38, Resign (1).
Saya memulai karir pada awal Januari tahun 2020 di kantor konsultan Arsitektur sebagai Junior Arsitek, sejujurnya saya agak terlambat memulai karir seperti teman-teman lainnya yang sudah mulai berkarir per September 2019. Saat mereka memulai bekerja, saya memutuskan untuk memulai program magang dahulu sampai akhir tahun 2019 supaya merasa percaya diri saat memulai berkarir nantinya.
Perasaan iri dan merasa tertinggal selalu membuntuti saya sampai akhirnya saya mendapat nasihat dari senior di tempat saya magang, pesannya bahwa tak baik membandingkan diri sendiri dengan orang lain, karena hal itu hanya menghambat perkembangan diri kita saja, tambahnya lagi bandingkan lah justru dengan diri kita di hari kemarin jika sekiranya hari ini kita masih lebih baik dari hari kemarin artinya kita sudah di jalan yang benar.
Mengerti bahwa semua orang punya waktunya masing-masing, dan berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin, dua hal ini lah yang membuat saya percaya diri untuk memulai karir saya selepas program magang. Di saat itu juga saya teringat pada satu kalimat yang pernah saya dengar dulu, yaitu:
“Berjalanlah seperti berjalannya awan, yang tak terlalu cepat, juga tak terlalu lambat”
Sehingga akhirnya saya memahami bahwa dalam karir saya sebaiknya tidak perlu terlalu ambisius mengejar sesuatu, tidak perlu menjadi orang yang pertama, juga tidak perlu merasa terbelakang apabila beberapa teman jenjang karirnya sudah melampaui kita.
Kita hanya perlu fokus pada perkembangan diri kita, hari ini harus selalu lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus selalu lebih baik dari hari ini. dan menjadi sukses mewujudkan mimpi kita tidak perlu dengan harus berlari kencang untuk menggapainya. hanya perlu berjalan pelan sampai waktunya tiba, itu menjadikannya terasa lebih mudah dan berhati-hati.
Karena dengan berjalan ke depan, semuanya akan selalu mudah. Semudah menempatkan setiap kaki yang ada di belakang untuk selalu berada di depan.













