seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Maldives
seen from United States

seen from Israel
seen from China

seen from United States

seen from Venezuela
seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
Tidak ada yang namanya tiba-tiba dalam konteks apapun. Entah itu sakit, mati, ataupun pergimu. Sesungguhnya tiap peristiwa yang kerap kita sebut tiba-tiba, alarm peringatan telah nyala berulang sebelumnya. Tapi tetap saja tak pernah ada kata siap dalam menerimanya. Sebagian karena aku luput mendengar alarm yang menyala. Sebagian lainnya karena sakit, mati, atau pergimu lupa aku tulis dalam kamus hidupku.
-R-
Tentang Maaf
Maaf. Seharusnya kata ini harus sering terlontar di mulut kita. Manusia lekat dengan kesalahan, khilaf dan dosa kepada siapapun. Vertikal kepada Allah, horizontal kepada manusia, ataupun kepada benda mati dan makhluk lainnya yang selama ini bersinggungan dengan kita. Karena kita butuh maaf semuanya agar menjadi damai.
Maaf. Ada yang terlupa disebutkan kepada siapa seharusnya maaf dituturkan, yaa kepada diri sendiri. Mungkin kita yang pernah membawa diri pada kelalaian, membuat diri sendiri terlalu berharap lebih, membuat diri sendiri dengan ribuan kecewa, merayu diri sendiri pada hal tidak baik, atau hanya sekedar mengizinkan diri bermalas-malasan. Ohh maaf diri.
Maaf. Satu kata yang sangat sederhana, namun begitu sulit diucapkan pada orang-orang terdekat.
Maaf. Kata yang familiar dan mungkin tak ada maknanya lagi jika terlalu sering dipermainkan dalam beberapa keadaan.
Maaf. Sebuah penerimaan dari hati ke hati lainnya untuk sebuah perbuatan yang kurang berkenan.
Maaf. Adalah lega dan lapang yang dimenangkan hati kepada siapapun yang telah menerima maaf dan meminta maaf.
Minta maaf dan memaafkan, dari luar tampak sederhana pun juga mudah. Namun dalam hati, kita tidak bisa memaksakan hati siapapun untuk dapat menerima setiap maaf dan meminta maaf dengan tulus dan ikhlas. Letaknya ada pada hati. Hanya di hati.
Pada Akhirnya kita terus belajar untuk rutin memaafkan diri sendiri dan orang lain terhadap yang tidak berkenan di hati kita. Dan belajar untuk berani meminta maaf pada diri dan sekitar terhadap kecewa-kecewa yang bertaburan.
~Faa
#tautannarablog6 #lastday #day12
Menipiskan Rasa
Maaf Tuan, Saat ini, Aku tak bisa mencintaimu terlalu dalam. Bukan karena apa, Aku takut takdir kita berdeda, Dan akhirnya, Hanya menyisakan luka.
Ada gak sih
Yang hari ini kenalan
Besok saling mengenal
Lusa nya langsung nikahan
Kalau ada
Aku mau 🤭
Capek
Capek seleksi
Capek ribet nya
Capek hati nungung dilamar
Capek berharap
Mau yang simpel
Kenal
Cocok
Nikah
Terus setelah nikah
Sabar dua kepala tu
Sabar namanya manusia
Sabar namanya hidup
Sabar namanya karakter orang
Sabar sabar sabar
Tahap Dunia
Capek? Ya emang dunia tempat berjuang bukan istirahat. Sedih? Hm wajar dong kalau pernah sedih beberapa kali. Kecewa? Duh, fase hidup emang selalu banyak kerikilnya.
Ngomongin soal duka di dunia, gak akan ada habisnya sih. Tapi simplenya, kalau kita punya tujuan, semua fase hidup bisa aja mudah kita terima. Karena ya dalam hidup selalu ada naik turun, laut aja ada pasang surutnya kan??
Sepertinya, kita perlu berpikir lebih simple dan smart, dengan tetap rasional dan memasang standar yang realistis, agar lebih positif pada diri dan lingkungan kita.
Ketika memasuki 2023, aku cukup banyak disambut sama hal yang kurang bagus. Tapi ketika aku benturkan dengan hal yang lebih positif, ternyata gak serumit yang ada di kepala, malah biasa aja dan justru jadi mudah dijalani.
Yes, aku tertinggal dalam menyadari pelajaran satu ini. Kemudian ketika aku menyadarinya, aku memakai itu untuk bekal hidupku di hari-hari mendatang. Harapannya semoga kedepan, standar bahagianya disederhanakan.
Dan ada kata-kata menarik : boleh jadi sesuatu itu tidak datang padamu karena Allah yang melindungimu.
Ingat, tujuan akhir kita surga, murah tapi gak mudah!
Stay positif thinking ya, sama keputusan Allah :)
tentang rasa (2)
rasa ini terlalu abstrak.
ucap yang kuharap ternyata terkabulkan
seakan tuhan mengamini pertemuan
di hari itu,
aku hanya mengharap jumpa semata
tapi apalah daya,
ternyata tuhan hendak menitip rasa
oh tuhan,
jika memang rasa ini hendak Kau beri
bantulah aku untuk memahami
jika tidak,
maka cukupkan sampai disini.
di bawah langit Depok,
6 April 2023
Terima Kasih Atas Waktu Yang Berharga,
Semua kehidupan kita akan menjadi kenangan,
Yang terjalin disetiap pilin-pilin album.
Kamu pernah tertawa bersamaku,
Kamu yang selalu ada untukku, menemaniku,
Hal seperti itu adalah hal yang selalu aku syukuri,
Waktu yang kau buang bersamaku, adalah harta yang kau keluarkan, sebab waktu itu tak tertandingi dan tak bisa diuangkan,
Terima kasih setiap bulir-bulir napas yang kau berikan, terima kasih telah menjadi bagian dari semangat saat ku bernapas.
Aku selalu bahagia bersamamu, dan mengharapkan kau bahagia selalu,
Dan selamanya
Semburat Sore,
15.08.23