No Hurt You, No Hurt Me Too By Ummu 'Aamirah Sering ya kita melihat orang yang dekat tapi seakan-akan jauh. Orang yang saling mencintai justru tampak saling membenci. Bagaimanakah mereka melewati hari-harinya? Sesak, pasti. Keadaan ini sangat tidak menyenangkan. Siapa yang ingin sehari-hari uring-uringan, ngeluh sana-sini, ngedumpet, sial ini-itu. Wah pokoknya nggak asik! So, penting banget ada sahabat, partner, kakak, adik, ortu, atau bahkan pendamping sehidup semati.. (suami atau istri maksudnya) Sudah saatnya kita cari dan ciptakan sahabat terbaik. Agar hidup berkah, tenang-nyaman setiap waktu. Yuk, simak! Sungguh indah kehidupan orang beriman. Ia selalu tegar dalam mengarungi dunia. Saat ia bersemangat, ia salurkan energi itu kepada yang lain. Saat ia futur (dalam keadaan lemas/dari sebelumnya semangat), ia tak terjerembab berlama-lama dengan hidup yang loyo. Ia justru segera tegak mencari perlindungan dari sosok-sosok yang bisa mengembalikan dan menaikkan imannya. Sehari-hari dipenuhi dengan nasehat. Yang dipersembahkannya kepada sahabat yang ia cinta. Dan yang terlantun manis dari sahabat untuk menguatkannya. Tak ada kebencian di sana. Karena hanya kebaikan yang diharap. Keberadaan sahabat, baginya sama sekali bukan candu. Terjamin hanya orang baiklah yang menjadi sahabatnya. Sebagaimana Nabi kita bersabda, “Al-mar’u ‘alaa dini khalilihi, falyanzhur ahadukum man yukhalilu.” (Seseorang itu tergantung pada din sahabatnya. Karena itu, hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat). HR. Ahmad. Bila kita berkawan dekat dengan sang pendosa, tukang maksiat, maka cukupkanlah untuk mengingatkannya ke jalan yang lurus. Tanpa harus berkawan karib dengannya. Bila kita tetap akrab dengannya yang suka mengumbar hal negatif, maka mau tak mau, lambat atau cepat, sedikit demi sedikit, kita akan terpengaruh dengan kebiasaan buruknya. Baca artikel lengkapnya ya di Fanpage KMK http:facebook.com/komunitas.muslimahkreatif Follow juga yah Twitter @kreatifmuslimah & Instagram @komunitasmuslimahkreatif