Kalau boleh dikata, peserta itikaf setiap tahunnya didominasi ibuk-ibuk dan bapak-bapak di beberapa masjid yang diamati; mungkin para pemudanya sibuk dengan urusan bukber sekalian reuni TK, SD, SMP, SMA, kampus sampai komunitas. Iseng tanya ke salah satu ibuk yang dirasa paling tua, selepas shalat ashar tadi; "Ibuk, di sini dari kapan?" "Seminggu yang lalu, neng." "Emang ibuk dari mana?" "Sukabumi, neng." "Ibuk, di sini mau sampai kapan? "Takbiran pulang, neng." "Ibuk, emang enggak bikin kue buat lebaran?" (Ask absurd, berdasarkan pengalaman penanya haha) "Beli jadi aja, neng. Soalnya kalau bikin, kapan ibuk ibadahnya(?)" Terus keinget sama nyokap, yang juga itikaf (di lain tempat) tapi sebelum itikaf udah bikin kue banyaaak, sebelum itikaf udah cemong di dapur buat bikin kue banyaaak. Tapi biasanya beberapa hari sebelum lebaran, nyokap izin pulang; bikin Tape Ketan Hitam. Selepas jadi bahan mentahannya, nyokap itikaf lagi ceunah. . Emaak Terbaeks! . "Ibuk, maaf, tapi ibuk emang enggak punya suami atau anak-anak? "Suami itu, di sana (tunjuk si ibuk ke tempat jamaah laki-laki). Kalau anak-anak sudah berumah-tangga semua, masih sibuk dengan kerjaan dan anak-anaknya. Kenapa emang, neng?" "Kok berani jauh-jauh itikaf di sini; gitu, buk." "Maunya sih itikaf di Mekah, neng. Tapi modalnya enggak ada." Si ibuk terkekek "Aih, itu juga saya mau, buk." Note: Upet, jangan mau kalah sama ibuk-ibuk yang bisa dibilang usianya sudah senja; kejar lailatur qadr. . JANGAN KASIH KENDOR! . #27ramadhan #1438H #ramadhaninspiratif #ramadhanmubarak #ramadhankareem #safariramadhan #ramadhanhampirusai #ntms (di Masjid Agung Sunda Kelapa)
















