the path of freedom ..... poly shipping .....
seen from China

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Brazil
seen from China
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
the path of freedom ..... poly shipping .....
Echo led the team all by herself today 🥺
Happy Pride Month!
And it also Men's Mental Health Awareness Month
Mungkin, Kamu Sudah Muak Mendengarnya.
Aku menyayangimu sepaket dengan masa kini, masa lalu, masa depan, trauma, luka, cerita, tantrum, tawa, humor, aneh, absurd, semua sisi dirimu. Ketidak-sempurnaanmu yang membuatmu sempurna. Boleh ejek aku bucin -budak cinta, atau apa pun. Aku menyayangimu di luar kesanggupanku, bahkan alat ukurku enggak sanggup mendeteksinya karena terlalu besar. Naif? Mungkin itu yang disebut mencintai seseorang dengan tulus dan apa adanya.
Jika Tuhan memberikanku kesempatan untuk memilih, aku akan tetap memilih tempat ini, di sini, saat ini, dengan segala ceritanya agar aku tetap bisa bertemu denganmu.
Jika aku bisa memutar ulang waktu, aku akan tetap mengambil peran ini, menjalani cerita ini agar aku bisa bertemu denganmu.
Bersamamu adalah syukurku yang paling panjang. Bahagiaku yang paling megah. Tawaku yang paling meriah. Aku tahu, hidup denganmu enggak selamanya berisi tawa, suka dan bahagia. Kadang ada episode sedihnya, ada bagian marahnya, ada sisi menyerahnya. Hanya saja, episode apapun yang aku lewati bersamamu terasa membahagiakan. Aku selalu bersyukur untuk setiap momennya. Iya, seringkali kamu diam saja, gak melakukan apa-apa. Iya, bahkan ketika kamu tantrum dan marah dan aku ikut-ikutan. Tapi, kehadiranmu saja sudah cukup. Kamu 'ada' saja sudah cukup buatku bahagia. Sedikitpun, enggak ada ruang untuk menyesal telah membersamaimu sebab bagaimana aku bisa menyesal kalau semua ruangnya berisi bahagia dan syukur?
Bertemu denganmu di luar prediksiku, apalagi bisa selalu bertemu denganmu setiap hari, aku enggak pernah membayangkannya. Tapi ada satu prediksiku yang benar, bertemu denganmu membuatku bahagia. Dan, tentu saja itu sudah cukup.
Di sisi lain, walau berulangkali aku dikecewakan, dibuat patah hati dan sedih olehmu. Gakpapa, itukan satu paket? Aku masih mempercayaimu. Aku masih menyayangimu, bahkan lebih dari dulu.
Perasaanku adalah tanggung jawabku. Responku bagian dari pilihanku. Kamu di luar kendaliku, enggak bisa aku atur. Sebesar apapun kamu mengecewakanku dan menyakitiku, aku tetap memilihmu, aku tetap mempercayaimu, aku tetap menyayangimu. Bodoh? Iya. Anggap saja begitu. Buatku, aku enggak apa-apa bodoh terus asal bisa selalu sama kamu. Maksa? Iya, mungkin.
Naif, aku mencintaimu dengan tulus dan apa adanya tanpa berharap balasan apapun darimu. Seperti kata guruku, cinta adalah memberi tanpa berharap menerima. Bukan berarti aku gak mau kamu berubah atau memperbaiki diri. Aku mau, sangat menginginkannya. Tentu, aku juga ingin kamu bertumbuh-berkembang bersamaku. Hanya saja, bagian manapun yang kamu perbaiki, sisi manapun yang tumbuh, dan hal apa pun yang ingin kamu kembangkan adalah apa yang kamu rasa perlu dilakukan. Jadilah versi terbaik dirimu menurut dirimu sendiri. Aku di sini hanya membersamai.
Namun, ada satu hal yang menyakitiku saat ini. Paling sakit. Paling mengganjal. Kamu boleh menyakitiku dengan kata-kata pedas dan jahatmu. Sesakit apapun itu, buatku masih bisa dimaafkan. Tapi, aku paling sedih kalau kamu melakukannya untuk dirimu sendiri. Aku menyayangi diri itu dengan luar biasa tapi kamu malah menyakitinya seenaknya. Sedih tahu, rasanya seperti disakiti depan-belakang-semua sisi. Aku saja mau melakukan apapun itu kepada diri itu (kamu) pikir-pikir dulu karena aku begitu menyayanginya, rasanya kontradiksi kalau aku mengatakan aku menyayangimu tapi juga menyakitimu di saat yang sama. Tapi, kamu malah menyakiti diri itu (kamu) seenaknya. Iya, aku tahu kamu berkali-kali bilang kalau kamu gak paham apa itu mencintai diri sendiri. Belum paham. Hanya saja, maukah kamu berhenti menyakiti dirimu sendiri? Ada banyak yang sayang sama diri itu. Jika kamu enggak, aku iya. Aku menyayangi diri itu. Berhenti menyakiti diri itu. Aku menyayangimu. Berhenti menyakiti dirimu sendiri. Sudah, cukup. Mulailah menyayangi dirimu sendiri.
-Sastrasa
Menulis tanpa rencana;
Mungkin itulah aku.
Bertumpuk tulisan dalan kolom draft yang sudah lama tertunda menunggu untuk ku pindahkan ke kolom '𝗽𝗼𝘀𝘁'. Dan biasanya tumpukan itu akan semakin tebal menanti waktunya tiba yang entah kapan.
Jika kamu melihat postinganku begitu konsisten dalam 2-3 hari yg selalu muncul, atau bahkan setiap hari, hampir semuanya bersumber dari '𝘪𝘥𝘦' yang tiba2 saja datang dari apa yg saat itu aku rasa, aku lihat atau aku dengar.
"Seperti sebuah 'rasa' yang hadir begitu saja"
Ia lahir dari apa yang mata tangkap, telinga dengar, dan hati rasakan dalam diam. Tanpa undangan, tanpa skenario. Hanya kehadiran murni, hangat, mendadak, lalu mengalir menjadi kata-kata.
Mungkin itulah jawaban dari pertanyaan : "𝙈𝙚𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙗𝙪𝙡𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙙𝙞𝙜𝙤𝙧𝙚𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙙𝙖𝙠𝙖𝙣?"
1970's
¡Feliz Navidad a todosmis amigos!
Espero que todos hayan tenido una buena Navidad este año aqui les dejo a sucka en un traje de nieve ❄️🌨️.
. ⭐️⋆。:゚・*☽:゚⋆。✰⋆ ゚ . ⭐️⋆。:゚・*☽:゚⋆。✰⋆ ゚ . ⭐️⋆。:゚・*☽:゚⋆。✰⋆ ゚💙
Merry Christmas to all my friends!
I hope you all had a wonderful Christmas this year. Here's Sucka in a snowsuit ❄️🌨️..