rumah
kita sering lupa betapa nyamannya berada di rumah. dengan pakaian yang itu-itu lagi, pendingin ruangan yang tingkat sejuknya kita restui, dan seprai yang baru saja diganti.
pikiran ringan, kaki selonjoran, dan selalu ada pelukan yang tak habis meski diulang berkali-kali. kita buka lagi halaman yang sedang seru-serunya, tontonan untuk hari-hari lengang paling spesial atau sekadar curi lihat saat waktu begitu padat.
kita sering lupa betapa nyamannya rumah. malah mencari sensasi di tempat yang penuh hiruk-pikuk validasi, atau mendatangi atraksi untuk melihat kerlip gemerlap duniawi.
padahal teman terbaik kita selalu hadir di rumah. di pantulan cermin, menjelma jadi: diri kita sendiri.


















