Sayang , aku ingin bercerita sebelum sang fajar menganggu kerumitan isi kepalaku
Begini dulu kau membanjiriku dengan aliran kasih yang tiada pernah kering mesti musim kemarau
Begini sayang dulu kau tak bisa lepas dari ikatan nama kita iya nama kita kamu T dan aku M
Dulu tak ada yang boleh mendekatiku meski hanya sekedar senyum simpul kecil
Dulu kau bilang , sayang nikahlah denganku kita buat cerita seperti di dongeng
Dulu saling berjanji dalam ikatan dimanapun kamu , kemanapun kamu,
Kamu akan bawa aku walawpun dalam jurang kematian ,
Terdengar mengerikan , tapi aku mengangguk senang ,
Ingat sayang , siapa yang mohon rahimku hanya untukmu ?
Yaa untuk pelita kecil kita kelak .
Terlihat konyol memang, tapi sayang aku menjaga rahimku
Sampai saatnya tiba denganmu .
Aku memang wanita yang keras kepala
Dan sekaras itu pula aku berjuang demimu
Walau kini yang manis hanya kata katamu saja, selebihnya entah kamu khilaf atau mungkin kamu pura pura lupa !
Sayang apa jadinya jika mataku tak mampu memandangmu ?
Apa jadinya jika telingaku tak bisa mendengar alunan suaramu ?
Apa jadinya jika hidungku tak mampu mencium aroma tubuhmu ?
Apa jadinya jika kau kunci mulutku ?
Apa jadinya jika nada jantungku tak beraturan ?
Apa jadinya jika hati ini selalu kau patahkan ?
Apa jadinya jika tanganku tak mampu menjamahmu ?
Apa jadinya jika kakiku tak bisa beriringan dengan langkah mu ?
Aku tau tak seharusnya aku sekeras ini mencintaimu
Tapi apa dikata ? Cintaku telah terkunci di dalam jantungmu ,
Untuk membuka jantungmu dan mengambil cintaku saja aku tak mampu .
Apa lagi niat meninggalkan mu .
Kalau saja kau tau sepertiga malam ini
Aku selalu mengalunkan lagu
Siapa tau kau dengar walaupun kau terlelap
Aku buta sekarang bayang yang ku lihat semua hitam
Aku tuli yang ku dengar semua samar
Yang ku cium hanya aroma dusta
Yang berdetak bukan jantungku tapi waktu
Yang patah bukan saja hatiku tapi tanganku kakiku pula .
Kau tau rasanya lumpuh karna cinta ?
Kau paham rasanya cacat karena dusta ?
Menangispun tak ada guna .
Berteriakpun hanya membuat bising saja
Motivasimu mencabik hatiku untuk apa ?
Visi mu mencambuk pikiranku untuk apa ?
Dan misimu menggebuk tiap nada jantungku itu gunanya apa ?
Sayang kau tau disini aku menahan lara sendiri .
Sayang kau tau aku selalu melamun karena taksadar diri
Katamu aku ini princessmu ,
Katamu aku ini terbaik untukmu
Katamu aku ini cukup untuk menjadi pendampingmu .
Tiap ku bicara kau mengancamku untuk mati .
Lalu ? Apa aku harus berdiam diri di pojokan ?
Yaa sndri ! Dan tugasmu apa ?
Merasa tangisanku ini leluconmu
Dan merasa tawaku ini ancaman kebahagiaanmu ?
Melapasku saja kau tak mampu , lalu kenapa kau tebarkan tiap serpihan hati di setiap persimpangan jalan ,
Seenaknya saja merobek" tiap harapan yang aku gantungkan di atas doaku kepada tuhan.
Aku bertahan tegas krn aku ini wanita yang memiliki kepala keras
Begitupun hati sekali ku tunjuk bahwa kau pujaanku aku tetap berdiri di depanmu walau pada akhirnya aku sndri yang terhempas ,
Tak apa sayang asal aku selalu bisa melihat kamu bernafas ,
Itu saja cukup membuat diriku merasa cukup puas
Walau apa yang aku lakukan tak mungkin kau balas .
Tuhan akan bergegas bila perlakuanmu ini melewati batas .