Jika itu membuatmu cemas, mungkin bukan cinta. Urusan perasaan tidak seharusnya membuatmu menjadi seseorang yang penakut kemudian terburu-buru karenanya. Sebab, cinta tidak akan membuatmu cemas, meski harus menunggu lama, meski sejauh apapun pergi nantinya, tidak akan pernah tersesat, dia akan tetap kembali.
Jika itu membuatmu rumit, mungkin bukan cinta. Cinta tidak akan membuatmu menjadi orang kesusahan, tidak harus membuatmu berpakaian tidak pantas, memaksamu menjadi ahli memasak berbagai resep, pandai membersihkan rumah, dan hal-hal yang menyulitkan lainnya. Sebab, cinta selalu menampakkan dirinya dengan sederhana, selalu sederhana. Sehebat apapun yang kita rasakan nantinya, ia selalu sederhana.
Jika itu membuatmu bingung, mungkin bukan cinta. Tidak pernah ada cinta yang melihat asal bibit keluargamu, tidak pernah mengukur kaya atau miskin, tidak pernah bertanya pintar atau bodoh, dan tidak pernah peduli saat sedang susah maupun senang. Sebab, jika ia memang sejati, ia akan selalu ada, selalu menemani, selalu menasehati, mengingatkan kebaikan, memaksamu meninggalkan hal-hal buruk, dan mengajakmu bersama-sama untuk terus memperbaiki diri.
Cinta sejati tidak akan pernah meminta, pun menanyakan alasan-alasan konyol sebagainya. Setiap orang bisa saja jatuh cinta, sayangnya tidak semuanya bisa bersabar. Ada saja yang memaksakan jalan perasaan mereka sendiri, khawatir, cemas, serta perasaan lainnya yang sebenarnya tidak perlu.
Ia akan tetap datang kepada mereka yang masih berharap, sekalipun pernah dikecewakan. Tetap datang kepada mereka yang masih mencintai, sekalipun pernah tersakiti hatinya. Dan tetap datang juga kepada yang masih percaya, sekalipun pernah dikhianati. Apapun bentuknya, ia akan menemukan jalannya agar sampai kepadamu.
Hebatnya, ia tampak sederhana. Bahkan, boleh jadi kita tidak tahu bahwa ia selama ini begitu dekat. Lebih dekat, hingga kita tidak menyadarinya, karena ia begitu sederhana.
Sekalipun kita masih belum menyadarinya, itu tak apa. Sebab, ia akan menemukan jalannya sendiri.
Jogja, 18 Juni 2018 | Seto Wibowo