Hal yang patut kita syukuri adalah saat di mana kita bisa tumbuh dengan baik di tengah kegetiran hidup yang kita rasakan. Tetaplah bersyukur saat sedari kecil dulu kau tak merasakan kenikmatan, kau di acuhkan oleh orang-orang tersayang, kau terhempas ke dalam jurang kehancuran. Mungkin orang tuamu telah abai atau bahkan tiada, mungkin tempat tinggalmu hanyalah gubuk tua seadanya, mungkin kau tak dapat mengenyam pendidikan seperti orang kebanyakan, tapi satu hal yang harus kau syukuri adalah saat Allah masih kau percaya, saat jiwamu masih mengeja cinta-Nya meski lewat kejadian menyakitkan, hingga sampailah kau pada pemahaman sebenarnya. Bahwa saat kau terlahir kedunia sampai kau tumbuh dewasa adalah nikmat yang luar biasa. Ya, kita diberi hidup saja sudah cukup. Kita terlahir dari orangtua yang beragama islam, itu sudah merupakan nikmat terbesar.
Jika Allah tak hilang dalam hidupmu, seharusnya tak ada lagi dendam terhadap masa lalu, tak ada lagi benci terhadap mereka yang menyakiti. Toh, kau telah tumbuh dengan baik sekarang, dengan pemahaman baik, dengan kebijaksanaan yang mampu membuatmu berdiri di atas kebenaran. Tak perlu kau memperhitungkan berapa banyak air mata yang tumpah dan berapa banyak luka yang membuatmu meronta, hingga menjadikanmu berkeinginan untuk membalasnya. Kau tak boleh begitu, biarlah Allah yang memperhitungkannya, sebab Dialah sebaik-baik hakim. Suatu saat, kesengsaraan itu akan tergantikan oleh kebahagiaan. Jika tidak di dunia, pastilah diakhirat. Tapi tahukah? Bahwa tidak mungkin seseorang selama hidupnya dirundung nestapa tanpa terselip bahagia di antaranya. Pastilah segetir-getirnya hidup, akan ada hal menarik yang membuat kita tersenyum.
Tempat teduh, 11 Juni 2019