Pelajaran Yang Aku Dapat dari Juz 2
Alhamdulillah kita kembali berjumpa di blog aku yang biasa-biasa aja hehe. Kali ini aku ingin memberi sedikit informasi dan semoga ini bermanfaat bagi kita semua yaitu pelajaran yang aku dapat dari juz 2? Bagaimana bacaan teman-teman hari ini, Apakah juz 2 nya lancar? In syaa Allah Allah akan menerima dan memberi kali lipat kepada kita terhadap perbuatan kita yang kita kerjakan dengan ikhlas. Tidak masalah, sambil kerja istirahat bentar buka al-Quran baca setengah halaman, atau setelah sholat baca al-Quran 2 halaman, up to you bagaimana pun juga jangan sampai sia-siakan amalan di bulan ramadhan ini.
Baiklah pelajaran yang sangat iconic menurut aku, kenapa menurut aku, karena yang aku baca sangat wort it dengan kejadian kepada diriku. Benar ya ternyata al-Quran ini sangat mengerti sekali apa yang kita rasakan dan apa yang kita resahkan dan kembali kepada al-Quran dan semuanya sudah ada jawabannya, penenangnya. Mungkin bagi teman-teman berbeda kejadiannya, bisa jadi apa yang teman rasakan berbeda juga solusinya di al-Quran, nah berikut beberapa yang aku dapat sesuai dengan apa yang aku minta dari al-Quran. Dan aku tidak menjelaskan dengan diri sendiri, tentu kita harus belajar dari tafisr-tafsir juga hadits dan bagaimana dengan apa yang kita rasakan ketika paham dengan ayat yang kita bacakan. Langsung ajadeh masbro.
1. Menjadi Ummat Yang Wasathan (143)
Tenyata menjadi hamba dengan bimbingan al-Quran bukan hanya sekedar di tuntun agar mampu membedakan mana yang haq dan bathil, tetapi kita juga di tuntut untuk menjadi umaat Wasathan yaitu pertengahan. Gimana maksudnya? Kita bukan ummat yang semata-mata hanya mengejar akhirat aja, misalnya sholat aja terus, zikir teru menerus, puasa, dan lain-lain sehingga kita lupa ada hak dunia yang harus kita penuhi, ya teman-teman pahamlah, gimana dong sibuk mengurus akhirat eh di dunia kok pengangguran, kok ngak ada kerjaan, kan tidak seimbang. Nah begitu juga urusan dunia, kita kadang disibukkan dengan perkerjaan dunia sehingga lupa dengan akhirat yang sebenarnya dunia ini hanya penunjang atau kendaraan menuju surga-Nya, masa kita udah kaya masih saja belum bisa mendirikan sholat?, udah mendapatkan cita-cita kok masih merasa kurang? Bagaimana urusan akhirat? Infak, zakat, Sedekahnya kok tinggal padahal rejeki yang Allah beri ada hak orang lain di dalamnya bagaimana tu?
Syeikh Sayyid Qutb pernah menjelaskan dalam tafsirnya “Umat Islam bukanlah umat yang semanta-mata bergelut dan terhanyut dengan rohani dan juga bukan umat yang semata-mata beraliran materi. Akan tetapi, umat Islam adalah umat yang pemenuh nalurinya seimbang dan bersesuaian degan pemenuhan jasmani. Sehingga bisa meningkatakan ketinggian mutu kehidupan.
Wasathan ini juga termasuk dalam bagaimana kita berpikir, mengambil keputusan, persepsi, dan keyakinan. Tentunya harus seimbang dengan bimbingan al-Quran dan sunnah, jangan mengambil keputusan atau pemikiran dengan cara mengikuti hawa nafsu tentu itu bukan termasuk ummat pertengahan.
Ya dengan al-Quran dan bimbingan Nabi mampu memberikan aku secara mental agar menjadi hamba lebih dewasa, serasi, harmonis, dan tetap tenang dalam hal berbagai masalah. Menjadi kedewasaan dalam pemikiran,tidak terlalu mengikuti trend yang tidak ada faedahnya, tidak menjadikan diriku menjadi bodoh tetapi menjadi lebih sabar dan cermat. Ya dengan cara mentaati apa yang allah turunkan yaitu al-Quran dan mengikuti apa yang dijelaskan al-Quran yaitu sunnah Nabi Muhammad saw.
2. Ingatlah Allah maka Allah akan mengingat Kita (152)
Ha maksudnya? Iya, ketika kita mengingat Allah, berdizir kepada Allah, bekerja dengan niat mencari Ridho Allah, maka Allah jauh lebih mengingat kita sebagai budak-Nya. Gimana? Adakah di hati kita merasakan “Ya Allah, terimakasih atas nikmat iman yang telah Engkau beri kepadaku, bimbingan yang manis dan indah dari-Mu, inikah nikmat yang sangat aku syukuri hingga aku mati”, mungkin perasaan teman-teman berbeda ya, tidak apa-apa ungkapkan saja menjadi do’a di saat qiyamul lail nanti.
Inilah cinta, cinta yang disalurkan dari Allah kepada hamba-Nya dengan melalui rasa kasihan, Allah tahu bahwa kita ini lemah, Allah tahu bahwa kita tidak pintar, Allah tahu bahwa kita banyak masalah hidup, Allah tahu kita ini sangat terbatas. Maka perintah Allah dalam ayat ini “Ingatlah kamu kepada-Ku, maka Aku jauh selalu mengingat kepadamu”. This is love MasBro. Sebenarnya cinta seperti ini sulit untuk dilukiskan kepada diri kita masing-masing, sebab cinta ini sangatlah besar nikmat-Nya, terlalu nyaman untuk dirasakan, terlalu indah ketika mengingat-Nya, akan tetapi banyak juga diantara kita masing-masing masih jauh dari kata syukur.
Bersyukur dengan cinta ini dengan cara membuktikannya, ya. Bagaimanapun besarnya cinta kita kepada Allah, kalau tidak melaksanakan perintah dan menjauhi hal yang bodoh, maksiat, kedurhakaan, bahkan menentang, tentu cinta kita sangatlah palsu, bukan hanya palsu tentu kita menjadi hamba yang kufur, pendusta cinta.
Untuk membuktinya kita buka aja al-Quran surat al-Imran ayat 31-32, baca aja artinya kayaknya udah jumpa deh bagaimana tutorial bagaimana kita bersyukur dengan cinta besar ini.
3. Tetaplah bersabar (153)
Dalam hal apa? Sabar untuk mentaati Allah, sebab perjuangan mentaati Allah sangatlah berat belum lagi kita sering futur iman bagaimana solusinya? Sabar. Sabar meninggalakan maksiat, kita ibnu adam tentu diantara kita pernah terpeleset dengan jebakan musuh kita yaitu setan dari golongan manusia dan iblis, apalagi kita yang muda, berpacaran, jalan-jalan dengan yang bukan mahrom, berzina, semua itu sangat menjijikan bagi orang-orang yang memiliki CINTA YANG BESAR KEPADA ALLAH, sabar dan meminta ampun dan pertolonganlah kepada Allah. Sabar dan tegar menhadapi sulitnya hidup. Sabar menghadapi fitnah dan tipu daya setan dari golongan manusia dan iblis. Sabar menghadapi tekanan masalah. Sabar terhadap pertolongan yang sedikit. Sabar kepada orang yang membuat ragu. Sabar atas kedurhakaan.
Di ayat selanjutnya 154, tentu harus diperjuangkan semua perjuangan cinta kita kepada Allah, pejuang tidak akan mati di sisi Allah kepada kita yang mencintai-Nya dan membuktikannya.
Jangan setengah-setengah, nanggung amat seperti karyawan yang pemalas. Iya, islam tidak dianjurkan kepada umatnya menjadi malas, mengerjakan pekerjaan yang nanggung sekali lagi HARUS SELESAI TUNTAS, KAFFAH, IKHLAS. Nah itu, taat kepada Allah tetapi masih pacaran (zina), lalai dan tidak ada sedikitpun untuk memperjuangkan meninggalkan itu ya kita pemalas sekali orangnya, sok-sokan dalam menjadi hamba yang Cinta kepada Allah. gimana dong keadaan kita kalau tidak total? Yang total itu kita mampu memperjuangkan haq dari Allah dengan cara mentaati segala yang ada di al-Quran dan sunnah, dan menjahui yang bathil dengan cara memperjuangkan diri dari segala kedurhakaan. Gimana dong jadinya kalau digabungin? Ya ngak jelas pastinya, samar-samar, abu-abu, kotor, pemalas, perusak, dan tentunya tanggung total menjadi hamba.
Semoga kita diberikan kesabaran dalam memperjuangkan cinta yang benar. Jangan main-main apalagi mengikuti hawa nafsu padahal apa yang menurut kita baik, bisa jadi itu adalah hal bodoh dihadapan Allah, mungkin menurut kita ini sangat tidak baik, bisa jadi itu adalah hal yang sangat menyelamatkan diri kita dari kedurhakaan. Tidak apa-apa perlahan kita tinggalkan kebodohan kita, kedustaan kita, kedurhakaan kita dengan bersabar dalam perjuangan. Ini berat tetapi tidak menjadikan alasan bahwa kita tidak bisa.
Point 3 sama 4 juga merasakan tertampar sama tulisan ini. Jujur perjuangan sangatlah berat, terutama membuktikan cinta kita kepada Allah, tetapi namanya perjuangan tidak ada kata pantang menyerah, tidak mengenal malas, sabar, kuat, dan ya Allah berjanji kepada Hamba yang berjuang akan selalu hidup di sisi-Nya. Semoga kamu dan aku menjadi hamba yang hidup dalam sisi Allah yang sangat dekat.
Ya teman-teman, inilah yang aku rasakan ketika membaca ayat, sebenarnya banyak lagi tetapi, point diatas sangatlah worth it dengan keadaan aku sekarang sehingga menjadi obat penenang dan semangat untuk diriku yang sedang tidak baik-baik saja. Jika pengalaman aku mentadarus al-Quran ini bermanfaat untuk kawan ambil saja baiknya dan buang jauh-jauh kekurangannya.
Semangat buat diriku dan untuk dirimu.
Syuumhda, 2 Ramadhan 1444H, 24 Maret 2023