Boneka Kertas
Dulu aku akan bersemangat sekali menanti hujan datang. Masih ingat betapa girangnya aku tiap kali mendung mengepul dilangit. Tak sabar rasanya menunggu hujan dibalik jendela kamar, menanti tiap tetesnya menghempas ke bumi.
Satu demi satu tetes mulai berjatuhan, tangan mungil itu mengulur menadah tiap rintiknya. Damai, tenang dan sendu..
Dan ku tau hujan tak selalu mau berkunjung setiap waktunya. Entah dari mana aku mengetahui dulu, bahwa ada boneka kertas yang bisa mengundang hujan. Menonton acara kartun kah? Informasi dari mana kah? Entahlah, yang ku ingat aku akan membuat boneka putri dengan gaunnya, segera ku gantungkan di luar jendela kamar. Tak lupa aku juga akan berdo'a agar hujan segera datang. Boneka kertas yang ku buat mengayun seolah menari memanggil hujan segera datang agar sang empunya bahagia sebab do'a dan usahanya tak sia-sia.
Yang benar saja hujan antusias menyerbu datang. Itu sebabnya aku akan mengundangnya lagi dan lagi dengan boneka kertasku tiap kali menginginkannya. Tapi aku tak akan selalu beruntung. Beberapa kali aku kecewa karna hujan tidak ingin walau sekedar singgah..
Hingga suatu hari perasaan tak percaya dengan boneka kertas yang ku yakini bisa mengundang hujan berangsur muncul.
Bukan boneka kertas, bukan juga permohonanku selalu dikabulkan. Tapi semesta beredar atas kehendak Empu-Nya.
Berkeinginanlah, bermohonlah, tapi luaskan hati menerima agar kecewa tak berlarut.
Ceritasenja













