#Tentang: Kita udah menang. Let's take their shield and sword!
Mungkin kayak gitu ya, gambaran pemanah kaum muslimin yg ditempatkan di puncak puncak bukit saat perang Uhud. Ya, strategi yang digunakan untuk memukul mundur musuh saat itu adalah meletakkan para pemanah di puncak puncak bukit, sehingga diharapkan kaum kafir Quraisy terkunci. Like, nowhere to go. Sehingga, mudaha bagi kaum muslimin untuk memukul mundur mereka.
Today, bukan sebab perang Uhud yang ingin diubek ubek. Tapi lebih kepada hikmah apa dibalik kondisi yang chaos saat itu. Super chaos. Sampai sampai ada bagian khusus dalam surat Ali Imron yang memberitakan soal perang Uhud.
Yuhuu.. pada masa masa chaos nan bingung itu. Wahyu Allah datang. Ya guys, pada masa kenabian, hal hal yg major event, yg tidak ada petunjuk harus melakukan apa. Allah yang langsung turun tangan, dan it relates to entire ummah. Termasuk kondisi kite kite saat ini.
Udah tahu ya, kalo di perang badar, kaum muslimin kehilangan 70 tentara terbaik. Pun demikian saat perang Uhud, sekitar 70 orang menjadi syahid. Termasuk paman Rasulullah Hamzah RA (yg dari awal udah jadi sasaran seorang budak suruhan Hindun. Yg bahkan udah wafat pun, badan Hamzah RA masih di cut-off lagi secara tidak mansiawi dan.. ku tak sanggup menceritakannya).
Why? Why muslimin can be defeated that time?
Hohoho.. dulu pas pelajaran agama, diterangin sama guru aing beb. Bahwa, pasukan pemanah sudah diperintahkan oleh Rasulullah untuk tidak pernah meninggalkan tempat, even the birds mengganggu tanaman mereka di sawah.
Dan salah paham mulai terjadi.
Saat kafir Quraisy merasa terpojok. Pasukan Quraisy mulai kabur. So they were throw the shield, sword, dan hal hal yang membuat mereka susah untuk lari.
Melihat hal tersebut. Pasukan pemanah yang ada di atas bukit, mulai mengira bahwa kaum muslimin sudah memenangkan peperangan. So, they left their post, berlarian menuruni bukit, dengan niat mengambil barang-barang itu.
But hey, kaum kafir Quraisy saat itu punya Khalid bin Walid. A Military Genius. Yang saat hendak kabur, masih sempet mengamati kondisi sekitar. Saat melihat, pasukan atas bukit yang mulai turun. He asked to his troops, untuk balik kuciang. Balik ke medan perang. Dengan memhambil jalan putar. But their destination adalah puncak bukit.
Jadi kini, kaum muslimin yang terpojok.
Para sahabt berlomba lomba membuat human shield untuk melindungi Rasulullah SAW. And it was so chaos.
Rumor di tengah peperangan mulai tersebar. Dari kaum muslim yang kalah hingga tewasnya Rasulullah SAW.
Rasulullah memang terluka saat itu dan jatuh ke tanah. We called it terjerembab. Jatuh hingga tak sadarkan diri, dan tidak bergerak.
Rumor semakin besar, bahwa Rasulullah meninggal. Kaum muslimin menjadi makin chaos. And, Rasulullah woke up, and decide untuk menarik mundur pasukan muslim.
Oho... but not all believers are with him. Beberapa udah ada yg ngacir duluan. Run to every directions.
Setelah tahu pasukan muslim menarik mundur. Abu Sofyan mulai hepi. He felt, dendam kafir Quraisy saat perang Badar telah terbalaskan. And he felt better ofc. And they left the battle field.
After the battle, kaum muslim was identified the syuhada. And Rasulullah SAW, found almost the sahabah that died that time was humiliated by the enemies. Rasulullah also found the Hamzah RA body. His beloved uncle.
And, the point here adalah.. lewat Uhud itu pula. Kita tahu bahwa, how big Rasulillah loves and cares and mercy to their Ummah. Even they make a huge mistake. Bikin nyawa ilang. Banyak orang kehilangan suami, ayah, sahabat. Bahkan Rasulullah SAW kehilangan paman tercintanya. That showed him a support since very beginning. Tapi Rasulullah sayang banget sama umat nya.
But, Rasulullah SAW also menimbang nimbang pada awal nya. Rasulullah already forgiven them even sebelum para pemanah ini menyerahkan diri. Tapi, Rasulullah juga menimbang nimbang perasaan para sahabat yang lainnya. So, Allah told our beloved Messenger.
Bahwa Allah tahu bahwa sebelum mereka meminta maaf pun Rasulullah sudah memaafkan mereka. Kemudian Allah menegaskan bahwa, Allah juga memaafkan mereka.
In out logical, in military logical. Seseorang yg menyebabkan kalah perang harus nya dibawa ke pengadilan militer. Literally salah memang. Tapi pengadilan militer itu tidak diadakan oleh Rasulullah.
Karena Rasulullah telah diberikan oleh Allah rasa cinta kasih yang luar biasa besaaar (duh.. haru banget kalo udah ngomongin sifat sifat Rasulullah). Dan itu yang bikin banyak sahabat yang setia nya bukan main. Para sahabat yg rela giving up their relation toward ths family, merelakan harta sampai nyawa.
Bahkan para pemanah tadi. They also support our Rasulullah SAW by all their hearts, meninggalkan keluarga, mengeluarkan uang, to support our deen together with Rasulullah. But they made a huge mistake, that caused a chaos in the battle.
The amazing sifat of Rasulullah that we, as a human, can never compete.
Rasulullah nggak cuman "mbatin" memaafkan mereka. But he, also make a dua for the archers. He make a dua for people who made his uncle killed.
Itupun masih ada lanjutannya, luuur.
Rasulullah tidak akan membiarkan hubungannya dengan para archers ini renggang setelah kejadian itu. Allah give a Rasulullah an order, diwanti wanti sama Allah untuk jangan lupa meminta saran kepada mereka kalau ada hal yang mau diputuskan. Mereka refers to the archers. Meminta lho ini. Berarti Rasulullah yg mendatangj mereka. Rasulullah yang bertanya tentang opini nya.
Uuuh... kalau kita mah udah diem dieman aja yaa.. mendoakan mereka aja udah super banget. Hohoho...
Itu adalah standar Rasulullah.
Imagine how love, blessed, and cared he is toward his ummah. We are his ummah.
Bagi siapa siapa yang masih menyimpan Laa ilaa haa illa Allah Muhammadur Rasulullah dalam hatinya.
Anw, perang Uhud terjadi saat Bulan Ramadhan atau bukan yaaa?