Looks delicious gak? Please pardon lantai dan bayangan tangan yang membuat gambar ini tidak menarik. Tanpa diedit, ini gambar asli, karena agak males sih ngeditnya, jadi yah tampil natural aja, oke?
Jadi gini, kemarin malem aku dan teman kostan - Dimitria Pranoto, mencoba membuat makanan yang kekinian banget. Awalnya kita pernah coba di salah satu tempat makan di Semanggi dan menabak-nebak rasanya, “ah inimah ketan, tinggal pake mangga dan saus santan”, yah namanya juga Mango Sticy Rice!
Kejadian itu udah lamaa banget, tidak pernah kepikiran mau trial suatu saat nanti. Mencoba makanan itu begitu saja dan berakhir dengan ‘oke cukup tahu rasanya’. Hari demi hari, eh kok makanan ini jadi membumi banget ya. Tiap liat timeline instagram, story orang-orang, rasanya gak bisa seharipun tanpa lihat si ketan mangga ini.
Biasanya kita belanja sayuran ke pasar tiap hari libur, berjalan biasa sesuai dengan apa yang mau kita beli dan yang bener-bener kita butuhkan. Saat aku beli pisang, disampingnya ada yang jual Mangga, kelihatan oke sih seger gitu, ada mangga arumanis, indramayu, mangga apel den permanggaan lainnya. Tiba-tiba otak random ini tercetus, “Eh Dim, bikin mango sticky rice yuk! so good tuh mangganya, kayaknya manis-manis deh.”
Tanpa pikir panjang (emang dasarnya kita ini adalah manusia yukemon alias gampang aja bilang KUY dan cus KEMON dalam hitungan detik). Jadi aja kita beli Mangga Indramayu 3 biji yang gede-gede. Lanjut beli perlengkapan bahan untuk keperluan membuat manggo sticky rice, sambil beli prioritas sayuran yang sudah direncanakan.
Aku kasih tahu ya apa aja resep buat bikin Mango sticky rice ala anak kostan yang dana dan alatnya terbatas. Kita gak punya buat kukus loh, hanya bermodalkan rice cooker. hahaha
Sebelumnya mohon maaf ya kita gak fotoin setiap kali prosesnya, dan alatnya apa aja, karena gak kepikiran sama sekali buat dokumentasiin. Cuma sekedar coba bikin dan menikmatinya. Itu aja.
Jadi bahan yang diperlukan untuk membuat mango sticky ricenya adalah :
Beras ketan, kita beli 1/2 kilogram, tapi yang digunakan hanya 2 gelas takar 200 ml, jadi beras ketan yang kita pakai adalah 400 ml.
garam seujung kuku
gula putih 2sdt
santan 100 ml
cara membuat:
Sebelum beras ketan siap diolah menjadi bahan dasar, beras ketan ini dicuci terlebih dahulu dan rendam selama kurang lebih 4 jam. Agar beras ketan ini menghasilkan tekstur lengket nantinya. Setelah selesai direndam, baru deh bisa diolah untuk membuat mango sticky rice.
Persipakan alat untuk mengukus. Karena kita hanya pakai rice cooker, jadi kita masak dulu air hingga mendidih lalu masukan ke dalam panci penanak nasi, air yang diisi hingga batas tempat masak ketan.
Masukan beras ketan yang sudah direndam ke dalam tempat pemanas yang biasanya ada di rice cooker ituloh. Sedikit tambahkan garam dan gula.
Setelah air mendidih, letakkan tempat ketan tersebut diatas air yang ada di dalam rice cooker. Lalu tutup dan tekan tombol untuk memasak.
Apabila sudah ada uap keluar, kita buka lalu aduk sebentar beras ketannya, masukan santan yang sudah diberi garam, aduk dan tutup kembali sampai ketan benar-benar matang.
Sambil nunggu ketan ini matang, kita buat dulu saus santannya. Saus ini akan disiram di atas ketan dan mangga. Bahannya pun simple banget, yaitu:
Kita pakai santai kara sebanyak 2 bungkus, diambil satu setengah bungkus karena setengahnya kita pakai untuk beras ketannya sendiri. Karena santan kara ini kental, jadi kita tambahin air sebanyak 300 ml.
Garam seujung kuku
Gula 3 sdm
Tepung beras 1 sdm
Cara membuat saus santannya yaitu:
Siapkan terlebih dahulu cairan tepung beras. Satu sendok makan tepung beras ditambahkan dengan air secukupnya, hingga tepung beras merata.
Masukkan santan yang sudah diberi air ke dalam panci, tambahkan gula dan garam. Letakkan diatas kompor menyala. Aduk hingga air santan cukup mendidih.
Masukkan secara perlahan cairan tepung beras ke dalam kuah santan sambil terus diaduk hingga kuah sedikit mengental.
Apabila sudah hampir kental, langsung matikan saja kompornya.
Agak lama memang masak beras ketan di rice cooker ini, hampir 30 menit lampu masaknya belum pindah ke warm, masih di cook terus. Sambil menunggu, kita kupas mangga dan potong menjadi dua bagian, lalu diiris dengan bentuk kotak-kotak.
Karena lama nunggu ketan gak mateng-mateng, akhirnya kita cek tingkat kematangan. Dengan bekal ilmu ala kadarnya, yang gak tau matengnya beras ketan itu segimana, akhirnya begitu kita coba dan sudah agak lembek kita anggap beras ketan itu sudah matang.
Tinggal eksekusi deh untuk dihidangkan.
Kita bentuk ketan itu dengan mangkuk kecil, setelah terbentuk kita letakan diatas piring. Tuangkan saus santan diatas ketan, setelah itu mangga letakkan di atasnya. Dan taraaaaaa si Mango Sticky Rice siap dihidangkan dan disantap dengan riang, yummyyy!
Itulah kreasi anak kostan yang serba terbatas ini. Kadang muncul ide yang tiba-tiba aja pengen masak sesuatu. Dengan bahan yang sudah aku tulis di atas, menghasilkan 2 porsi mango sticky rice. Dan itu kenyang bangeeet! Cocok deh buat makan malam sehat :-D
Ada yang kurang sebenarnya, yaitu taburan wijen. Kalau yang dijual diluar kan pakai taburan wijen dan tampilannya oke, mangganya ada yang diiris tipis dan potongnya serong. Ini kreasi sih, buat temen-teman yang mau nyoba di rumah, boleh mangganya diiris gimana aja sekreasinya teman-teman. Kemudian yang kurang juga adalah daun pandan, biar wangi gitu si ketannya. Paling tidak kalau gak ada daun pandan, bisa pakai serbuk vanilla biar wanginya bikin enak.
Selamat mencoba dirumah ya! Simple dan gampang banget kan? Bisa berkerasi sebebas mungkin. kalau mau ditambahkan rasa-rasa seperti greentea, durian atau apapun yang mengenakan boleh juga kok :-D
Terakhir, kenapa ala 22? Karena kostan kita itu nomor 22. Jadi, kadang kalau kita trial buat makanan apapun, seringkali menyebutnya resep ala 22. Begitu teman-teman, jangan lupa like, comment, dan subscribe yaaa! Eh lupa, ini bukan sosmed sebelah, hehehehe.
Day 18 @30haribercerita Apa yang bisa kita pelajari dari seekor kura2? ⚫ ⚫ Masih ingat dongeng kelinci vs kura-kura? Konon, kelinci yang sombong menantang kura-kura untuk balap lari, membuktikan siapa yang tercepat di antara mereka. Secara logis, sudah tentu kelinci yang akan menang. Satu lompatan kelinci sama dengan 10-15 langkah kura-kura. Tapi apa yang terjadi? Justru kelinci kalah. Kura-kura berhasil menang karena kerja yang konsisten. Ia terus melangkah meski ia tau langkahnya tidak secepat kelinci. Ia terus maju, tak berhenti. ⚫ ⚫ We all know, dua hal yang patut kita pelajari adalah, bahwa kekonsistenan membawa kesuksesan dan rasa sombong hanya akan mengkerdilkan diri. ⚫ ⚫ Ingat kan, dalam hadits riwayat Bukhori-Muslim, Allah SWT sendiri lebih menyukai amalan yang sedikit tapi konsisten daripada yang banyak tapi bolong2. ⚫ ⚫ Ya ini self reminder banget sih. Aku udah 3 hari kemarin ga ikutan posting di #30haribercerita. Beberapa aktivitas 3 hari belakangan membuat kelelahan jadi cepat tidur. Ga sempat bikin tulisan di pagi-sore hari, eh malamnya bablas tidur. ⚫ ⚫ Ya Allah, maafin kalau ternyata jadi kaburo maktan. Aku baru aja ngelamar kok. Iya, ngelamar kerjaan yang tiap hari ngeharusin aku nulis. Biar mau ga mau terus nulis, terus mikir. Dikit2 ndak papa kan ya? Asal aku berani. Katanya Bu Sri di buku mas Tere Liye "Tentang Aku", dicintai itu memberi kita kekuatan, sedangkan mencintai itu membuat kita berani. Aku udah dikasi cinta banyak banget sama Allah, RasulNya, mamak, kakak, berarti aku udah cukup punya kekuatan untuk berani. Iya ndak? ⚫ ⚫ *maafkan gaya nulisnya yang jadi nyampur2 #30haribercerita #30hbc1718 #ceritaichi #belajarnulislagi #belajarkonsisten #persisten #konsisten
Posted for day 17 @30haribercerita Once upon a time... Standing in front of Menara Tamingsari, Melaka, Malaysia. With "my curious sister" Ka @murdiatidati. ⚫ ⚫ Pertama kalinya pergi ke luar Indonesia. Gapapa lah tetangga sebelah. Yang jelas, seandainya waktu itu ketemu Pak Rhenald Kasali terus ditanya siapa di sini yang mau ke luar negeri tapi belum punya paspor? Gue udah bisa bilang, "saya ada kok, Pak" 😂😂😂 Alhamdulillah karya tulis pertama yang digarap serius diterima di ADIC (Aceh-Development International Conference) 2011. Waktu itu bikin barengan si Udin yg pertama alias Awaludin, teman sejurusan, harusnya bareng si Muhe juga sih, sayangnya dia ga jadi ikut. ⚫ ⚫ Alhamdulillah juga beberapa kakak kelas yang kebetulan sekosan (Al-Iffah, kebanggaan kami) keterima papernya dan ikut berangkat, salah satunya Ka Dati ini. Ka Dati ini bagi gue, adalah salah satu di antara sekian orang yg gue kenal dengan tingkat keingintahuan yang tinggi. Doi kritis. Ah, pengen nulis ah nanti soal Ka Dati 😜 ⚫ ⚫ Kembali soal ADIC ini, jadi, konferensi ini membahas tentang kondisi Aceh juga solusi2 yang kami tawarkan untuk kembali membangun Aceh. Sebenarnya, di satu sisi saya sangat mengapresiasi Universiti Kebangsaan Malaysia yang menyelenggarakan konferensi untuk pembangunan Aceh ini. Tapi, di sisi lain, saya juga miris. Aceh kan di Indonesia, tapi kenapa yang lebih peduli malah negara tetangga? Kenapa bukan Indonesia? Itu sih dulu yang saya rasakan. ⚫ ⚫ Semoga Aceh makin maju yah. #30haribercerita #30hbc1717 #ceritaichi #belajarnulislagi #belajarkonsisten #ADIC2011 #Aceh #AcehKuat
Day 14 @30haribercerita That moment when you want to make apologizes or maybe just a warm love. So, hug someone you love (mahram one or halal one yak!) 😂 ⚫ ⚫ BERPELUKAN. Pelukan selama 20 detik menurut penelitian setara dgn 10 menit berpegangan tangan, dpt mengurangi efek buruk stres thd kesehatan. Seperti yg dijelaskan dlm situs mercola.com, memeluk meningkatkan kadar "hormon cinta" oksitoksin, sehingga dapat menurunkan kadar stres, dan mendapatkan mood yang lebih baik. ⚫ Sebuah penelitian menyatakan bahwa tindakan sederhana spy memeluk dpt meningkatkan jumlah hormon oksitosin dlm tubuh. Hormon oksitosin merupakan hormon yg dpt meningkatkan kepercayaan dan keyakinan diri, mengurangi rasa takut, serta meningkatkan kasih sayang dan ketenangan. Hormon oksitosin ini juga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, melawan infeksi dan kelelahan, serta mengurangi stres dan depresi. ⚫ ⚫ Semenjak pulang ke Kupang, saya mengusahakan setiap harinya utk bisa berpelukan dengan mama spt saran kang @ridwankamil jg. Berpelukan dgn orang yg kita sayangi bisa jadi penyemangat atau penghilang lelah. ⚫ ⚫ Saya merasakan sendiri efeknya. Awalnya mama heran. Ih, ngapain meluk2? Maklum, meski kami dekat, tapi berpelukan jarang. Awal dipeluk, di detik ke-5 mama berkaca2 matanya dan bicaranya tercekat serasa menahan haru. Tp stlh 20 detik itu biasanya saya bercanda lg biar ga haru2 amat lah. Kan tiap hari, masa mau nangis mulu dipeluk? Wkwkwk. Tapi emang beneran masih sering berkaca2 sih 😂 ⚫ ⚫ Ini salah 1 tips oke loh buat asupan jiwa. Try this to your family 😉 #30haribercerita #30hbc1714 #ceritaichi #belajarnulislagi #belajarkonsisten #persisten #efekpositif #berpelukan
Day 12 - @30haribercerita - "Tentang Sahabat" Katanya sih kalau kita punya teman dekat alias sahabat, itu bisa menjadi rahasia umur panjang loh. Kok bisa? Mungkin karena dorongan semangat dari sahabat kita untuk tetap melanjutkan hidup dan menjaga agar kita dapat hidup lebih lama. Yeay, move on! ⚫ ⚫ Nah, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Australia Flinder, setelah mengikuti 1.500 orang selama 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki sahabat hidup lebih lama dibandingkan yang tidak. Para Peneliti menyimpulkan bahwa dorongan semangat dari seorang sahabat akan menghilangkan stress dan menambah kekebalan pada tubuh kita. ⚫ ⚫ Tapi perlu digarisbawahi sih, sahabat ga sekedar label "sahabat" aja, tapi harus yang memotivasi kita untuk berbuat lebih baik lagi dari hari ke hari. Ya mau ga mau kita juga harus selektif. Ini sahabat loh ya, bukan dgn siapa kita harus berteman. Karena kalau berteman seharusnya ga memandang ras, suku ataupun agama. ⚫ ⚫ Seorang sahabat yang baik pasti akan mendorong energi positif kita saat kita mulai merasa patah semangat dan mulai menyerah. They will always say "Hey, dude! Wake up and move on. You still have a big opportunities!" Sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research menemukan bahwa sahabat akan selalu memberikan dorongan semangat. ⚫ ⚫ Nah, soal sahabat, 2 perempuan di atas adalah sahabat2 baik saya. Banyak kesamaan, tp lebih banyak lg perbedaan yg kami miliki (contohnya saja mereka berdua udah bawa bocil dan saya belum. #skip). Tapi itu semua justru memberi warna bagi kami. We've been make a friendship for 8 years and still counting our friendship till 10 years. Konon kata para psikolog, kalau persahabatan sudah lebih dari 10 tahun, itu artinya kamu bakal jadi sahabat seumur hidup 😆 ⚫ ⚫ Having both of them is such a blessed for me. #30haribercerita #30hbc1712 #sahabat #friendship #ceritaichi #belajarnulislagi #belajarkonsisten #persisten
11 Januari bertemu~~~ Iya, bertemu buruh bangunan. Kita kadang suka memandang sebelah mata pekerjaan ini. Hei, kita ndak bisa tidur nyaman, beristirahat santai, belajar dengan suasana homey kalau ndak ada rumah yang menaungi kan? Makasih lah sama buruh2 yang udah bikinin kita rumah. Juga sekolah, ruko, kantor, dsbnya. ⚫ ⚫ Terus saya jadi kepikiran soal buruh2 bangunan di gedung2 tinggi. Kabarnya (menurut saya sih iya), buruh bangunan di gedung2 tinggi itu termasuk pekerja ekstrim loh. Gimana ndak? Resiko terjatuh dari ketinggian sekian2 bisa berakibat fatal, meninggal. ⚫ ⚫ Nah, sekarang udah ada aturan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk pekerja2 dengan resiko tinggi, tapi faktanya toh masih ada aja yang ndak pakai pengaman saat bekerja. ⚫ ⚫ Saya jadi ingat cerita teman saya, @gyogaswara. Doi kerja di salah satu BUMN ternama (hidung lo megar ga, gi?). Doi sering cerita, kalau pekerja2 bangunan (juga industri2 yg berhubungan dgn lingkungan) itu banyak banget yang ndak mematuhi prosedur K3. Contohnya aja nih. Di Banten sana, ada buruh yang udah dikasi safety equipment berupa baju dan topi pelindung, sepatu boots khusus, eh, ga dipakai. Malah dibawa pulang sepatunya terus dikasi anak. Terus pas ditanya kalau ada kenapa2 gimana? Kata buruhnya, tenang aja, udah kebal kok. Tp emang nyata sih, katanya ada palu yang pernah jatuh dari ketinggian ratusan meter sekian dan kena kepalanya, tapi si buruh itu ndak kenapa2 kok 😅 (debuuusss). Mandornya jadi puyeng juga. Dikasi salah, ndak dikasi ya salah juga. Dilematis. ⚫ ⚫ Yang jelas, salut lah sama pekerja2 kayak mereka. Yang kerja penuh resiko, banting tulang untuk menafkahi istri dan anak di rumah 🙏 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1711 #30hbcprofesi #ceritaichi #belajarnulislagi #belajarkonsisten #profesi #profesiekstrim
Hari ke-10. Teknologi itu, kata orang ibarat pisau bermata dua. Tajaam dan kejaaam. Haha. Ya iya, pada dasarnya teknologi dibuat untuk membantu kerja2 manusia macam kita ini kan? Lah ini Instagram juga teknologi. Kalau ndak ada instagram ya program @30haribercerita nya ndak ada dong. Haha. Tapi ya itu, kalau kita ndak bijak dalam menggunakannya, teknologi ini bisa menikam kita. Menikam waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk hal2 yang bermanfaat. ⚫ ⚫ Dilematis sih. Di tengah gempuran informasi yang begitu membludak, kita dituntut untuk mengetahui info2 terkini, tapi karena saking banyaknya, kita juga suka susah menyaring info yang benar. Dampaknya? Berlama2lah kita bersama gadget untuk searching sana sini. Nih, ini orang yang nulis juga salah satu yang terkena dampaknya 🙈 ⚫ ⚫ Ya pilihannya sama kita sih. Kita emang ga bisa tau segala2nya. Jadi, be wise aja. Banyak informasi ndak mengharuskan kamu tau semua hal kok. Banyak aktivitas lain yg harus dikerjakan selain berlama2 di depan gadget. ⚫ ⚫ Malah jadi ngomongin informasi ya? Ini teh mau ngomongin teknologi. Inspirasinya didapat tadi pagi, waktu kakak yg kedua akhirnya mengunduh aplikasi video call. Mamak emang dr kemarin2 pengen banget liat cucunya secara live. Guess what? Pas tadi akhirnya bisa video call sama kakak, terus mama liat anak kakak (cucunya), air mata langsung berderai2 dari mata beliau, saking harunya ngeliat cucunya yang sekarang udah bisa jalan, berlari, dan berbicara (meski masih ga jelas, maklum, belum juga 2 tahun). "Jangan cengeng, mamski. Kok malah nangis sih. Senyum lah" kataku tadi. Terus mama ndak peduli. Terus aja dadah2 sama cucunya di layar hp. Dan diam2, mataku panas.... Kena percikan air panas yang lagi dimasak. Wkwkwk. ⚫ ⚫ Terima kasih, video call. Saat ini mungkin bagi kita wahai para generasi millennial, itu hal biasa. Tapi bagi mama -krna sekolahnya ndak tinggi (lo kate apartemen)- itu sangat bermakna :" #30haribercerita #30hbc1710 #ceritaichi #belajarnulislagi #belajarkonsisten #persisten #teknologi (at Jln.gunung Kelimutu)