hindia fanart after months of thinking about drawing him
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Venezuela
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Senegal
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Vietnam
seen from United States
seen from Netherlands
hindia fanart after months of thinking about drawing him
feels weird to be listening to "kami belum tentu" and then get a fucking tumblr jumpscare. like i know it's because of that time tumblr got banned in indonesia but Woag
Merayakan pertengahan tahun 2023 dengan album kedua Hindia “Lagipula Hidup Akan Berakhir”. Track “cincin” mungkin yang paling banyak menyita perhatian, sebab “janji palsu” sudah lahir duluan. Dibuka dengan cerita sepasang manusia yang kadang menggila namun tetap saling mencinta sesudahnya.
Jika berbicara masa depan yang penuh ketidak pastian, tak seorangpun punya tebakan. Makanya, harus terus diupayakan. Meskipun, satu per satu, hari per hari, mungkin ada yang harus direlakan, diikhlaskan, dan dimaknai sebagai bagian dari kehidupan.
Kemudian lagu cinta akan melebur bersama kita dengan harap hidup akan berjalan seperti ini seterusnya. Sungai meluap, kurs tak masuk logika, kemungkinan masuk penjara, aturan cinta, pada akhirnya juga akan berlalu begitu saja. Oleh karena itu, perihal esok mari kita hadapi dengan saling mencintai apa adanya.
Album favorit setengah tahun (hampir setahun) ke belakang.
jadi hari ini gue mau cerita - cerita lagi. tentang sebuah album yang udah sekitar setengah tahun kebelakang ini tuh lagi gue dengerin banget. yaitu album Menari Dengan Bayangan by Hindia. kenapa gue suka banget sama album ini? karena album ini tuh lagu - lagunya bercerita seputar kehidupan. di umur - umur gue sekarang ini tuh, gue sering ngerasa dan mempertanyakan banyak hal. sebenernya hidup tuh untuk apa sih? apa sih yang dicari? apa sih yang dikejar? apa sih makna dibalik kehidupan di dunia ini? HAHAHA jujur agak serem ya pertanyaan - pertanyaan gue. tapi seriusan itu adalah hal - hal yang beneran gue pertanyakan dan gue perlahan menemukan jawabannya setelah menjalani kehidupan selama beberapa tahun kebelakang. 2018 & 2019 are the worst years ever for me personally. 2018 & 2019 itu adalah waktu yang gue ngerasa "i hit the rock bottom".
disaat - saat itu, gue ngerasa hidup tuh kok ngasih hal yang gini banget ya ke gue. tapi dari situ gue belajar banyak hal tentang hidup ini. nah di perjalanan menemukan pelajaran tentang kehidupan ini, gue ketemu lah si album menari dengan bayangan. gue ngerasa lagu - lagu di album ini tuh bisa banget dijadiin penyemangat when i'm on the lowest point of my life. hampir setiap hari ketika perjalanan berangkat dan pulang kuliah tuh album ini jadi kayak hal yang wajib gue dengerin di dalam transjakarta. sambil gue liatin orang lain yang ada di dalam transjakarta, yang gue yakin mereka juga punya banyak problem di hidup mereka. tapi tetep aja mereka ngejalanin hidup ini sebaik mungkin.
lagu - lagu di album menari dengan bayangan ini tuh bener - bener membuat gue ngerasa hidup itu ya emang gini. kadang seneng, kadang sedih. kadang di atas, kadang di bawah. tapi ya gimana caranya kita selalu cari arti di hidup ini yang akhirnya bikin kita "back on the track" untuk mencapai suatu tujuan yang mungkin akan kita temukan di sepanjang perjalanan hidup kita.
ada beberapa lagu yang jadi favorit gue di album menari dengan bayangan. salah satunya Evaluasi. lagu ini bener - bener bisa jadi obat buat gue ketika gue lagi sering ngerasa nyerah akan suatu hal, ngerasa gagal, ngerasa sedih, ngerasa punya banyak masalah. lirik lagu ini tuh ngebuat gue mikir kayak "banyak masalah tuh gapapa loh, emang banyak yang harus dihadapi, tapi ini semua tuh hal biasa dan lo bakal baik - baik aja. tapi mungkin cuma ada yang perlu di evaluasi aja kok". my favorite part of the lyrics itu pas "bilas muka, gosok gigi, evaluasi. tidur sejenak menemui esok pagi. walau pedih ku bersamamu kali ini, ku masih ingin melihatmu esok hari". deep banget kalo bayangin ada orang yang ngomong gitu ke kita. ya intinya sih pertanyaan - pertanyaan dalam hidup gue itu bisa terjawab seiring berjalannya waktu. dan gue sendiri pun perlu mengevaluasi diri supaya terus jadi manusia yang selalu lebih baik lagi dari sebelumnya. apalagi sekitar satu jam lagi tuh gue bakalan memasuki kepala 2, hehehe. makanya gue harus evaluasi diri lagi terkait setahun ke belakang apa aja yang udah gue lakuin dan lewatin, dan sekiranya menelaah lagi apa yang harus gue perbaiki di umur yang baru ini.
intinya dengerin deh guys albumnya. BAGUS BANGET. dijamin!
Ingin bercerita dan berterima kasih atas sesuatu. Tapi dari mana ya?
Sulit sekali untuk diungkapkan, lewat tulisan? Tidak jago menulis juga, tapi akan mencoba.
Awalnya sama sekali tidak ingin menulis cerita tentang ini. Karena sama saja artinya dengan membuka memori lama, membiarkan raga tersayat luka yang menganga.
Ini sudah lama sebenarnya,
tapi.. rasa sakitnya masih ada.
Trauma? Yaa..
tapi ku pikir tidak ada salahnya untuk bangkit bukan?
Kata bangkit tidak pernah salah, justru membiarkan terpuruk itu akan semakin salah.
Aku mendengarkan lagu baru dari Hindia.
Jujur saja, aku memang menyukai Band itu.
Menurutku, lirik dalam lagu-lagu yang diciptakan oleh Baskara atau Hindia merupakan sesuatu yang mewakili perasaan.
Mewakili perasaan yang sangat sulit sekali untuk diutarakan melalui lisan sendiri.
Terlebih yang judulnya "Evakuasi".
Saat pertama kalinya aku mendengarkan lagu itu, air mataku mengalir deras.
Hal yang sangat sulit ku utarakan, tapi.. merasa terwakilkan oleh lirik "Evakuasi"
Beberapa liriknya akan ku tampilkan secara acak terlebih dulu disini.
Aku bukan objek validasi
Jauhkan diriku dari foto selfie
Aku bukan objek imitasi
Jangan pakai fotoku di akun pribadi
Beberapa tahun lalu, lelaki itu menyukaiku. Aku menganggapnya sebagai teman. Dan dia tidak kecewa, katanya.
Ku pikir masalahnya sudah selesai sampai disitu saja.
Ku pikir tentang itu hanya aku dan dia yang mengetahuinya.
Ternyata tidak.
Masalah tidak selesai
Dan yang mengetahui itu tentu bukan hanya aku dan dia
Teman-teman lelaki itu yang merupakan kakak kelasku saat aku duduk dibangku putih abu pun ternyata tahu soal itu
Sebenarnya, tentang itu bukan masalah bagiku
Baik ada yang mengetahui atau tidak ada yang mengetahui sekalipun, tentu bukan masalah untukku.
Bukan..
Bukan tentang itu!
Argh!
Aku akan mengatakan ini, kesal sekali rasanya!
Aku tidak mengerti, mengapa namaku menjadi perbincangan di group whatsapp mereka. Grup kelas mereka lebih tepatnya. Oh, ku luruskan, kami semua sudah lulus dari masa putih abu. Tapi, seperti yang kalian tahu, grup kelas atau grup angkatan akan selalu hidup bukan? Itu sangat berguna sekali, untuk menjadi ajang reoni atau mengundang ke acara pernikahan juga misalnya.
Tapi..
Aku benar-benar tidak mengerti, disaat lelaki yang menyukaiku itu menghubungiku melalui pesan whatsapp.
"Aku minta maaf, namamu menjadi perbincangan yang kacau. Mereka bercanda sebenarnya" Itu pesan dari lelaki itu.
Keningku berkerut, apa maksudnya? Aku tidak pernah mempunyai urusan dengan mereka. Tapi kenapa tiba-tiba saja membahas diriku?
Akhirnya, aku bertanya tentang apa isi pesan whatsapp di grup itu, lelaki itu berbicara bertele-tele karena takut aku marah jika aku benar-benar tahu isi percakapan dari grup itu.
Tapi aku tidak menyerah, aku terus meminta dia agar memberitahuku.
Dan..
Dia memberitahuku, dia screenshot percakapan dalam group itu.
Saat itu juga, tangisku pecah.
Aku malu, aku kesal, aku marah, aku kecewa, aku benci semuanya.
Bagaimana bisa mereka menggunakan photoku yang mereka ambil di salah satu sosial media temanku kemudian mereka jadikan photoku lelucon?
Saat itu di seluruh media sosialku sama sekali tidak ada photo diriku sendiri, tapi mereka mencari-cari ke akun temanku, dan astagaaa!!
Mereka mengedit photoku,
melecehkan diriku dalam photo itu.
Menambahkan objek vulgar sesuka mereka.
Mentertawakan photoku yang sudah mereka edit sedemikian rupa.
Percakapan mereka dalam grup kelas itu menjadi sangat ramai
Kata-kata kasar berbau seksual mereka ucapkan setelah melihat photoku dalam grup itu
Allah, aku malu sekali saat itu.
Bagaimana bisa mereka melakukan itu? Atas dasar apa? saat dimasa sekolah dulu, aku bukanlah anak yang kasar terhadap kaka atau adik kelasnya. Aku cukup santun, bahkan aku mengikuti beberapa organisasi yang pastinya aku mengenal banyak orang dan aku menghargai serta menghormati mereka semua.
Tapi, kenapa mereka melakukan itu?
Aku bertanya lagi kepada lelaki itu, tentang mengapa mengapa dan mengapa.
Dia jawab "Itu hanya sebuah gurauan dari mereka untukku, karena aku menyukaimu. Bercandaan mereka memang seperti itu"
Bercanda mereka memang seperti itu? Itu bercanda? :)
Seharusnya mereka sadar, itu sudah termasuk tindakan pelecahan terhadap seseorang. Dan aku orangnya!
Apakah mereka tidak berfikir? Jika salah satu anggota keluarga perempuannya diperlakukan demikian, apa yang mereka rasakan?
Ketika adik atau ibunya dilecehkan oleh seseorang, apakah mereka tidak marah? Tidak sedih?
APAKAH MEREKA TIDAK BERFIKIR SAMPAI SANA???? KENAPAAAAAAAAAAAAAAA?????
Seharusnya mereka berfikir tentang hal itu, ketika adik atau ibunya diperlakukan sepertiku, seharusnya mereka memutar otak!
Bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu, bagaimana malu nya ditertawakan oleh banyak orang, orang-orang akan memandang rendah karena photo itu, atau berfikir aneh, ya Allah...
Saat itu, aku merasa hancur sekali itu.
Itu sama sekali bukan bercanda yang sehat.
Itu sangat melukai perasaanku.
Saat itu juga, aku merasa malu.
Photoku yang mereka edit sedemikian rupa, ditonton oleh banyak orang.
Bahkan tidak sedikit pula yang melontarkan kata kasar dan tawa yang terbahak-bahak.
Lalu mereka sebut itu dengan kata "bercanda"?
Mereka tidak tahu, dampak apa yang terjadi padaku setelah aku mengetahui itu.
Kepalaku dipenuhi oleh isi dari percakapan dalam grup itu.
Aku tidak bisa menelan sesuap nasi sekalipun saat itu, yang ku lakukan hanyalah menangis dan menangis.
Aku mulai malu bertemu dengan orang-orang,
Aku mulai benci ketika seseorang mengajakku berphoto,
Aku mulai takut dengan banyak hal.
Itu sangat membekas sekali, dan menjadikan rasa trauma.
Beberapa waktu setelah itu, akhirnya aku tumbang juga.
Karena terlalu larut dalam perasaan yang sangat menjengkelkan, sementara aku tidak bisa bercerita dengan siapapun.
Kenapa? Aku terlalu malu untuk membagi cerita buruk itu!
Waktu demi waktu berjalan, orang terdekatku menghubungiku.
Menanyakan kabar dan rutinitas apa yang sedang ku kerjakan.
Aku bingung bagaimana harus menjawabnya, aku tidak sedang baik-baik saja.
Tapi aku membohongi diriku sendiri dengan mengatakan "Aku sehat sekali".
Beruntungnya seseorang ini tidak mempercayai kataku begitu saja, Ia sangat mahir menggali-gali apa yang sedang terjadi padaku.
Dan pada akhirnya, tangis dari mata ini pecah kembali. Aku menceritakan apa yang sudah terjadi pada hidupku.
Ia merangkul ku saat itu, menyemangatiku untuk bangkit dan kuat. Ia membiarkan aku menangis. "Tumpahkan saja tangisnya, biar kamu puas dulu" katanya.
Setelah itu, ia memberiku saran agar aku berani bercerita pada Ibuku. Ia paham sekali, aku bukan seseorang yang mahir bercerita kepada keluargaku sendiri. Tapi ia tidak menyerah, menyemangatiku dan percaya padaku lagi dan lagi.
Saat itu, seseorang itu merupakan cahaya untukku. Mampu menyinariku yang sedang diterpa kegelapan dengan caranya.
Akhirnya, perlahan-lahan aku bangkit.
Aku beranikan diri untuk bertemu dengan orang-orang,
mencoba melawan beberapa rasa takut.
Dan akhirnya waktu menjawab, aku sadar..
Masalah membuatku banyak belajar
Aku mengambil hikmah dan pelajaran dari masalah itu.
Terima kasih untuk diriku sendiri yang sudah berusaha keras untuk berjuang, aku sangat menghargai itu! :)
Kembali pada lirik lagu Hindia - Evakuasi.
Aku rasa orang-orang yang sudah pernah melecehkanku perlu mendegarkan lagu ini.
Mereka harus tau! betapa sulitnya aku berjuang.
Betapa sulitnya aku bangun dan berpura-pura menjadi kuat
Menampakan diri seakan sehat dan baik-baik saja, mendengarkan beberapa cerita yang harus didengarkan, menyemangati sesama agar bisa hidup kembali, sementara aku pun masih terjebak dalam lubang hitam. Oh, itu semua tidak mudah.
Sekarang kalian apa kabar? semoga sehat selalu ya! Dan semoga apa yang telah kalian perbuat diwaktu itu terhadap diriku, itu menjadi alasan bahwa kalian harus sadar dan berubah.
Sungguh, kalian tidak berhak melakukan itu kepadaku atau kepada siapapun!
Kalian tidak pernah mengenaliku, tapi yang kalian lakukan? berbicara dan mentertawakan aku seakan kalian benar-benar khatam soal diriku.
Boleh aku berkata kasar? SETAN!
Sekarang, cukup.
Aku hanya ingin lebih tenang.
Lebih menerima diriku,
berdamai dengan diriku sendiri,
dan menjalani kehidupan diriku sendiri dengan ketenangan.
Terima kasih atas luka yang kalian ciptakan, nyatanya itu tidak benar-benar membuatku mati.
Aku hanya rapuh, aku hanya sakit, tapi aku bisa bangkit! :)
Terima kasih Baskara Putra atas lirik lagumu yang sangat sangat sangat mewakili perasaanku.
Aku tahu, kau menciptakan lagu ini atas cerita dan masa lalumu yang mungkin hanya kau dan orang-orang terdekatmu yang tahu.
Tapi apapun itu, semoga kau sehat selalu yaa!
Terima kasih, karena lagumu mampu membuatku membuka cerita lama dan mengungkapkannya,.
Aku sangat lega.
"Evakuasi - Hindia"
Aku hanya ingin ketenangan
Bukan rumah, uang, atau ketenaran
Aku hanya butuh ketenangan
Ia sangat jauh, hanya angan-angan
Aku hanya ingin ketenangan
Tanpa kabar panggilan dan pertemuan
Aku hanya butuh ketenangan
Menghilangkan diri dari keramaian
Seribu Tuhan, ini berat
Bangun, berpura menjadi kuat
Sungguh, semua ini bom waktu
Memikul ceritamu, memikul salahku
Aku bukan objek validasi
Jauhkan diriku dari foto selfie
Aku bukan objek imitasi
Jangan pakai fotoku di akun pribadi
Kau tak akan pernah, mengenaliku
Berbicara seakan kau tahu diriku
Ku mendoakanmu dari jauh
Tak perlu mengirim pesan di ulang tahunmu
Seribu Tuhan, ini berat
Bangun, berpura menjadi kuat
Sungguh, semua ini bom waktu
Memikul ceritamu, memikul salahku
Sekarang ku pergi, anggap aku mati
Selamatkan diri, oh evakuasi
Jangan cari aku
Siang hari, sore nanti, malam ini
Ku menari dengan bayangan diri sendiri
Sekarang ku pergi, anggap aku mati
Selamatkan diri, oh evakuasi
Jangan cari aku
Siang hari, sore nanti, malam ini
Ku menari dengan bayangan diri sendiri
Aku hanya butuh ketenangan
Dia sangat jauh, hanya angan-angan
I made a shitty animation based on Hindia’s song “Evaluasi”
I know it’s in Bahasa Indonesia but I highly recommend to check out the lyric and try to translate it because I’m bad at translating stuff
(in dj khaled's voice) another one
i wanna make a hindia blog....but i am afraid i wont commit to it siiiiiighhhhhhh someone motivate me please