Seseorang pernah mengatakan padaku:
"Masa depan itu misteri dan masa lalu adalah rahasia."
Ujarnya pada suatu obrolan santai di tengah sore dengan gerimis deras.
"Kayaknya kebalik." Pikirku setelah beberapa saat mencoba memahami, meski tidak yakin.
"Enggak! Misteri itu memang adanya di masa depan, rahasia adanya di masa lalu." Ulangnya.
"Masa depan itu penuh misteri, makanya harus kita pecahkan, supaya tahu ada apa di sana, dan supaya terjawab pertanyaannya." Jelasnya, sembari menekuri tempias di jendela depan kami.
Sementara aku masih mencoba memahami. "Katamu, tidak semua pertanyaan punya jawabannya, berarti tidak semua misteri bisa dipecahkan." Ujarku.
"Cerdas kamu! Itu kenapa masa lalu adalah rahasia. Sebab, banyak pertanyaan tidak terjawab, banyak misteri tidak terpecahkan. Alias banyak jalan yang tidak sempat kita lalui." Jelasnya.
"Banyak kesempatan yang tidak sempat dicoba, maksudnya?" Tanyaku, menyimpulkan.
"Iya, kesempatan yang tidak diambil sudah tertutup makanya jadi rahasia. Setiap kita nggak akan jadi kita seperti hari ini kalau bukan kesempatan atau jalan seperti ini yang kita ambil di masa lalu."
Beberapa saat kami tenggelam dalam isi kepala masing-masing.
"Bagaimana supaya tidak ada rahasia di masa lalu?" Pertanyaan yang sebenarnya sedang kutanyakan pada diriku sendiri.
"Itu keniscayaan. Pintu kesempatan tertutup bukan untuk disesali, rahasia adalah sesuatu yang tidak untuk dibuka." Ujarnya.
"Hmm, aku tahu kamu mau bilang supaya aku berjalan maju, cari kesempatan lain yang terbuka, kan?" Ujarku ketika mulai paham ke mana arah obrolan sore itu.
"Haha, juara! Perlu diingat juga yaa, kesempatan nggak harus selalu dicari tapi juga bisa dibuat sendiri."
Ah, benar jugaa yaa. Pikirku mengingat-ingat. Kalau saja misteri adanya di masa lalu dan rahasia di masa depan. Berarti manusia hidup dengan cara menggali masa lalu dan membiarkan masa depan tertutup.