Chills.

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from South Korea

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from United States
seen from Canada
seen from Singapore

seen from Canada

seen from Canada

seen from Tunisia

seen from Canada

seen from Yemen
seen from China

seen from Germany

seen from Sweden

seen from United States
Chills.
"And ˹surely˺ your Lord will give so much to you that you will be pleased"
Ad-duha
(93:5)
🔻اللهم أنجز وعدك فيهم
This message is a reminder for whole ummah to frequently praise and glorify ALLAH (swt) in daily lives.
Praising ALLAH (swt) is considered a way to express gratitude for HIS blessings. It brings spiritual benefits, such as inner peace, closeness to ALLAH, and purification of the heart.
There are many ways to praise ALLAH(swt) , including:
Reciting the Quran and Sunnah (the teachings and practices of Prophet Muhammad saw)
Saying "Subhanallah" (Glorified is HE swt),
"Alhamdulillah" (Praise be to ALLAH swt),
and "Allahu Akbar" (ALLAH swt is the Greatest)
Making dua (supplication) to ALLAH swt
Reflecting on the wonders of creation and thanking ALLAH swt for HIS blessings
Attending religious gatherings
The message "Be rich in your praise of ALLAH" encourages the whole ummah to make praising ALLAH (swt) a regular and integral part of their lives.
I did a quick and messy background practice with my oc Ayat, and also was just an excuse to draw them again lol
Kadang, aku terlalu bising. Terlalu sibuk merayakan tawa, atau terlalu dalam meratapi luka. Padahal, jika aku diam sejenak dan menarik napas panjang, aku sadar... semua ini hanyalah panggung.
Tuhan sudah berbisik lewat Al-Anbiya ayat 35. Sebuah 'surat cinta' yang keras namun menenangkan: Kullu nafsin żā'iqatul-maūt. Bahwa aku, dan semua yang mati-matian aku kejar hari ini, akan berhenti. Jantung ini punya batas detaknya. Napas ini punya jatah akhirnya.
Lantas, apa arti hari-hariku sekarang?
Aku melihat ke cermin. Hari ini aku diuji dengan kesulitan—rasanya sempit, sesak, dan dunia seolah tidak adil. Tapi tunggu... ayat itu bilang ini hanyalah 'nablūkum'. Ini hanyalah ujian. Rasa sakit ini bukan hukuman abadi, ia hanya soal ujian yang harus kujawab dengan sabar.
Lalu, ingatkah aku saat kemarin aku tertawa lepas? Saat rezeki mengalir deras dan pujian datang bertubi-tubi? Betapa bodohnya aku jika mengira itu adalah tanda aku hebat. Ternyata, itu pun ujian. Bahkan mungkin itu ujian yang lebih berat. Tuhan sedang melihat: apakah nikmat ini membuatku menunduk bersyukur, atau justru membusungkan dada dalam kesombongan?
Ternyata, 'Buruk' dan 'Baik' di dunia ini hanyalah dua wajah dari satu koin yang sama bernama: Fitnah. Keduanya adalah jebakan yang menuntut respon yang benar. Kebahagiaan bukan tujuan akhir, kesedihan bukan akhir segalanya. Keduanya hanya alat, bukan hasil.
Maka, tenanglah wahai jiwaku. Jangan terlalu terbang saat dipuji, jangan hancur lebur saat dicaci.
Karena pada akhirnya... Wa ilainā turja'ụn.
Aku sedang berjalan pulang. Rumahku bukan di sini. Panggung sandiwara ini akan segera tutup layar. Yang akan aku bawa nanti bukanlah seberapa banyak harta yang kukumpulkan saat 'ujian kebaikan', atau seberapa banyak air mata yang tumpah saat 'ujian keburukan'.
Yang kubawa hanyalah: bagaimana sikapku saat menghadapi keduanya.
Ya Tuhan, bimbing aku untuk lulus. Sampai tiba waktunya aku dikembalikan pada-Mu."
Mungkin hidupmu goyah, tapi hatimu sedang Dia arahkan. Musibah bukan tanda murka; kadang itu panggilan lembut agar kau belajar percaya lagi.