selama kita masih nyaman dipuji, selama itu masih ada penyakit hati. Sampai kita lebih nyaman dengan amal tersembunyi, saat itulah kita merasakan kedekatan dengan Sang Ilahi
#running #saturdaymorning #sunshine (at Let it burn 🎶)
Untuk mencapai sebuah tujuan perlu usaha bukan hanya sekedar keinginan untuk mencapainya, namun tindakan yang nyata. Halangan itu pasti ada bukan hanya satu bahkan mungkin ribuan. Dalam hidup itu tidak mulus, kerikil pasti berdatangan. So, PRAY, BELIEVE, DO !
-mae-
Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat, yang satu daripadanya pandai berbicara dan yang satu lagi diam saja. Yang pandai bicara itu adalah Al-Quran dan yang diam adalah maut"
Catatan Salim A Fillah
Pak Prabowo, kami memilih Anda.... Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.”
Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. Barangkali memang pendukung Anda ada yang menganggap Andalah orang terbaik. Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih ringan di antara dua madharat”.
Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya.
Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka mereka semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda tanggungjawabnya di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda berulang kali berkata di berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah. Jangan mau saling membenci. Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Maha Besar.”
Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan kekuasaan, maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya di dunia, dan tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di akhirat. Adapun pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia taat kepadanya, dan Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn Al Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan bahwa saya akan menjadi orang yang terbaik di antara kalian dalam memimpin kalian, orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan kalian, dan orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya sudi menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat perhitungan.”
Maka yang kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia. Sebuah tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda. Dan sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti ‘Umar, tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar manusia Indonesia ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi penggugat dan Anda adalah terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan entah ada atau tidak yang sudi jadi pembela.
Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun ada yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak membesarkan hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar, dan menakutkan. Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami bahwa kelak ketika terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda pimpin harus lebih keras daripada ‘Umar.
Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan, belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik daripada masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan dukungan justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi modal awal kepercayaan kami kepada Anda.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn ‘Affan, pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai tiga hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam hal-hal yang telah kalian sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru yang lebih baik lagi layak bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku bertindak atas kalian, kecuali dalam hal-hal yang kalian sendiri menyebabkannya.”
Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam soal-soal asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama dalam hidup berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud.
Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah Maqashid Asy Syari’ah (tujuan diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini. Lima hal itu; pertama adalah Hifzhud Diin (Menjaga Agama) yang disederhanakan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua Hifzhun Nafs (Menjaga Jiwa) yang diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga Hifzhun Nasl (Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila Persatuan Indonesia. Keempat Hifzhul ‘Aql (Menjaga Akal) yang diwujudkan dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan kelima, Hifzhul Maal (Menjaga Kekayaan) yang diterjemahkan dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala perwujudannya dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda ketika di seberang sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP, melarang perda syari’ah, mengesahkan perkawinan sejenis, mencabut tata izin pendirian rumah ibadah, pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa, lisan-lisan yang belepotan pelecehan kepada agama Allah, hingga purna-prajurit yang tangannya berlumuran darah ummat.
Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yang amat dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “Al Muhafazhatu ‘Alal Qadimish Shalih, wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.”
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib, pernah mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain.”
Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa dasawarsa yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua rindu pada perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya kedudukan. Kami tahu setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak. Tapi percayalah, satu tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman pada berjuta hati, satu ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi ketenangan pada berjuta jiwa, satu gaya hidup sederhana seorang pemimpin bisa menggerakkan berjuta manusia.
Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa takkan dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa yang ada bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung dan tunduk mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan nasehat mereka. Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yang berdiri memilih Anda, tanpa bayaran teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para mahasiswa.
Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa yang disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya dan dia mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan kalian.”
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, pernah mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka silahkan menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan meninggalkan kami; yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang yang tidak dapat menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan upayanya, menunjuki kami dari kebaikan kepada apa yang kami tidak dapat menuju kepadanya, dan jangan menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta jangan membuat-buat hal yang tidak berguna.”
Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat penjilat menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah bersamanya para ‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz mewujudkan pemerintahan yang keadilannya dirasakan di segala penjuru, sampai serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo, sekali lagi, kami memilih Anda bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka pilihlah untuk membantu urusan Anda nanti, orang-orang yang akan meringankan hisab Anda di akhirat.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yang Anda bisa, sejauh yang Anda mampu.
Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering tertipu, disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu.
Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ. Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit.
Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi..
Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah yang baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan yang disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo. Bunyi nasehat itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.”
doa kami,
hamba Allah yang tertawan dosanya, warga negara Republik Indonesia
oleh :