Pernah kah dirimu sekali saja terpikir untuk bertukar tempat dengan saudara kita yang sedang dalam kondisi berperang?
Anak-anak terenggut masanya,
Wanita-wanita terenggut kehormatannya,
Ibu-ibu terenggut suami dan anaknya,
Laki-laki diuji kesetiaan dan keimanannya.
Keluarga lengkap, bisa bersekolah, bisa ‘merayakan’ ulang tahun.
Itulah yang kita rasakan sehari-hari,
Sehingga lupa diluar sana ada saudara seiman kita yang direnggut nikmat tersebut.
Meski mereka di bumi, tapi mereka begitu dekat dengan langit.
Janji Allah dekat dengan mereka,
Mereka tidak takut lagi dengan dunia,
Karena mereka percaya dengan yang dijanjikan.
Mungkin pernah terbesit di pikiran mereka, seandainya mereka dapat bertukar peran dengan kita.
Tetapi pikiran itu tidak bertahan lama, karena mereka percaya janji Allah untuk yang berjihad, yaitu surga.
Dan yang sebenarnya diberi ujian adalah KITA.
Kita dengan segala nikmat dunia yang Allah berikan. Hidup dalam keadaan tenang.
Seringkali menjadi 'buta’ dengan yang sedang terjadi dengan saudara seiman kita diluar sana.
Bahkan beberapa ada yang berpikiran 'Mereka itu bukanlah urusan kita’.
Berada dimanakah hati kita saat ini?
Kita tidak sadar bahwa menjaga saudara seiman adalah kewajiban kita.
Inilah ujian bagi kita, dimanakah posisi kita ketika saudara kita sendiri dibunuh dan dihinakan?
@merinaikata | 22 Juli 2017