MEMPERKENALKAN ORIENTASI SOSIAL ENTREPRENEUR PADA ANAK #3 (HABIS)
Assalamualaikum Moms and Dads. Mari kita lanjutkan pembahasan orientasi sosial entrepreneur. Cekidot!
3. Sportif
➡ “Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan yang dijual oleh orang lain” (HR. Mutafaq’alaih)
➡ Alih-alih menjelekkan produk orang lain agar mampu bersaing, kita dapat mengajarkan anak tentang nilai inovatif. Dengan memberikan produk inovatif, unik dan memiliki ciri khas, dapat menambah nilai tersendiri. Moms dan Dads dapat mengajak ananda untuk merangkai kalung dari kancing bekas atau membuat tas dari kain perca misalnya. Ajak ananda mengeksplorasi sekitarnya dan menemukan inovasi-inovasi baru.
4. Tidak egois
➡ Islam melarang umatnya bersikap egois dan menganjurkan umatnya untuk saling menghormati. Aisyah ra berkata: “Rasulullah saw, menyuruh kita agar menghormati manusia sesuai dengan kedudukannya” (HR.Muslim dari Aisyah). Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah bersabda sebagai berikut, “tidaklah seorang anak muda yang memuliakan orang tua karena ketuaannya, melainkan Allah akan mengadakan baginya orang yang akan memuliakan dia setelah tuanya” (HR. Tarmizi dari Anas Bin Malik).
➡ Dampak Negatif sikap egois antara lain:
Tidak disukai dalam pergaulan karena dia meremehkan orang lain
Menurunkan martabatnya sehingga lambat laun tidak disukai orang
Terisolir dari pergaulan masyarakat lingkungannya.
➡ Adapun cara untuk menghilangkan sifat egois antara lain:
Mengendalikan diri untuk tidak menang dalam dalam pembicaraan: Moms and Dads dapat membiasakan diri untuk senantiasa mendengarkan si kecil selesai bercerita dan tidak memotong pembicaraan. Hal yang orang tua lakukan biasanya lebih mudah ditiru anak-anak.
Tidak menganggap bahwa pendapatnya sendiri yang benar: Moms and Dads dapat memberikan contoh menerima pendapat ananda saat berdiskusi dengan penuh lapang dada.
Belajar menghargai orang lain sebagaimana dirinya ingin dihargai: Moms and Dads dapat menanamkan jiwa empati pada ananda tentang bagaimana seharusnya menghargai orang lain. Misal dengan menerima pemberian teman dan mengucapkan terimakasih atau menyapa orang yang lebih tua terlebih dahulu.
5. Komoditi yang diperjualbelikan adalah barang halal, suci dan tidak menyebabkan kerusakan
➡ “Sesungguhnya Allah mengharamkan bisnis miras, bangkai, babi, dan patung-patung” (HR. Jabir)
➡ Moms and Dads dapat mengajak ananda berkeliling di mall atau hypermarket lalu kenalkan anak dengan barang-barang berlabel halal dan barang-barang yang berkomposisi haram agar ananda mengenal lebih jelas mana yang boleh dan tidak boleh diperjualbelikan.
6. Segera menyelesaikan hutang yang ditanggung
➡ “Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena hutangnya, sampai ia dibayarkan” (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)
➡ Ajarkan ananda tentang hidup hemat. Moms and Dads dapat memulai dengan mengajarkan anak tentang berbelanja sesuai budget dan mengenal prioritas kebutuhan (nyv).
📚 Sumber:
- Buku Keluarga Muslim Cerdas Finansial
- entrepreneur(dot)bisnis(dot)com
- ilmusaudara(dot)com
- cermati(dot)com
🌷SUPERMOM’s NOTE🌷
Edisi #FinanceFriday 26 Januari 2018
☘ Email : [email protected]
☘ Fanpage FB : https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/
☘ Twitter : https://twitter.com/supermom_w
☘ Instagram : https://www.instagram.com/supermom_w/
☘ Tumblr : http://supermomwannabee.tumblr.com/
☘ WhatsApp: +6281904714215
☘ Line: @qxb9368f (use @) Link: http://line.me/ti/p/%40qxb9368f