• Lagu untuk Matahari •
Saya punya satu lagu andalan yang mesti saya dengarkan ketika saya tengah terpuruk, ketika saya tersakiti karena dicela atau diremehkan, ketika saya merasa sedang berada di titik terendah.
Lagu untuk Matahari milik Tulus.
Entah, setiap mendengarnya saya merasa sedang ditemani saja, merasa ada yang satu nasib, merasa disemangati.
***
“Patah kadang semangat, dengar mulut pedas berdebat; yang hanya lihat salahmu. Gerah kadang pendengar, dapat cibiran sang benar; sinisme bukan untukmu~”
Pertama kali saya mendengarnya pun di saat saya terpukul oleh suatu sebab. Satu bait pertama saya langsung jatuh cinta. Baik pada suara, juga liriknya.
***
“Mereka tak sempurna, sama juga halnya denganmu. Jangan risaukan celamu. Mungkin mereka bulan, tapi ingat kau matahari; cahya mereka darimu~”
Setiap kita, termasuk saya, pasti pernah dipandang sebelah mata, tidak diakui keberadaannya, dicibir kemampuannya, dan segala hal remeh temeh menyebalkan lainnya. Biarkan saja. Orang lain diciptakan memang untuk mengomentari, sementara kita sedang berusaha menjalani.
***
“Buka hatimu dengar, biar senang beralasan. Kuatkan langkah jiwamu! Waspada yang cemburu, tak semua kutukan berlaku. Kuatkan langkah hatimu!
Menari, bernyanyi, lakukan yang kau suka. Hidupmu, bukan hidupnya! Bicara, bersorak, lakukan yang kau suka. Hidupmu, bukan hidupnya!
Buktikan sekarang, angkat penamu, tulis. Bila gemar menulis. Buktikan sekarang, perkeras suaramu. Bila gemar menyanyi!”
Lawan segala cibir dengan karya. Kalahkan segala pandangan sebelah mata dengan pembuktian kemampuan. Buktikan bahwa; bila mencibir saya bisa, maka menghargai saya pun Anda harus bisa!
#aksarannyta #30haribercerita #30hbclagu #30hbc1715














