Dear, Aldo (1)
Mas, kamu adalah orang yang rumit, paling rajin protes kenapa kok aku jarang update tentang kamu, bahkan sekarang deactive IG. Jarang bilang sayang di medsos, jarang upload foto bersama kayak istri orang.
Karena kamu rumit, sangat sulit ditebak, terutama kesabaranmu. Postingan-postingan seperti itu kayaknya ngga sepadan untuk seorang Muhammad Aldo Setiawan, :)
terima kasih, mas.....selalu apa adanya sejak pertama kali kenal, yang dinginnya honmaap, tapi begitu kenal begitu peduli. Mas Aldo yang kekeh tetep mau dateng ke rumah sekalipun aku waktu itu cuma bisa bilang, "kecil kayaknya kemungkinannya, Do. Aku ngga bisa kasih jawaban apa apa, aku ikut orangtuaku." Yang sabar menghadapi dinamika keluargaku, melebihi aku.
Bahkan pasca menikah, kamu langsung berubah. Berubah jauh lebih baik. Katanya, kalo udah nikah, makin ketauan buruk-buruknya masing-masing. Jujur, aku ngga merasakan hal itu. Aku justru semakin melihat kebaikanmu, mas. Aku semakin merasa dijawab oleh Allah tentang pertanyaanku seminggu sebelum menikah, "apakah benar Muhammad Aldo Setiawan adalah jodoh saya, Allah?"
Dear mas Aldo, teman terbaikku saat ini, esok dan seterusnya. Terima kasih atas kebaikan dan kebaikan yang kamu berikan. Terima kasih untuk tidak pernah marah sekalipun aku telepon dini hari sambil menangis, sekalipun aku menunda pertemuan kita di Belanda, dan berkali-kali emosiku labil naik turun seperti roller coaster, kamu tetap berdiri disana, tetap bersabar dan selalu mendoakanku, ku yakin.
Allah, terima kasih sudah memilih Muhammad Aldo Setiawan menjadi pendamping hidup Valina, sejak 16 Juli 2018. Dan untukmu, mas....Terima kasih sudah berubah, berubah semakin sayang ke istrinya setiap harinya. Terima kasih telah selalu membesarkan hatiku, selalu jadi orang logis yang berperasaan, :')
Semoga kita menjadi pasangan duet sabar dan syukur dunia akhirat ya, mas. :")
Aamiin.
Groningen, 1 Januari 2019
Postingan pertama di tahun 2019 :)
















