Ramadhan Berkah
Assalamu’alaikum...
Sebelum memulai, aku ingin mengucapkan ALHAMDULILLAH sebanyak-banyaknya. Kenapa? Karena di bulan Ramadhan yang mulia ini, Allah SWT memberikan berkahnya kepadaku. AKU LULUS SD! Alhamdulillah...
Waktu itu jam dua, aku sudah siap mengenakan seragam sekolahku. Siap-siap berangkat, Bunda manggil terus bilang “Enggak bawa spidol?”
“Untuk apa?”
“Untuk coret baju. Minta ttd Teman,”
“Enggaklah. Apaaaaaaalah Bunda ni. Enggak bolehlah kayak gitu,”
“Awas nyesal ya!” jawab Bunda dengan nada menggoda. Mendengar perkataan Bunda, aku mengambil spidol dan menaruhnya di kantong rok abu-abu-ku. Jangan kira aku anak SMA, ya! Eh, tapi udah banyak, lho, yang ngira murid sekolahku anak SMA. Tapi kok jadi nyasar ke cerita anak SMA?
Oke, lanjut! Kemudian aku berangkat bersama ayah ke sekolah untuk mendengar pengumuman kelulusan. Hampir sampai di sekolah, aku ngeliat ada penjual yang menjejerkan dagangannya. Masalahnya, dagangannya itu buat aku .............. mmmm .........NGILER PANGKAT 20! Dagangnnya .... ES KELAPA MUDA! Tapi, sebagai muslimah yang penyabar *eaaak, aku berusaha menahannya. Lagi pula aku jarang+tidak terlalu suka minum es kelapa muda *lah, kalau gitu ngapa harus ngiler #tepok jidat #Maaf, gaje. abaikan
Sesampainya di sekolah, eh tau tau belum mulai. kalau tau gitu, aku bakal datang agak lambat. Tapiii itukan tidak menunjukkan siswi yang disiplin. Sedangkan aku, siswa yang disiplin #merasa.
Tidak lama kemudian, murid-murid berbaris dan mendengarkan apa yang dibilang Bapak guru. Aku yang lagi lemas karena puasa, cuek saja, tapi tetap mendengar. Aku juga sempat mendengar “Dilarang mecoret-coret seragam karena akan dikenakan d SMP selama 3-4 bulan,”
Aku berpikir Aku kan sudah punya seragam.
Berarti aku enggak apa-apa coret-coret baju. Ah, tetap enggak bolehlah. Aku kan muslimah.
Cieee yang udah punya seragam MTs sebelum tahun ajaran baru. Cieee
Setelah selsai mendengar penjelasan dari Bapak Wapres, eh, Wakil Kepala Sekolah, kami disuruh untuk menemui wali kelas masing-masing. Murid-murid akan diberi selembar kertas yang berisi kolom-kolom. Di setiap kolom berisi nomor ujian. Nah, nomor ujian yang tercantum disitu adalah nomor ujian anak yang lulus.
Waaah, nomorku ada! Gimana ini! Kenapa bisa ada? Maaf, salah ketik. Harusnya: Waaah, nomorku ada! Alhamdulillah. Terima kasih, Ya Allah. Capek aku langsung hilang. Ajaib! Sihir darimana ini? Mungkin dari kertas itu! Wah kertas itu punya ................. sihir! Maaf, sedikit (banyak, mungkin) gaje. -__-
Ya sudah. segitu dulu saja. Soalnya sudah kehabisan cerita dan kata-kata. Lagi pula besok aku harus sahur. Kalau bangun telat ..................................... ENGGAK BISA SAHUR!
Akhir Wakalam, wabilahitaufik walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahii wabarakatuh!
Najmah, 12, Pekanbaru














