Setahun yang lalu, aku sempat jadi penggemar olahraga memanah. Aku terlalu suka memanah, waktu itu. Tapi sejak akses gratis yang kupunya udah dak ada, jadi endak lagi, wkwk. Asik, dak berat, dak ngos2an, dak banyak keringetan, aku ndatau juga kenapa masuk jadi olahraga dia, mungkin karena ada juga orang2 kayak aku ni, maunya olahraga yang dak capek. Eh. Terserahlah, yang penting aku suka. Dan ini, Sunnah. Alhamdulillah.
Hal pertama yang buat aku jadi benar2 suka memanah, karena pelatihnya waktu itu bilang gini “kalo mau nembak yang nomer 10 (paling tengah), ngebidiknya jangan kesana, tapi ke nomer 7 (3 tingkat di atas yang 10)”. Dan aku, di panahan yang ke 12 seumur hidupku, dengan jarak 10 meter ke arah target, berhasil manah tepat di nomer 10. Dak aku aja, pelatihku dan teman2 seperpanahanku pun ikut kaget, kaget benaran.
Jadilah abis itu, pelatihku ngajak duel manah dengan jarak 15 meter ke arah target. Ku iya kan aja waktu itu, tapi aku udah dak niat kali buat manah, karena masih excited sama angka 10 yang kudapat sebelumnya. Dari 10 arrows yang dikasi, cuma dua yang kenak target, itu pun di angka 2 dan di pinggir angka 1. Sedangkan pelatihku, ada beberapa arrows yang mengenai target dan angka tertingginya 7 waktu itu.
Sebenarnya yang mau kusampaikan bukan itunya, bukan kejadiannya kekmana. Tapi makna tersiratnya.
Di beberapa waktu aku jadi penggemar Bow and Arrow, banyak hal yang kupelajari.
Kalo mau nargetin sesuatu dalam hidup ini, harus letak target agak lebih tinggi dari tujuan kita, agar ketika jatuh, akan tepat mengenai target sebenarnya, atau tak jauh dari yang diharapkan.
Trus, seperti memanah yang butuh bow, arrows, arm guard, dan finger tap. Gitu juga dengan tujuan kita, kalo udah punya target, siapkan hal2 yang perlu utk menyelesaikannya.
Trus, kalo targetnya udah jelas, perlengkapan dan persiapannya udah mantap, tapi niat dan motivasinya ga kuat, yaaa sama aja. Ndak akan kemana2.
Jadii, bukan dak boleh punya cita2 dan tujuan hidup tinggi. Cuma, baiknya kita pastikan lagi niat, tujuan, serta kesiapannya.
Yaa kalo kamu udah siap, tapi dianya dak siap, aku bisa apa? Wong aku bukan siapa2, eh.