Jika kau membaca surat ini, artinya kau tengah duduk dikamarmu sambil meminum latte hangat. Kalau tebakanku salah, sebagai gantinya aku akan menceritakanmu tentang seseorang yang selalu aku rahasiakan padamu.
Hari itu,
aku di kelilingi teman-teman baruku, suasana kelas yang lebih santai, jam istirahat yang bebas, dan menemukan diriku terpana pada seorang gadis yang tampak tenang sambil meminum latte panasnya. Aku tersenyum sinting. Kau tahu apa yang membuatku lebih sinting? gadis itu sekelas denganku. Dia selalu duduk di bangku nomor dua, pembawaannya tetap tenang, tak banyak bicara, dan tak pernah terlambat.
Aku ingat ketika teman-teman se-geng ku membicarakan gadis itu, mencari tahu berapa nomor telfonnya hingga mencari tips; cara mendekati gadis angkuh yang manis. Sejujurnya aku ingin melakukan tips bodoh yang sama, namun banyak dari mereka yang kecewa karena penolakan yang sadis. Jadi kupikir, lebih baik aku tak berbicara pada gadis itu sama sekali.
Setelah setengah semester berlalu, di pagi yang padat dan melelahkan, aku menemukan gadis itu didepan kelas, tengah ragu apakah akan membuka pintunya dan mengikuti kelas yang sudah tiga puluh menit berlalu atau kembali pulang? lalu dia menatapku dengan gugup. Aku membuka pintu kelas sementara dia berjalan dibelakangku. Kursi nomor dua telah terisi, jadi gadis itu duduk disebelahku. Dia panik, ini pertama kalinya aku melihat gadis-tenang-yang-angkuh-dan-manis, panik.
Kalau bangku bagian belakang kelas adalah tempat favoritku memandanginya, hari ini aku mendadak seperti terkena salah urat bagian leher, karena dia duduk tepat di sebelahku.
Aku mendengar suara gadis itu tengah memanggil seseorang dengan berbisik hei entah kemana. Karena ia tak juga berhenti aku melirik ke arahnya. terimakasih, ya. itu ucapan pertama yang keluar dari mulut gadis itu padaku. dia berbicara padaku? kau tahu apa hal konyol yang aku ingin lakukan? menyodorkan handponeku dan meminta nomornya, tapi dengan cool aku menjawab Oke. Dia tersenyum, Aku Samantha.
Semenjak hari itu, kita berteman baik. Jika mereka mengatakan kau angkuh, mungkin mereka belum pernah menemuimu tengah menolong seorang gadis kecil mengumpulkan kembali bunga-bunga mawarnya yang jatuh, tak pernah melihatmu membelikan secangkir kopi hangat dan sup kepada seorang kakek tua yang meringkuk di depan kafe pada musim dingin. tak pernah melihatmu berlari menerobos jalanan hanya untuk menolong seekor kucing kecil, tak pernah tahu bagaimana caramu berbicara kepada orang asing yang kau temui. Begitupun dengan mereka yang menganggapmu sempurna tanpa mengenalmu. Kau memang sempurna, bahkan ketika kau menangis di hadapanku, ketika kita bertengkar, ketika kau menceritakan padaku rencana konyolmu yang tak masuk akal, ketika kau melahap tiga porsi Tacco untuk mengalahkanku tanpa mempedulikan saus yang menempel di wajahmu, ketika jus jeruk yang kau minum keluar dari lubang hidungmu. Sam, Kau tetap sempurna dengan segala kekuranganmu. aku bahagia ketika bersamamu, aku tak perlu menjadi orang lain ketika tertawa bersamamu, aku selalu ingin berada didekatmu, dan terus menjagamu.
Samantha, Aku benar-benar jatuh cinta padamu.
Seseorang yang rela memakan permen karet bekas mulutmu,
-30 HARI MENULIS SURAT CINTA #1-