Tahun lalu, memulai 30 hari bercerita dengan menulis tentang resolusi. 2020 harus belajar banyak hal dan produktif karena mau lulus. Begitu bersemangatnya diri ini, sampai membuat list resolusi yang banyak dan tidak realistis. Misalnya berlatih bahasa inggris, cut off makanan tidak bergizi, mandiri finansial, membaca lebih banyak buku dsb.
Saat awal tahun bersemangat sekali. Semua resolusi itu berjalan mulus. Hingga tibalah saat pandemi. Mendadak aku harus mengatur ulang semuanya. Energiku membangun habits positif itu hilang, sibuk beralih untuk bertahan, menyesuaikan keadaan. Bubar jalan sudah semuanya.
Tengah tahun, merasa kecewa dengan diri, terbayang mengapa belum bisa menjalankan habits yang dibentuk? Mana komitmennya? Bagaimana aku bisa berkembang, sementara aku cuma bisa fokus pada bagaimana bisa bertahan di situasi sulit itu.
Kupunguti lagi satu persatu, ku atur ulang ritmenya. Hanya beberapa kebiasaan yang berhasil terbangun, bisa berjalan dan mengantarkanku hingga akhir 2020. Mereka adalah meditasi, exercise, dan membaca.
2020 telah membuatku belajar banyak. Ternyata, aku kelebihan banyak muatan. Banyak keinginan belajar yang ingin ku kuasai dalam sekejap. Ternyata dalam perjalanan belajar membangun habits aku malah menemui medan yang terjal. Seperti truk yang kelebihan muatan, aku kesulitan melewati medan yang terjal itu.
Beberapa memang harus diikhlaskan, di-ya udah-in, supaya bisa melaju terus melewati medan yang terjal ini.
Kini 2021, aku tidak membuat resolusi khusus. Resolusiku sama seperti tahun lalu. Tahun ini semoga aku bisa melakukannya dengan lebih baik, lebih konsisten, dan lebih sabar membangun prosesnya secara bertahap. Tidak semuanya harus dibangun dan dipelajari sekarang.
Sesuaikan kapasitas. Karena tahun ini medannya masih sama terjalnya dengan tahun lalu. Maka diri ini harus pandai mengenali mana kebutuhan yang perlu diangkut seberat apapun medannya. Mengurangi beban mana yang tidak perlu. Lalu dilepaskan di tengah perjalanan. Supaya nanti diri ini bisa melewati jalan yang terjal dengan beban yang terukur.
Surabaya, 01 Januari 2021














