Aku lebih suka berdiri di belakangmu. Meniti dan ikuti setiap langkah kaki. Menerka apa yang kaucerna dalam logika ketika diammu berbahasa. Atau sekedar menikmati punggungmu yang takbesar namun cukup kekar.
Karena menjadi takterlihat olehmu adalah keputusan terbaik dari segala distraksi rasa. Diam saja, jalan saja, lihat kedepan saja. Jangan pernah membalikkan tubuh untuk sekedar mencari tau siapa yang selalu berdiri dibelakangmu, baik dengan ada maupun doanya. Karena matamu, adalah lautan dalam yang menyelaminya aku perlu mengumpulkan keberanian. Tetaplah disana, jangan membalikkan muka, cukup punggungmu saja. Sungguh, aku menikmatinya. Kemudian matamu, akan kutunggu senja tiba, hingga menikmati seluruhmu cukup bagiku dalam mimpi saja.
@kitakalimantan @kotak-nasi @tumbloggerkita
















