Warna yang Tak Kembali
Berkatmu, aku sangat menyukai bunga matahari, warna kuningnya seolah kamu yang berdiri di situ sendiri. Cerah, menggembirakan, menenangkan hati, tapi mudah sekali memudar saat bayangan datang menghampiri.
Dan di antara warna gelap yang pernah membuatmu redup, salah satunya, mungkin aku yang ikut merusak sinarmu. Maaf, karena sejak itu warnamu tak lagi utuh, dan setelah aku pergi pun, tak kembali seperti semula dahulu.
Izinkan aku mengingatmu pada setiap bunga matahari yang kutemui, bahkan saat hanya kutambahkan di balik emoticon sunyi. Akan kuingat kamu, sebagai yang pernah membuat hariku cerah, sebagai alasan aku sempat percaya pada cinta yang tumbuh perlahan dan ramah.
Aku tak berharap untuk kembali hanya ingin kau tahu, ada yang masih membawa jejakmu dengan hati-hati. Sebab kenangan tak harus bersama untuk tetap hidup, cukup disimpan.. dalam warna yang dulu pernah membuatku hidup.















