Orang-orang hanya melihat, tapi mereka tidak tau apa yg kita perjuangkan. Maka dari itu tak perlu ambil pusing apa yg mereka katakan. Karna sesungguhnya diriku terlalu berharga untuk hanya sekedar perkataan yg mereka lontarkan.
seen from Indonesia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from Guinea
seen from Germany
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Mexico
seen from United States

seen from United States
seen from United States
Orang-orang hanya melihat, tapi mereka tidak tau apa yg kita perjuangkan. Maka dari itu tak perlu ambil pusing apa yg mereka katakan. Karna sesungguhnya diriku terlalu berharga untuk hanya sekedar perkataan yg mereka lontarkan.
Berarti bukan dia value yang kamu cari
Pada dasarnya ''yang dicari dalam menjalin sebuah hubungan antar manusia adalah 'saling bertukar value', tapi.. kalau value yang kamu cari adalah seseorang yang telah habis fase 'mencari'-nya dan telah upgrade diri di fase 'saling menghargai', sudah di fase 'merasa cukup satu', berarti carilah yang seperti demikian. Namun ada masanya dipertemukan dengan seseorang yang masih dalam fase mencari, penasaran, yang juga ramai Direct Message (DM)nya, masih di fase nambah-nambah following user instagram cewek-cewek diuar sana, berarti bukan dia value yang kamu cari, simple. Kalau value yang kamu cari ketenangan, tapi ketenanganpun tidak kamu rasain di sepanjang tahun lalu, lantas untuk apa lagi? kita ga bisa merubah mindset orang lain apa lagi seorang laki-laki. Jika dia tidak cukup bisa meyakinkan kamu terkait hubungan? That's it, berarti bukan dia value yang kamu cari.
tentang takut (1)
“baik-baik aja?” “hmm inshaaAllah hehe. kamu sendiri gimana?” “wah tenang, always aman hehe. ada yang bisa dibantu atau dibagi?” “banyak yang belum tau, kalau sebenarnya aku hanya berusaha menutupi rasa takut” “takut kenapa?”
ternyata, rasa takut yang sudah tertanam di diri seseorang, akan membentuk suatu dinding defensif akan segala hal. mengerikannya, rasa takut tersebut juga muncul sebagai takut untuk dicintai oleh orang lain.
orang lain mungkin akan berusaha memberikan keyakinan padamu, “jangan merasa takut”. tidak, kawan, tidak semudah itu. rasa takut ini, bisa dipicu karena adanya trauma di masa lampau, wejangan khusus dari orang terdahulu yang menyeramkan, bahkan berita-berita buruk yang kian hadir di berbagai media, menemani masyarakat baik urban maupun daerah terpencil.
orang lain mungkin akan menyuruh jangan merasa takut, tanpa memberikan cara bagaimana menghilangkannya, atau bahkan mengajarkan cara memeluk dan menerima rasa takut tersebut.
jangan tanya aku, aku pun tak mengerti. buat kamu, yang sedang membaca ini, aku ingin berpesan. tidak apa-apa merasa takut. takut adalah satu upaya kita sebagai manusia utuh. apabila sudah tak terbendung lagi, carilah profesional di bidangnya. utarakan pada mereka semua-muanya, hanya ada kamu dan dia dalam ruangan tersebut. menangislah. berbahagialah. dan, tenanglah kemudian.