Filosofi Kenangan
2018 telah begitu saja berlalu. Sudah saatnya aku untuk menyambut perjalanan baru, setelah perjalanan panjang kita telah benar-benar usai. Namun sayangnya, perihalmu, tak benar-benar begitu mudah berlalu.
Bagiku, semua tentangmu adalah kenangan hidup dalam setiap perjalanan yang telah begitu saja aku lewati kala garis waktu bersamamu ditakdirkan untukku. Kau adalah sosok yang sempurna, yang menyempurnakan diriku lewat kesederhanaanmu. Tak ada yang bisaĺĺ mengalahkan pesonamu. Semua tentangmu benar-benar menjadi candu yang tak bisa reda begitu saja. Bahkan, setelah kepergianmu pun, tak ada yang benar-benar mampu menggantikan tempatmu dalam hatiku.
Tak ada yang benar-benar bisa aku lakukan untuk melupakan semua tentangmu, tentang kita yang kini telah berlalu.
Karena sejatinya tak ada yang benar-benar melupa, mereka hanya menyibukkan diri agar ingatan mereka penuh hingga tak ada cela sekalipun untuk sekedar mengingat apapun perihal masa lalu. Namun, yang namanya cinta sejati itu sebenarnya soal rasa, keyakinan, pengharapan serta kepercayaan. Meski sekarang di jauhkan, takdir Tuhan tak ada yang pernah tau.
Untukmu yang kini tak lagi bisa bersamaku, tetaplah bahagia tanpa aku. Kenang saja kita sekedar masa lalu. Sebab kita adalah dua orang yang pernah ingin bahagia, tetapi luka lebih cepat datangnya. Itulah kenapa waktu adalah ruang tunggu dengan ketidakpastian. Sama seperti perjalanan hidupku denganmu, semua tak bisa dengan mudah kau tebak. Hidup terlalu menyimpan banyak misteri.
Sekarang, semua terlanjur menjadi potret kenangan dalam polaroid kehidupan. Mungkin memang sudah saatnya kau pulang. Sebab, kita tak akan pernah lagi bisa mengulang.
Kini, ijinkan aku hanya sekadar menjadikanmu filosofi kenangan dalam hidup yang tak lagi sempurna karena tiadanya sosokmu. Terima Kasih atas segalanya. Berbahagialah.













