"Tidak akan Masuk Surga Orang yang Cinta Dunia"
#selfreminderalways4myself
Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al -Baihaqi "Hubbuddunya ra’su kulli khathi’ah (cinta dunia adalah biang semua kesalahan)"
Karena ia membutakan mata, membuat seseorang bermaksiat dan lalai lagi lupa terhadap akhirat tujuannya. Maka mungkinkah seorang akan masuk surga dalam keadaan berdosa?
Rasulullah juga berpesan pada kita bahwa "Dunia tiada artinya, dan apalah urusan kita dengannya?! Sesungguhnya perumpamaan kita dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya"
Maka hiduplah seperti musafir dalam perjalanan, ia hanya singgah mengambil seperlunya dan semampunya sapa yang ia perlukan sebagai bekalnya melalui perjalanan tersebut.
Orang yang paling cinta dunia, adalah orang yang paling tersiksa dalam kehidupannya. Ibnul Qayim Al Jauziyah Rahimahullah pernah berkata "Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal : kesedihan (kegelisahan) yang terus-menerus; kecapekan (keletihan) yang berkelanjutan; dan penyesalan yang tidak pernah berhenti."
Dan tidak akan seseorang terlepas dari kecintaannya terhadap dunia kecuali ia tanamkan di dalam hatinya "ke-Zuhud-an"
"Zuhud itu bukan sebuah kondisi tetapi suatu sikap dan pilihan, Zuhud itu bukan sengaja hidup miskin tetapi mengambil seperlunya, zuhud itu keyakinan bahwa dunia itu sebentar, tak berarti, sedikit nilainya, akan lenyap, dan akan ditinggalkan
(Seseorang mungkin kaya dan berlimpah nikmat tetapi ia bisa disebut seorang zuhud, bila tidak rakus dan berlebihan dalam urusan dunia, dan mengunakan banyak nikmat dan hartanya di jalan Allah)
Maka seperti perkataan Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani Rahimahullah " Sekalipun seluruh dunia di hadapanmu, ambillah darinya secukupnya dengan tangan zuhud dan wara"
Rasulullah bersabda, “Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah memberikan kekayaan dalam hatinya, mengumpulkan semua usahanya, dan dia akan dihampiri dunia walaupun dia enggan. Dan barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah menjadikan kefakiran di depan matanya dan menceraiberaikan usahanya dan tidak dibagikan dunia kepadanya, kecuali yang sudah ditakdirkannya.” (HR At Turmudzi).