Orang-orang hanya melihat, tapi mereka tidak tau apa yg kita perjuangkan. Maka dari itu tak perlu ambil pusing apa yg mereka katakan. Karna sesungguhnya diriku terlalu berharga untuk hanya sekedar perkataan yg mereka lontarkan.
seen from Australia
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Russia
seen from United States

seen from Austria

seen from China
seen from China

seen from United States

seen from Austria
seen from Netherlands
seen from China
seen from China
seen from China
Orang-orang hanya melihat, tapi mereka tidak tau apa yg kita perjuangkan. Maka dari itu tak perlu ambil pusing apa yg mereka katakan. Karna sesungguhnya diriku terlalu berharga untuk hanya sekedar perkataan yg mereka lontarkan.
DIALOG HATI #2
Aku dan Diriku
Aku :Kenapa ya... kadang, kita masih suka risau perihal takut kehilangan, Padahal sebenernya kita tau siapa pemilik hatinya, pun hatiku adalah Allah...
Diriku : Ah, Kamu itu beneran lupa atau pura-pura amnesia sih??
Diriku : Ada Allah Sebaik-baik Penjaga, Kenapa nggak kamu titipkan saja kepada Allah Yang Maha Mengetahui Setiap Isi hatimu??
Tanya2 sendiri, jawab2 sendiri 😌
Aku dan diriku (2)
Akhir-akhir ini waktu rasanya terlalu cepat berjalan.
Entah karena rutinitas yang terbatas atau karena aku terlalu menikmati perjalanannya. Yang pasti bukan opsi yang kedua.
Udah 11 hari aja ini bulan Juli.
Tapi rencana-rencana yang ingin dicapai belum satupun nampak akan muncul ke permukaan.
Seolah-olah Allah SWT kasi peringatan, kalau waktu ga bisa ditahan, aku akan selalu ketinggalan kalau usaha dan doaku belum seimbang, walaupun niatku sering kuucap dalam hati, tanpa gerakan yang pasti aku pasti akan selalu disini. Kata-kata "you are almost there" ga pantas kusimpan.
2020 udah Juli aja.
Diriku, mau sampai kapan sadar tapi ga sadar?
(KJ222, 23.48 11/7)
CUR..HAT.
Setelah pergopohan dirumah sejak pagi tadi, akhirnya bisa melarikan diri, beberapa hari ini entah kenapa rasanya banyak sekali yang diurus, seperti tidak ada habisnya. sebelum pergi berbincang dengan ibuk, sekedar mengeluh kenapa waktu yang diberi seperti tidak pernah cukup dijalani. setelah itu ibuk hanya bilang jangan ngomong gitu ke bapakmu, (engkok diumbah awakmu) kosa kata jawa yang selalu digunakan ibuk saat memberitahuku. memang bapak paling anti yang namanya per-pengeluhan masalah dunia. bagi bapak dunia hanya akan sekedar lewat, tidak penting dan tidak perlu dibuat pusing, yang terpenting bagi bapak selalu permasalahan akhirat haha,, entahlah mungkin itu sebabnya juga ak tidak pernah ngobrol intens dengan bapak. sikapnya kaku dan otoriter membuat aku susah untuk menyesuaikan diri.
Saat tulisan ini dibuat jam menunjukkan pukul 12.37 PM, aku sedang duduk di sudut cafe tempat biasa aku memisahkan diri dengan dunia. Jalanan yang panas sekali juga membuat perjalanan kesini agaknya menjadi sedikit panjang, penuh umpatan dengan pengendara dijalan yang nampaknya juga punya masalah sama denganku, buru-buru dan dikejar waktu. beruntung disini aku bisa sedikit menghela nafas.mengatur posisi, memanjakan diri dengan smooties yang baru kucoba hari ini. Mango Smoothies, tidak enak, tapi masih bisa dinikmati ditengah panasnya hari ini.
Ditengah keluhan hati yang dituliskan disini, aku ingat sesuatu. tentang kehidupan yang kujalani, karena anak pertama aku pasti menjadi tumpahan keluh kesah dan menjadi wadah berbagi apapun untuk saudara. tidak hanya bapak ibu, mungkin aku sudah biasa, memprioritaskan mereka, setiap appun yang kujalani kalau memang mereka butuh bantuan, aku dengan senang hati membatalkan semua janji, tapi ternyata tidak semudah itu saat ini, saat kita dikata dewasa oleh kebanyakan orang yang ada di sekeliling kita, urusan kita tidak lagi hanya perkara diri kita, terkadang hubungan sosial kita, apapun yang entah selalu ada saja. tidak bisa lagi dengan bertindak seenak hati untuk terus mempertahankan posisi, hidup adalah pilihan, benar kata orang, ada hal-hal yang memang harus direlakan, berganti genggaman dan berpindah haluan.
Tapi kepada diri sendiri, kuingat pesan ibu untuk terus ikhlas dalam menjalani apapun, kita tidak akan pernah tau kedepan apa yang akan dijalani, selama terus menebar benih kebaikan kamu akan dipertemukan dengan lingkungan baik. pesan ibuk yang hampir dikatakan setiap pagi, jangan pernah merasa bosan hidup dalam kebaikan, percaya saja meski susah jalannya, berat dilalui, mungkin juga penuh dengan kesedihan, kita tidak akan pernah tau rahasia apa yang akan Allah suratkan.
Tidak ada kata yang lebih menenangkan dari seorang ibu yang selalu berdoa dan menasehatkan kebaikan untuk anaknya.
Haha.. rasanya beban dihati sudah sedikit terbagi dengan menuliskan apa yang dirasa disini, mari kita mulai lagi, satu persatu satu, sabar, kita akan merindukan ini suatu saat nanti, maka aku percaya proses adalah hal yang paling asyik dijalani dari pada akhir tempat tujuan kita nanti.
Be Positive and Stay Curious!
13/366
#Aku dan Diriku
Tidak terasa, sudah dua puluh tahun kamu berjalan di bumi.
Tempat singgah sementara yang mengharuskanmu untuk tetap berjalan, sampai garis waktumu berhenti.
Semudah dan sesulit apapun jalannya.
Kamu harus tetap berjalan menuju sebaik-baik tempat kembali.
Walaupun jalannya tidak selalu mudah.
Banyak rintangan yang harus dilalui.
Banyak jurang terjal yang berusaha menjatuhkan.
Banyak jalan berduri yang berusaha mematahkan dan mulukai.
Namun, diatas kemungkinan tersebut, kamu memilih untuk tetap melangkah di jalan-Nya.
Dengan semua pertolongan-Nya, kamu mampu.
Kamu mampu ...
Mengambil hikmah dari berbagai kejadian yang ada.
Mencoba hal-hal baru yang menantang dan bermanfaat.
Menjadi seorang pembelajar dan pemerhati rasa.
Terus tumbuh walau ada yang mematahkanmu berkali-kali.
Patah. Tumbuh lagi!
Jatuh. Bangkit lagi!
Terima kasih ... untuk tidak menyerah dan memilih bertahan pada jalan juang yang tidak mudah ini.
Semoga setiap langkahmu selalu Allah arahkan menuju tempat tinggal terbaik-Nya.
Untuk kamu, diriku sendiri.
Hening, 22:38 | 24 april 2020
Sendiri, it’s OK
‘Sendiri ditengah keramaian’ jauh lebih baik, karena aku dapat menemukan diriku disana.
Dibandingkan dengan beramai-ramai. Seolah aku ada, nyatanya tidak.
Aku hanya bersama orang-orang yang sungguh menyayangiku.
Sabtu malam
Sabtu malam terasa lebih pas didengar daripada malam minggu. Entah dari mana asalnya kata malam minggu. Hari dimana orang2 menghabiskan waktu bersama orang yang disayanginya. Tapi lain untukku, dikala semua orang menghabiskan waktu beramai ramai, aku justru lebih suka menghabiskannya sendirian, ditemani buku dan segelas es kopi untuk dihabiskan. Kesepian? Bukan, aku tak kesepian. Ada banyak teman, sahabat dan keluarga disekelilingku setiap harinya. Hanya saja, khusus untuk sabtu malam, aku ingin menbunuh waktu sendirian. Memberikan banyak waktu bagiku untuk bercengkrama dengan sisi dari diriku yang sesungguhnya.Sisi dimana dari diriku yang tak pernah dilihat orang lain. Sisi dimana aku tak perlu lagi memakai baju zirah dan tameng untuk berlindung. Sisi dimana aku bisa bersantai menghirup dinginnya udara malam yang biasanya terasa menusuk, tapi justru menghangatkan. Rasanya, penat dan lelah yang ada selama ini rasanya jadi hilang, tergantikan dengan sebuah energi baru.Kalau dianalogikan seperti sebuah power bank yang sedang dicharge agar isinya penuh kembali supaya bisa digunakan untuk beberapa waktu kedepan. Introvert? Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Kalau introvert itu berarti tidak suka dengan keramaian, maka aku menentangnya. Aku suka dengan keramaian, tapi ada sisi dari diriku yang butuh waktu untuk sendiri. Jauh dari segala tugas, beban, dan kebisingan dunia. Berdamai dengan diriku sendiri, aku lebih suka menyebutnya begitu. Diwaktu ini aku banyak berbincang bincang dengan diriku sendiri. Rasanya seperti segelas es kopi ini kami minum berdua. Kami berbincang tentang banyak hal. Kadang kami membicarakan masa lalu dan kadang juga membahas tentang misteriusnya masa depan. Kebodohan kami di masa lalu, dan akan menjadi apa kami di masa depan. Tapi yang paling sering kami bicarakan adalah tentang siapa kamu sebenarnya? Yang kami maksudkan disini adalah siapa pasangan kami di waktu yang akan datang. Tak jarang kami sering berdebat tentang berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Walau kami tahu, kalau segala sesuatu itu telah dituliskan oleh Allah. Diriku yang lain, seringkali merasa takut kalau kalau kamu tak bisa menerima dia. Karena dia memang tak pernah muncul didepanmu. Karena yang kamu lihat setiap harinya adalah aku yang sedang memakai armor lengkapku. Aku berkali kali meyakinkannya untuk tak merasa takut, tapi selalu gagal. Dia khawatir, begitu dia muncul didepanmu, kamu malah akan menjauh. Dia merasa bersalah. Yang bisa kulakukan hanya menunggu dia untuk siap. Siap untuk muncul didepanmu, menerjang resiko dan rasa khawatir kalau kamu tak akan menerimanya. Bagaimana denganmu? Apakah kamu siap bertemu dengan sisi lain dari diriku? Karena kamipun sudah siap untuk bertemu dengan sisi lainmu. Perbincangan kamipun terus berlanjut, di sebuah tempat favorit kami, di sebuah warung bercat biru yang tenang, yang ada hanyalah kami dan bartender warung yang selalu siap menyajikan es kopi yang kami pesan. Salam hangat dari kami berdua untuk kamu. Muammar Khadafi Ashar