Para pengumpul kertas berwujud manusia mana suaranya??? "Tok.. tok.. tok.. Assalamualaikum" Ucap Nina "Waalaikumsalam.. kreeeekkkkk, eh nina.." jawab Susan "Ayo dong susan, kok lama sih buka pintunya" tanya Nina "Iya, tadi milih bajunya bingung, kita kan mau jalan-jalan sama Rio" jawab Susan "Oh iya ya.. Aku pinjemi bajumu dong, takut keliatan norak kalau pake baju ini" ujar Nina "iya ih.. kamu malu maluin tauu" ucap Susan Aku ngikik sendiri pas nulis cerita ini, kok aku dulu gitu yaa. Punya imajinasi bak sinetron sinetron di tv sambil memainkan boneka kertas dengan baju, dress pesta, sampai baju pantai pun punya. Pemilihan nama tokohnya pun harus dan wajib nama yang keliatan orang kota yang kaya dan cantik jelita. Ngobrol sendiri, kalau ada temen main ya sok sokan pake bahasa Indonesia yang gaul gitu. Padahal kebiasaan tiap harinya pake bahasa jawa. Belinya pun ga cuma satu lembar, berlembar-lembar, dan furnitur rumahnya buat sendiri pake kerdus susu atau wadah obat nyamuk bakar. Sekarang, melihat anak kecil bermain seperti itu, merasa geli sendiri. Tapi kita nggak boleh melarangnya, tentunya akan merusak kebahagiaan mereka. Usia segitu memang masa-masa penuh petualangan dalam benak. Kadang melihat sesuatu tapi angan-angannya punya cerita tersendiri. yuk ceritakan kisah dengan boneka kertasmu. @rosmalina_edelwis @30haribercerita #30haribercerita #30HBC20 #30HBC2027 #bonekakertas #mainanjadul #jamandulu #kidsjamanold #generasi90an #mainananak #mainanimajinatif #mainankreatif https://www.instagram.com/p/B75ASDIn6_o/?igshid=1q3ezzwn04etv