Doa adalah ibadah. Dan doa lah yang menjadikan kita mulia di sisi-Nya.
Rasulullah bersabda: "tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain doa" (HR at-tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Bahkan dalam sebuah riwayat shahih dikatakan "tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa". Kalau kita mengkaji kembali bagaimana para nabi senantiasa berdoa kepada Allah.
Nabi nuh yang akhirnya meraih keselamatan beserta orang yang mengimani beliau
Nabi zakariya yang saat itu tidak memiliki anak lalu istrinya di vonis mandul.
Nabi sulaiman yang berada di sebuah bangsa terpencil. Dan di era modern ini secanggih apapun tekhnologi maupun pengetahuan, tidak akan pernah ada seseorang yang memiliki kekuasaan seperti kerajaan nabi Sulaiman
Nabi ayyub yang diuji penyakit berat yang membuat beliau lemah dan tak berdaya.
Nabi ibrahim ketika berada di tengah gurun pasir tanpa tanaman, tanpa air, tanpa manusia, dan tanpa kehidupan.
Tujuan dari doa adaah agar tangan kita selalu menengadah momohon kepada Allah. Setidaknya ada beberapa kiat agar doa kita bisa mustajab.
1. Berdoa hendaknya mengandung unsur Tauhid dan pengakuan akan kerendahan diri di hadapan Allah. Seperti doa nabi yunus ketika berada dalam perut ikan. Kuncinya adalah diucapkan dengan penuh keyakinan.
2. Menjaga makanan dari yang haram. Makanlah makanan yang bergizi dan sumber makanan yang halal.
3. Berbakti dan memohon di doakan kepada orang tua. Seperti kisah uwais al qarni.
Doa yang kita lakukan ada dua jenis yaitu doa karena kebutuhan dan doa karena penghambaan. Maka apa lagi yang membuat kita enggan untuk berdoa hanya kepada-Nya?
"janganlah kalian malas melakukan doa, sebab tidak akan ada orang yang binasa bersama doa" (Hr Al Hakim).
Ramadan yang sisa beberapa hari lagi, dimana merupakan bulan yang mustajabnya doa. Maka menggunakan kesempatan ini adalah sebuah momen yang sayang jika terlewatkan.
Ceramah tarawih Ustadz Irwan Fitri, LC., M. A . Malam ke 27 Ramadan @Masjid Jannatul Firdaus.
| @triastariirfiani | May, 31 th 2019