#06 : Berbalik
Minggu pagi, kami berbincang santai membicarakan sebuah alasan sepele yg ingin aku tahu sejak lama.
“Kamu kenapa waktu itu tiba-tiba hubungin aku?”
“Kan mau ngajak ngopi.”
“Biasanya ngopi sama temen-temen kamu, aku kan bukan temen kamu.”
“Bosen sama mereka terus, lagian kamu juga temen kok dan aku tahu kamu suka ngopi makanya ajak kamu.”
“Aneh sejak kapan kita temenan?”
Berpikir sejenak sebelum menjawab.
“Temen social media haha.”
Kami ngakak bareng, tapi penasaranku belum terjawab.
“Bisa gitu ya udah ditolak tiba-tiba diaku temen, aku speechless.”
“Kapan aku nolak kamu?”
“Ya gak ditolak sih cuman disuruh mundur teratur. Padahal aku udah mundur loh.”
Akhirnya dia gak fokus sama bacaannya dan mengobrol sambil menatap ke arahku.
“Kamu kenapa mundur? Katanya suka sama aku?”
“Loh ya kamunya juga gak mau, kenapa aku gak boleh mundur?”
Kami terdiam.
“Kalau dulu kamu gak mau juga waktu aku ajakin ngopi, aku yakin kita gak akan berakhir kayak gini.”
“Makanya aku nanya, kenapa kamu tiba-tiba baik sama aku pake ngajakin ngopi segala.”
“Karena aku tahu kamu gak akan nolak kopi.”
“Tapi mungkin aja aku nolak kamu.”
“Buktinya gak nolak tuh.”
Skakmat. Berdebat dengan si gak mau kalah ini memang menyebalkan.
“Aku ngerasa aja, ternyata aku gak nyaman waktu kamu gak suka sama aku lagi.”
“Dari mana kamu tahu aku udah gak suka sama kamu?”
“Kamu jarang muncul di notif socmed padahal biasanya sering dan annoying, kamu gak pernah komen gak penting lagi meskipun aku juga males balesin, kamu jarang muncul di view list biasanya paling atas.”
“Cieee nyariin hehe.”
“Iya.”
“Tapi kamu salah, aku gak pernah berhenti suka sama kamu meskipun mencoba hilang dari hari-hari kamu. Aku juga gak bermaksud pengen dicari, aku cuma pengen membiasakan diri kalau aku emang gak bisa sama kamu.”
“Untungnya hal itu gak terkabul ya. Kalau kita gak jadi sama-sama, aku dong yang harus membiasakan diri tanpa kamu. Dan aku tahu aku gak bisa.”
.
Tahu tidak bahwa sebelumnya, aku yang paling menyukainya dan dia super cuek. Tapi sejak hari itu Allah membalik hatinya, mengarahkan kepadaku.
.
Cr : We Heart It














