Orang lain bukanlah lawanku; aku sama dengan mereka. Aku berdiri bersama-sama dengan mereka meskipun dengan tujuan kehidupan yang berbeda. Semua sedang berjuang.
Dan, tidak ada yg perlu dibandingkan, kesedihan ataupun pencapaian.
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from Argentina
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Romania
seen from France

seen from Australia
seen from Russia
seen from Russia
seen from United States
seen from China
seen from China
Orang lain bukanlah lawanku; aku sama dengan mereka. Aku berdiri bersama-sama dengan mereka meskipun dengan tujuan kehidupan yang berbeda. Semua sedang berjuang.
Dan, tidak ada yg perlu dibandingkan, kesedihan ataupun pencapaian.
02 - Desember
Aku ngerasa masing-masing dari kita sedang berperang diam-diam dengan hal yang gak pernah kita ucapkan. Gapapa kokk. Kamu gak perlu meminta maaf atas apa pun yang kamu lakukan demi menyembuhkan dirimu sendiri.
Satu hal yang pasti, hidup ini bukan tentang siapa yang memikul beban paling berat, karena kita semua punya bagian masing-masing, entah itu sedih, bahagia, atau apa pun di antaranya. Kamu gak perlu meremehkan kerumitan emosi orang lain hanya karena kamu merasa pernah melalui jalan yang paling kacau sebelumnya. Kita semua berbeda.
Yang perlu kamu lakukan adalah berterima kasih pada dirimu sendiri, karena kamu masih punya keberanian untuk berdiri sampai hari ini. Rangkul setiap orang yang hadir dalam perjalananmu, hargai hidup bersama mereka, dan sadari bahwa gak ada yang tinggal di hidup kita selamanya.
Jadi, ketika waktu perpisahan tiba, karena perjalanan kita harus mengambil arah berbeda, kamu akan merasa lega, sebab kamu sudah melakukan segala yang bisa kamu lakukan untuk membuat mereka merasa dicintai.
Aku tidak yakin lagi sekarang jika merindukanmu itu adalah sebuah perasaan atau kebiasaan yang tidak bisa lagi aku hentikan.
Kamu pernah bayangin gak? Kamu nyakitin perempuan ini; perempuan yang sedari kecil pun tidak pernah disayangi oleh ayahnya. Anak perempuan yang dianggap jadi saingan oleh ayahnya sendiri dalam mendapatkan kasih sayang dari ibunya.
Kepala yang sesak sama pikiran- pikiran, kebohongan yg bilang aku ga akan pernah cukup dan sepadan untuk siapapun atau apapun di hidupku. Apa aku ini cuma sebatas masalah-masalah yang bisa aku atasi? Apa ketika jatuhku maka aku akan diukur juga sesuai ketidakmampuanku? Dan ketika tak ada seorang pun yang mengingatkanku, aku kehilangan arah, aku tak tahu lagi siapa diriku sebenarnya. Hingga pada satu titik, aku kembali bertanya pada Tuhanku. Dalam setiap kali aku berlutut, ketika aku berserah dan berdoa, dengan seluruh kegelisahan yang tak sanggup kukatakan, Tuhanku mengingatkanku tentang diriku… Bahwa menjadi diriku hari ini, dengan segala kurang dan luka, aku tetap cukup dihadapan-Nya.
Hari kedua diumur 27;
Didalam diamku aku bertanya, bisakah cinta tumbuh di atas tanah yang masih basah karena air mata. Bisakah cinta menyembuhkan,
atau hanya menjadi pelampiasan kenangan semata, agar bahagianya tidak terlalu menyakitimu? Seakan kau juga sudah memulai dengan yang baru,
Dan jika iya, aku tidak mau ada diantara dia dan kamu.
Lebih baik aku kembali memeluk diriku,
Karena di penghujung hari, yang kupunya hanyalah 'aku'