Refleksi Amanah Hari Ini, Resolusi untuk Ummat dan Dakwah.
Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.” (K.H. Rahmat Abdullah)
Setiap kita Allah akan bebankan semua amanah. Setiap kita masing-masingnya memiliki peran dalam perjalanan ini. Ada yang memilih dan dipilih untuk memegang amanah di Jalan Dakwah. Kesemuanya atas kehendak Allah.
Ada yang mengenal dunia dakwah di bangku sekolah atau istilah kerennya ROHIS, ada juga nanti di bangku kuliah Aktivis Dakwah Kampus, lalu ada yang memilih dakwah sebagai jalan hidupnya hingga akhir. Mungkin ada banyak orang yang bertanya dan berpikir "buat apa dia mau sibuk urus kegiatan sana sini, ngajak orang hijrah, belajar islam, " begitupun sebaliknya para aktivis dakwah akan berkata "buat apa mereka rela antri dan bayar mahal demi sebuah konser, ngumpul party, bahas hal dunia terus" begitu lah realita hari ini. Satu hal, kalau kita tahu tujuan hidup ini, maka perkataan orang tidak akan menjadi alasan untuk mundur malah menjadi semangat untuk terus bergerak.
Menjadi aktivis dakwah kampus artinya mewakafkan diri kepada Allah untuk menjadi penolong agamaNya sejak usia muda. Memenuhi panggilanNya: “Wahai orang-orang yang beriman jadilah kalian penolong (agama) Allah…” (QS. Ash Shaf: 14)
Saya pernah mendengar murabbiyah berkata seperti ini " setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah maka itu adalah musibah", duhh rasanya bagaimana yah. Jadi sebagai salah satu rasa syukur kepada Allah atas nikmatnya jangan heran ketika menemukan teman, adik, kakak, keluarga yang masih sibuk mengurus dakwah ditengah kesibukan lainnya baik pekerjaan, urusan kuliah, urusan rumah tangga dll. Meskipun di dalamnya bukan jalan indah yang akan kita tapaki, tapi yang ada adalah jalan penuh duri untuk menuju Surganya. Benarlah bahwa Karena dakwah adalah cinta, maka semua akan meminta darimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Lalu pagi-sore tadi sampai lah saya di sebuah Musyawarah Evaluasi tengah periode kepengurusan, ada banyak hal yang perlu dibenahi. Refleksi amanah hari ini, resolusi untuk ummat dan dakwah. Bertemu dengan para alumni, tamu undangan, adik-adik LDK yang matanya begitu berbinar memancarkan energi posotif, serta wajah khawatir dari para crew, yah ini baru pertanggungjawaban di hadapan manusia, lalu bagaimana di hadapan Allah. :(
Jadi bukan hanya diri pribadi yang perlu disusun resolusi nya tiap tahun, bahkan manajemen organisasi pun sedemikian rupa. Berikan kontribusi terbaik. Urusan akhirat akam selalu sejalan dengan urusan dunia.
Disini, saya banyak belajar tentang sistem dan strategi dakwah yang harus lebih kreatif, tugas kita masih banyak, PR di depan mata menumpuk, kalau bukan kita sebagai generasi ummat bangsa, siapa lagi??
Spesial to my partner di departemen INFOKOM, terima kasih telah menjadi partner in crime yang selalu ada 24 jam, rangers departemen yang selalu siap didadak. Masya allah.
Di akhir, atas segala penat dan lelah dalam mengarungi kereta dakwah ini semoga Allah mampukan kita Istiqomah. Sekali lagi, Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan.. keputusasaan! Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian.. Siapa diantara kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNy Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan Bukan menghindar dari peperangan.”
Menjadi aktivis dakwah kampus artinya mendeklarasikan diri menjadi pemegang saham kebangkitan umat. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..” (QS. Ali ‘Imran: 110)
Bersyukurlah jika engkau berada di barisan ini. Mari kuatkan hubungan kita dengan Allah. Sebab itulah salah satu kunci kemenangan dan keberkahan. Al itthishal billah, kata Sayyid Qutb.
Esok masih berlanjut, siapkan tenaga ukhti sholelah :)
Makassar, January 1 st 2019