Manusia dan segala isinya (1)
Eps : (Aku Ketika Marah)
Sosok manusia, (aku, kamu, dan kita), ialah satu kesatuan dari hati, logika, dan raga dengan segala cabangnya. Hati ; cinta, perasaan, nurani, dll. Logika ; pikiran, ego, dll. Raga; organ tubuh, alat gerak dll. Kemudian tergantung individu apakah ia akan dominan pada hati, logika, atau raga. Tapi tidak menutup kemungkinan seimbang ketiganya, kembali lagi ini masing-masing.
Sejatinya, hati itu tercipta dengan model yang sama yang diberikan oleh Allah kepada siapapun, dan naluri serta peran didalamnya digerakkan oleh Allah. Sedangkan otak, Allah hanya menciptakan fisiknya (otak), namun peran didalamnya tergantung dari manusianya.
Lantas, ada salah satu hal menarik dari keduanya, yakni tentang sebuah sinyal hati yang kurang baik ditanggapi oleh otak sehingga terciptalah sebuah emosional. Ntah itu marah, kecewa, sedih yang notabene dirasakan oleh hati namun lewat persetujuan otak/logika. Tetapi semua itu adalah respon manusiawi yang kerap terjadi pada setiap manusia. Dan sebagai manusia, sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui tentang diri sendiri, bagaimana cara menyikapi perilaku sendiri, solusi ketika ada sebuah permasalahan, dan lain sebagainya. Apakah marah wajar ? ya, pada tempatnya, pada frekuensinya, dan pada situasinya yang dilakukan dengan baik dan perlahan selalu memperbaiki perilaku marah terus-menerus. Begitu juga dengan kecewa, sedih, galau, dan lain-lainnya.
Aku ketika marah, diam tapi kelihatan galak, seperti halnya perempuan umumnya (katanya). Lebih tepatnya begini alurnya : Diam, sambil istigfar, lalu cuek, tapi memiliki banyak unek unek di kepala, banyak ribuan kaset kusut berputar dan bertanya-tanya, bertanya-tanya, dan bertanya-tanya. Dan setelah itu, jika hal tersebut bisa dilerai dan dijelaskan, pada waktu yang tepat (sejam setelah diam atau dihari lain) aku akan menjelaskan atau mempertanyakan sesuatu kepada mereka yang membuatku marah. Dan atau akhirnya ada penyesalan karena telah diam/marah. Ya begitulah kira kira
Poin pentingnya, marah bukan cara menyelesaikan sesuatu, sehingga tidak disarankan untuk sering-sering marah yaa wahai manusia, jangan ditiru. Tetapi emosi tetap harus disalurkan dengan tepat agar semuanya menjadi alami sesuai jalannya.
Semoga setiap insan bisa mengenali diri, menyayangi diri, dan mencintai diri. Agar bisa ke step selanjutnya yakni peduli ke sesama dan mencintai mu wkwk
~Faa















