stase anak telah usai. sekitar satu bulan lebih lamanya bertemu dengan dede bayi dan anak kecil yang menggemaskan. iya menggemaskan namun siapa tega bila melihatnya dalam keadaan sakit, terbaring lemah dan terpasang infus. sedih, iya pasti. ada yang lebih sedih tentunya, orangtuanya. bagaimanapun kondisinya, sebagai (calon) perawat harus mampu bersikap profesional, menerapkan komunikasi terapeutik demi terjalinnya hubungan saling percaya satu sama lain. stase anak menjadi tantangan tersendiri bagi saya, karena dalam membina hubungan dengan anak kecil itu tidaklah mudah. sering ditemui anak yang takut dan menangis bila bertemu dengan petugas pelayan kesehatan yang memakai baju putih, ya perawat. takut apa? tidak lain tidak bukan karena takut disuntik. yang bikin kadang suka nyess itu kalo ada orangtua yang nenangin anak nangisnya dengan nakut-nakutin, "cup cup udah dek jangan nangis lagi, nanti disuntik loh sama suster atau dokter kalo nangis terus". nah loh seakan jadi monster yang ditakuti anak kecil :"" tapi banyak pula orangtua yang kooperatif yang memahami peran kita sebagai tenaga kesehatan, yang mampu memberikan penjelasan dan pengarahan pada anaknya dan membangun citra positif pada tenaga kesehatan. yang saya suka dari stase anak, banyak hal baru yang bisa dipelajari, terutama dari segi skill seperti memasang infus, memasang ngt, dan sebagainya. walaupun sebenarnya tindakan yang bisa kita lakukan terbatas tidak seperti pada pasien dewasa. semuanya menantang dan untuk bisa menjadi bisa pun karena kemauan untuk mencoba dan belajar. dengan berakhirnya stase anak, berakhir pula semester 1 profesi. selamat datang semester 2. tetap semangat menjalani profesi, nikmati dan gali terus ilmunya :)