"Pyungggggg" Beta ingatkan suami jika kesepakatan kita hampir berakhir. Setelah setahun pernikahan, kita harus semangat untuk mendapatkan momongan.
Semua yang terjadi pasti dengan usaha yang sudah kita lakukan dan izin Allah.
Bulan September beta sudah mulai mencari informasi dan beragam pengetahuan tentang Program hamil di Internet. Banyak cerita, banyak artikel yang merekomendasikan ini dan itu.
Yook wes!
Hal pertama yang beta lakukan adalah memperbaiki niat untuk segera punya momongan. Setelah niat sendiri, beta mengajak suami juga berniat hal yang sama.
Besoknya setelah ba'da ashar beta ke apotek untuk membeli vitamin (Folavit dan ever E). Minuman ini rutin Beta konsumsi setiap hari tanpa jeda selama bulan September berjalan.
Hari berlalu masih di bulan september seorang sahabat baik Beta di Jogja sebut saja namanya 'adek' memberikan kabar "Mba, Alhamdulillah aku udah hamil" Alhamdulillah, MasyaAllah, Tabarakallah, bahagia sekali Beta mendengar kabar itu. Saat bersamaan pun si adek berbagi kabar bahwa setelah menikah adek mengkonsumsi Energen kacang hijau dan Susu Prenagen esensis. Akhirnya!! adek menyarankan untuk Beta juga kalo bisa konsumsi minuman tersebut. Okayyy Beta ikuti. Karena kata penutup adek yang buat semangat
"mba Allah itu melihat segala usaha kita"
wuahhh, Jlebbb!! Ini tandanya mbaknya harus berusaha lebih dan berikhtiar sama Allah.
Energen kacang ijo dan Prenagen esensis pun jadi minuman wajib yang harus Beta konsumsi berdampingan dengan vitamin yang duluan Beta konsumsi. Setelah semua ini Beta sudah lakukan.
Beta juga lakukan satu hal yang menurut Beta penting, setelah selesai ba'da ashar hari itu, beta mengeluarkan dua lembar uang kertas. Satu untuk suami dan satunya untuk Beta. Beta minta untuk suami, sama-sama niatkan di uang yang dipegang masing-masing "kifarat mulut" untuk di bawa ke masjid saat matahari mulai ikut terbenam. Maknanya sih semoga segala salah perkataan yang disengaja atau tidak terucap diantara Beta dan suami pada dahulu kala tidak menjadi sebuah Boomerang untuk kita berdua di masa sekarang dan masa akan datang. Setelah berniat Beta dan suami ke masjid menaruh uang tersebut di kotak amal. Setelah selesai dari masjid, Beta meminta suami pulang dan Beta menuju ke tempat bibi.
Setiba di rumah bibi Beta meminta untuk bibi mengelus-elus perut Beta sesuai keahlian bibi "istilah orang daerah sini berobat kampung"..
Setiap proses Beta ikuti dengan baik, dengan 3x elusan perut selama 3 hari, di hari terakhir bibi memberikan Beta sebotol air yang sudah di doakan untuk diminum.
Dan hal terakhir yang penting harus dilakukan adalah selalu mengamalkan doa nabi Ibrahim saat santai maupun saat setelah sholat Fardhu dan Sunnah bersama dengan suami.
Setelah semua proses ini Beta lakukan, Beta hanya berharap Allah mengabulkan segala usaha Beta. Keyakinan Beta semakin bertambah untuk Allah menjawab segala usaha Beta dan setiap ikhtiar beta!
Qadarullah Allah ngejawabnya kontan "jlebbb"...
Bulan oktober 2021 adalah bulan penuh keberkahan dan kebahagian pasca 1st wedding anniversary, pejuang garis dua membuahkan hasil.
Menurut gue, having a husband is a lovely. But having a baby is a miracle. Jadi dulu waktu masih bujang(?), gue sangat sadar kalo di lubuk hati terdalam gue jauh lebih takut susah punya anak dibandingkan susah ketemu jodoh.
Padahal kan, kalo belum ketemu jodoh gimana mo punya anak ya. Wkwkw. Pokoknya kek gtu laah. Ketakutan tiap orang kan beda-beda.
And here I am, hari ini resmi usia pernikahan 3 tahun dan belum dikaruniai anak. Hari ini juga hari ulang tahun gue, lho. Dan di hari ini pula gue mendapat kabar menggembirakan dan menyedihkan sekaligus.
Tapi untuk menceritakannya gabisa dipisah-pisah, antara mau denger yang sedihnya dulu atau yang senengnya dulu. Karena dalam satu kesatuan cerita. This will be a long story to read. If you're interested, prepare your eyes and fingers to keep scroll it down 😆
2 Maret 2021
Setelah tertunda karena pandemi, akhirnya kami memutuskan untuk mulai fokus program hamil. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk mulai di RS JIH yang lokasinya di sekitar pasar rebo. Sebelum kesini gue googling dulu tentang RS ini, dia ada nomor WA khusus untuk pendaftaran dan link yang harus diisi untuk pasien baru. Setelah daftar, kita langsung dikasih tau jam berapa harus datang. Jadi ga perlu menunggu lama.
Saat tiba pertama kali masuk RS nya, gue langsung shock.
"Kok rumah sakit bentukannya kaya rumah hantu gini dah?" 🤣
Tapi yaudahlah yaa..Bismillah.
Sebelum konsul ke dokter, ada suster yang menanyakan kondisi umum dan diminta untuk mengisi form tentang riwayat reproduksi kami. Kemudian kami menunggu kurang lebih 45 menit. Hingga suster memanggil nama gue
"Ibu Adriyani"
"Oh iya saya. Suami saya ikut masuk apa ngga?" Pertanyaan bodoh ga sih ini? Wkwkwk
Masuk ke ruangan, gue berhadapan dengan dr.Pritha K, SpOG. Dan ditanya-tanya kembali tentang isian form sebelumnya. Setelah itu, gue di USG. Menurut gue dr.Pritha sangat ramah dan bersedia menjelaskan dengan detail.
"Wah rahimnya ibu bentuknya ke belakang banget, retroflexi. Tapi gapapa kok"
"Ibu kondisi rahimnya bagus, ga ada keliatan apa-apa. Nah untuk ovariumnya kaya gini" dokternya sambil menggambarkan ilustrasi ke gue.
"Di ovarium ibu, sel telurnya banyak tapi kecil-kecil. Ini namanya PCO ya Bu" Oh gue udah menduga sih kalo gue kemungkinan PCO (Polycistic Ovary)
"Terus di ovarium kiri ada massa yang menutupi separuh ovarium Ibu" Deg! Hah apa nih? Benjolan ya maksudnya? Di ovarium? Astagfirullah.
Ini ilustrasi yang gue gambar lagi, karena dokternya gambar di form tes lab
"Ibu nanti kesini lagi ya tanggal 18 maret untuk tes" beliau sibuk melingkari jenis tes apa aja yang harus gue lakukan di lembaran daftar tes laboratorium.
"Dikurangi makan nasi putih sama ayam boiler. Minum rimpang-rimpangan. Olahraga rutin minimal 3x seminggu selama 30 menit. Berhubungan yang teratur" kertas berisi daftar hal-hal yang perlu dilakukan disorongkan ke gue. Terakhir dr.Pritha menutup konsultasi sambil mengucap salam.
Keluar dari ruangan dokter gue mengamati daftar jenis tes yang ada di form. Sambil dalam hati berhitung biaya yang akan kami keluarkan. Gue merasa familiar dengan hampir semua tes yang dilingkari oleh dokternya. Sampai mata gue tertuju ke tes yang paling akhir, di baris yang paling bawah. Tes CA-125.
Sampai di rumah gue mulai browsing tentang tes CA-125. Dan hasilnya adalah sebagian besar merujuk untuk tes penanda tumor ovarium. Ini pasti buat tes untuk melihat benjolan yang ada di ovarium gue. Pantesan selama ini panggul gue suka nyeri.
Selama bermalam-malam gue habiskan waktu untuk baca-baca tentang artikel terkait benjolan di ovarium dan tes CA-125. Selama bermalam-malam itu juga gue nangis sesenggukan.
“Kamu kenapa?”
“Aku takut yang, kalo nanti hasilnya ternyata tumor gimana? Aku takut kalo dioperasi”
“Jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Sabar yang..”
“Aku sedih.. kasian kamu punya istri sakit-sakitan gini”
“Kamu jangan ngomong kaya gitu yang. Istighfar.. Astagfirullah..” kami menangis sambil berpelukan. “Kalo kamu ga siap sama hasil tesnya, kita ga usah tes aja”
“Ngga yang, aku harus tes untuk tau hasilnya”
Malam-malam berikutnya kecemasan soal tes mulai berkurang. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
18 Maret 2021
Kami termasuk beruntung karena punya kesempatan untuk bekerja flexibel antara WFO dan WFH. Pas di hari ini gue WFH dan ada jadwal meeting zoom. Gue izin sama atasan untuk join cuma melalui hape karena mau ke RS.
Hari ini gue puasa 12 jam untuk diambil darahnya 2 ampul. Hasilnya nanti diambil sekalian saat konsul berikutnya, yaitu hari ke-1 sampai hari ke-3 haid periode berikutnya.
23 Maret 2021
Perut udah mulai keram-keram. Mual dan Migrain. Oh, udah mau haid nih!
29 Maret 2021
Ini adalah hari ke-36 siklus haid. Sudah hampir seminggu perut gue keram-keram, badan ga enak. Tapi haid ga kunjung datang.
“Udah mau mandeg kali” kata suami menggoda, berharap telat haid kali ini sudah positif hamil.
Dalam hati gue pun selalu berharap kalo telat haid itu berarti positif hamil. Sayangnya selama ini siklus haid gue kan memang sering mundur. Tapi demi memastikan apakah gue hamil atau ngga, dan demi kejadian yang lalu tidak terulang kembali. Akhirnya gue beranikan diri kembali untuk tespack.
Dan hasilnya
Kembali negatif, hehe.
To be honest, gue lega. Karena gue takut kejadian kaya dulu keulang. Perut keram tapi tespeknya dua garis samar. Gue semakin mengencangkan doa.
“Ya Allah, jika periode ini Kau beri aku rezeki hamil, tunjukkanlah, peliharalah kami, kuatkan kami. Namun jika belum, semoga Hamba segera haid ya Allah”
31 Maret 2021
Hari ini kebagian jadwal WFO. Perut masih keram-keram. Entah kenapa gue yakin kayanya hari ini bakalan haid. Gue sisipkan pembalut di dalam tas. Ternyata benar aja, jam 9 pas gue mau wudhu, gue udah haid. Alhamdulillah..
Setelah keluar dari kamar mandi, gue langsung menghubungi RS untuk jadwal konsul. Alhamdulillah gue bisa konsul jam 1 siang setelah ishoma. Akhirnya gue izin pulang cepet untuk ke RS.
Pas sampe RS ternyata masih banyak pasien yang belum ditangani, jadilah jadwal konsul gue molor. Sambil nunggu, kami ngambil hasil tes lab yang udah dilakukan di tanggal 18 Maret kemarin.
Dalam amplop ada sekitar 5 lembar. Gue buka satu per satu lembaran hasil lab.
Lembar pertama sampai ketiga masih aman. Hasil Pap Smear juga bagus, tidak ada tanda sel membahayakan di rahim gue. Alhamdulillah..
Lembar keempat, tes AMH.
Oh ini indikatornya PCO, hasil lab gue 4,7. Sementara nilai rujukan maksimal 4,6. Okelah, ga terlalu jauh selisihnya, insya Allah bisa diperbaiki.
Lembar terakhir, adalah lembar yang paling gue takuti. Hasil tes CA-125.
Nilai rujukannya adalah dibawah 35. Sementara hasil tes lab gue adalah 75. Astagfirullah, langsung lemes gue. Mana perut keram karena haid dan belum makan siang karena buru-buru ke RS. Astagfirullah..
Kami diskusi tentang hasil lab. Menimbang-nimbang kemungkinan terburuk dan solusi apa yang bisa kami pilih. Kalo misalnya disuruh operas gimana. Apa perlu cari second opinion ke dokter lain. Atau fokus minum herbal-herbal kunyit putih dulu, dll.
Jam 14.30 akhirnya nama gue dipanggil untuk konsul!
Dokter Pritha menanyakan hasil lab. Beliau mengambil berkas salinannya, gue diminta untuk melihat indikator yang sama di berkas asli. Dokter Pritha sangat telaten membaca satu persatu hasil lab dan menjelaskan ke gue. Sampai di indikator terakhir, yaitu hasil tes CA-125.
“Ibu hasil tesnya tinggi ya, melebihi batas rujukan. Ibu mengalami endometriosis. Kalo haid, suka nyeri kan?”
“I..iya dok..” gue menjawab sambil meyakinkan diri bahwa gue ga kena tumor.
“Hmm.. itu petanda tumor ganas atau bukan ya, Dok?” gue memberanikan diri untuk bertanya
“Oh bukan. Kalo tumor itu, nilai hasil tesnya ribuan Bu..”
“Alhamdulillah ya Allah..” gue mengucapkan lafal hamdalah sayup-sayup di dalam masker 2 lapis. Kalo sampe terdengar, mungkin bisa dianggap tolol sama dokternya karena mengucap hamdalah saat didiagnosa endometriosis.
“Ini kita perbaiki satu persatu ya Bu..dietnya juga tetap dijalani. Harus sabar. Jadi ibu saya kasih pil KB untuk mengontrol endometriosisnya ya, selama 3 bulan. Setelah ini ibu tes HSG”
Banyak banget sebenernya yang dijelasin sama dokternya. Sampe beliau bilang “Ibu kalo bingung nanti WA aja yaa”.
Kemudian konsul kali ini gue yang mengucap salam untuk pamitan keluar dari ruangan. Di luar ruangan, gue langsung bilang suami
“Alhamdulillah yaaang bukan tumor, ya Allah. Alhamdulillah ‘cuma’ endometriosis”
Gue berkaca-kaca dan sebenernya suami gue juga terlihat berkaca-kaca walaupun sambil misuh-misuh bilang “udah ah kamu jangan nangis!”
Kami keluar dari RS dengan perasaan lega di hati dan merasa kosong di dompet pada waktu yang sama, hehehe. Insya Allah rejeki mah ada aja ye kaan..
Epilog
Salah satu yang bikin gue seneng konsul di RS yang mirip rumah hantu ini adalah dokternya yang ga judgemental. Dokter Pritha ga bilang :
“Wah kondisi kamu kaya gini mah, susah hamil nih” atau
“Persentase kamu bisa punya anak sekian persen”
Dengan begitu gue ga sibuk memikirkan hasil akhir dari semua ini. Karena tugas kami sebagai insan ya berikhtiar semampunya dan beribadah sebaik-baiknya. Karena takdir apapun juga ada dalam genggaman-Nya.
Jadi, hari ini gue resmi :
Ulang tahun pernikahan yang ke-3
Memasuki usia kepala 3
Pejuang dua garis!
Mohon doanya ya gais, semoga tes HSG nya lancar dan hasilnya baik. Treatment pengobatan kami berjalan dengan baik. Kami diberikan semangat dan kesabaran menjalani segala ikhtiar ini.
A lot of people said ‘Efforts never betray the result’ but it may does.
Gue pun diingatkan sama teman :
Mari kita gantungkan harapan kita hanya ke Allah, jangan pernah bergantung pada yang lain bahkan pada ikhtiar yang kita jalani.
Karena sebagai insan memang tugas kita hanya mengikhtiarkan apa-apa yang membuahkan hasil, dan hasil akhirnya mari kita serahkan sepenuhnya pada Allah. Allah pasti menghitung dan menilai setiap proses dan jerih payah yang kita lalui. Sehingga tentu kami berharap semoga ikhtiar kami membuahkan hasil di waktu yang tepat bagi-Nya, Aamiin..
Entahlah, memiliki anak apakah benar-benar menjadi prioritas ku saat ini? Dari identifikasi masalah hingga hari ini belum menemukan aha moment untuk serius memiliki anak dan menjalani program hamil. Aku belum sepenuhnya mantab.
Awal menikah dulu rajin sekali membetulkan posisi rahim ke dukun paraji, rajin melakukan detoks ala JSR-nya Dr. Zaidul Akbar, jamu-jamuan, konsumsi buah dzuriyat, dst tapi tak benar-benar berani ke dokter obgyn untuk memeriksa kesehatan rahim.
Sejak tiga bulan lalu tugas ini dibagikan aku tak benar-benar serius untuk praktek. Selalu ada di kepala tapi berakhir pada kebiasaan-kebiasaan lama. Tapi memang belakangan hari lagi rajin berolah raga yoga untuk kesuburan dengan niatan tetap ingin bugarkan badan agar nanti jika diamanahkan anak badan ini terap kuat.
Aku masih bergulat dengan diri sendiri. Perasaan belum berdaya dalam finansial keluarga, keraguan diri, kekhawatiran akan kehidupan yang tak akan lebih mudah, terakumulasi dalam diri dan menyabotase niat-niat mulia pernikahan yaitu memiliki keturunan. Semoga Allah mengampuni kami dan tetap mencintai kami.
Lama nikah belum juga hamil !?! Ikhtiar dengan herbal Aman, murah, dekat, manfaat. Paket madu penyubur kandungan dan subur pria, herbal alami dari bahan pilihan. Semoga ikhtiar Anda dimudahkan oleh Allah. Segera order dan dapatkan free ongkir !! #madupenyuburkandungan #programhamil #rahimkering #suburpria #ikhtiarhamil #keluargasakinah #buahhati #madusuburkandungan #penginhamil #lamanikah #salimahgallery https://www.instagram.com/p/CB5O8IuFq2W/?igshid=eovyvf0xnu2h
Meskipun belum ada kajian ilmiah yang memaparkan seberapa besar tingkat pengaruh mengonsumsi buah kesemek terhadap keberhasilan program kehamilan, namun kandungan yang ada pada buah ini dipercaya mampu meningkatkan kesuburan organ reproduksi manakala dikonsumsi secara teratur. Selain untuk penunjang keberhasilan program kehamilan, baik juga untuk dikonsumsi oleh ibu hamil sebab mempunyai banyak manfaat baik untuk kesehatan maupun tumbuh kembang janin.
Rumah Dosen - Buah kesemek sepertinya tidak terlalu populer. Akan tetapi buah ini ternyata mempunyai berbagai manfaat bagi kesehatan kita. ...
1Kg Buah Zuriat Madinah Diskon %10 berlaku sampai tanggal 30 November 2019 . . Syarat Order menunjukkan screenshot postingan ini ya . . Buah Zuriat Asli Madinah Sudah dibelah Khasiat/Manfaat ✅ Menyuburkan sperma ✅ Menyuburkan ovum ✅ Anti kanker dan anti mikroba ✅ Mengentalkan sperma ✅ Menguatkan dinding rahim ✅ Anti oksidan ✅ Mengaktifkan sel darah baru ✅ Melancarkan peredaran darah ✅ Anti Hipertensi #buahzuriat #buahzuriatid #programhamil #ikhtiarhamil #enamcabang #malang #cilegon #probolinggo #kudus #jaksel #jakarta #tangerang #buahdoum #tipscepethamil #ceperhamil #caracepethamil #pinginanak #buahketurunan #ikhtiarmaksimal #buahzuriatmadinah #madinah #buahzuriataslimadinah #aslimadinah #orimadinah #buahzuriatkeras #buahzuriatharum https://www.instagram.com/p/B5RWFEgBv75/?igshid=qfk9o9uaalfh