Hai, Kamu!
Hai, Kamu!
Iya, Kamu!
Apa kabar?
Ku dengar harimu sangat sibuk. Bagaimana kabar solatmu? Masihkah ia menjadi prioritas utama waktumu?
Ku dengar harimu sangat padat. Bagaimana kabar Ayah-Ibu mu? Masihkah mereka menjadi prioritas utama kebahagiaanmu?
Ku dengar harimu sangat riweuh. Bagaimana kabar hati-mu? Masihkah ada kejernihan yang menjadikan kebenaran menjadi prioritas utama dalam setiap tindakanmu?
Ku dengar harimu penuh hiruk-pikuk. Bagaimana kabar pikiran-mu? Masihkah ia tetap dingin yang menjadikan setiap keputusanmu terambil sangat rasional, penuh pertimbangan?
Ku dengar harimu penuh tipu daya. Bagaimana kabar dirimu?
Semoga kamu, tetap tenang dalam ketaatanmu kepada-Nya. Hingga kasih dan sayang-Nya selalu tercurah untukmu.
Bukankah menyenangkan dikasihi dan disayangi oleh Sang Maha?
Kamu, iya, Kamu!
Doaku masih sama di setiap waktuku,
Semoga kamu selalu bahagia dalam lindungan, limpahan kasih dan sayang Tuhan.
Semarang, 24 April 2019 | FadhilahNF












