#22
Tidak ada orang yang mau jatuh pada kesalahan yang sama. Itu sudah pasti. jika bisa memilih, kita akan meminta agar pikiran stop memikirkan hal hal yang dianggap sebagai sesuatu yang tidak pantas untuk diingat lagi. Rupanya memaafkan diri sendiri memang jauh lebih berat dibandingkan memaafkan orang lain. Berdamai dengan diri sendiri butuh effort yang lebih dibandingkan yang lainnya.
Syukurnya diri kita diciptakan dalam keadaan fitrah, mengakibatkan setiap manusia memiliki sisi baik dalam dirinya. Selemah-lemahnya iman dalam mengontrol diri untuk tidak terjatuh dalam dosa, maka fitrah itu selalu hadir untuk mengingatkan. Meski pada akhirnya kadangkala tetap tercebur lagi. Hal ini lumrah, pagi hari semangat dengan bejibun deadline, ingin produktif, ibadah maksimal, malamnya malah jauh dari rencana dan hanya jadi wacana. Sangat meyedihkan rasanya.
Setelah ditelaah, inilah asalnya mengapa manusia diminta untuk terus berdoa kepada Allah, meminta kekuatan, kemudahan, disetiap segala aktivitas yang dijalani, ditegukan di atas kebenaran dan keistiqomahan. Sebab tanpa pertolongan dariNya maka tidak ada yang bisa terjadi. Agar hidup yang dijalani penuh makna dan tujuan yang selalu bermuara kepadaNya.
“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).” Ketika Rasul ditanya oleh Ummu Salamah mengapa harus selalu mengucapakan doa tersebut, rasul menjawab: namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.
Setelah itu Mu’adz bin Mu’adz membacakan ayat,
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.” (QS. Ali Imran: 8) (HR. Tirmidzi, no. 3522; Ahmad, 6: 315. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) Sekelas rasul dengan segala amalan yang tiada tandingannya, dijamin masuk surga dan seabreg teladan darinya masih senantiasa memohon kepada Allah. Apatah lagi kita ini ya, yang sungguh sangat jauh darinya.













