Membuka Kiriman Paket (dari) Mantan
heyho!
Kemarin, setelah pulang dari MakerFest 2018-nya Tokopedia, saya melihat ada paket di atas meja depan kost. Satu dari mantan. Satunya dari toko daring. Paket dari sang mantan dibungkus dengan bungkus salah satu brand olahan makanan. Identik dengan gelar sarjananya: Sarjana Teknologi Pangan.
Saya buka paketnya, dan terdapat empat buah benda yang dibungkus kertas lucu(?). Katanya dia mengirimkan barang-barang ini karena mengunjungi bandungzinefest dan teringat tentang saya setelah melihat 4 benda ini. Emang ngangenin akutuh. Tiap benda diberi nomor dari 1 sampai 4. Saya buka sesuai urutan. Isinya membuat saya senyum-senyum sendiri. Dasar.
Barang pertama: berbentuk balok; agak sulit dibuka bungkusan kertasnya; cukup ringan; isinya tidak terduga. Coba tebak—
Ya. Teh. Poci. Vanilla. dengan tulisan "buat stok di kosan". Saya langsung bergumam sambil ngegas "APAAN"— sambil senyum. Dasar.
Barang Kedua: tipis; berbentuk persegi panjang; paling mudah dibuka bungkusan kertasnya; terasa seperti hanya selembar. Suratkah?
Ternyata bukan— sebuah postcard. Katanya ini postcard favoritnya (dia sampai beli 2) yang dibeli di bandungzinefest. Mengutip dari kata-katanya, "Karena hidup semua orang akan berantaqan pada waktunya". Bijak banget ga sih, parah. Saya senyum. Dasar.
Barang Ketiga: agak tebal, tapi tidak terlalu tebal; berbentuk persegi panjang; lumayan sulit dibuka bungkusannya; terasa seperti buku zine kecil ala-ala. I can guess this is a small zine book.
Dan, iya. Ini buku zine kecil. Isinya lumayan manis— sedikit terlalu manis, bahkan. Isinya sesuai judulnya. Tetapi, ternyata ada surat yang diselipkan bersama buku ini: sebuah surat berisi curahan hati yang bisa dibilang remeh hingga tidak penting, tapi dari dulu selalu membuat saya menarik napas lalu berkata "hadeuh", lalu tersenyum— sampai sekarang, masih. Dasar.
Barang Keempat: tidak setebal barang ketiga dan tidak lebih tipis dari barang kedua; berbentuk persegi panjang hampir persegi; berukuran paling kecil; tidak terlalu sulit membuka bungkusnya; terasa seperti kertas yang dilipat kecil. Tebak apa—
sebuah kertas yang dilipat seperti buku, yang di tiap halamannya ada perbandingan kabarnya dengan saya— ditambah ilustrasi di setiap halamannya. Saya selalu suka ilustrasi yang dia buat, dari dulu. Ilustrasinya seperti tidak terlalu diniatkan (untuk dijadikan ilustrasi) tapi tetap menarik dan bagus. Saya suka. Sebenarnya isinya tidak lebih penting dari surat sebelumnya, tetapi ada tambahan ilustrasi yang membuatnya lebih manis (tapi tetap saja tidak penting). Ini salah satu isinya
Membacanya, kembali saya tersenyum. Dasar.
Itu dia isi dari paket yang saya dapat dari mantan. Terima kasih sudah membaca dan ikut tersenyum. Semoga harimu menyenangkan.
PS: Terima kasih atas paketnya. Kamu sukses membuat saya tersenyum sendiri. Dasar.









